Raup Dana Rp126,85 Miliar - Induk Usaha Hillcon Divestasi 43 Juta Saham

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan panen hasil investasi, pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), PT Hilcon Equity Management, mengurangi kepemilikan dengan mengalihkan sebanyak 1,46% saham HILL senilai Rp 126,85 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dirut Hillcon, Hersan Qiu mengatakan, penjualan saham tersebut mengakibatkan kepemilikan saham Hillcon Equity berkurang dari 65,45% menjadi 64%. Hillcon Equity menjual sebanyak 43 juta saham HILL dengan harga pelaksanaan Rp 2.950 per saham pada 4 Juli 2024.“Pengalihan tersebut bertujuan sebagai investasi dengan status kepemilikan saham langsung,”ujarnya.

Sebelumnya, HILL telah membagikan dividen tunai sebesar Rp 103,19 miliar atau Rp 35 per saham pada 11 Juni 2024. Dividen tunai yang akan dibayarkan merupakan perolahan laba bersih tahun buku 2023 yang mencapai Rp 351,07 miliar. Adapun sisa laba bersih setelah dikurangi dividen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 247,88 miliar. Sedangkan jumlah ekuitas Perseroan tercatat Rp  1,83 triliun per 31 Desember 2023.“Alokasi penggunaan laba bersih sebagai dividen telah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan tanggal 08 Mei 2024,’’kata Hersan.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp5 triliun dengan kontribusi pendapatan nikel sebesar Rp 2 triliun-2,5 triliun, dan selebihnya dari sektor batu bara. Target tersebut meneruskan pencapaian positif pada 2023. Pendapatan usaha pada 2023 meningkat 23,89% menjadi Rp4,05 triliun karena adanya peningkatan produksi Hillcon.

Tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih menguat 15,28% menjadi Rp438,96 miliar dari Rp380,78 miliar pada 2022. Total ekuitas perseroan pun meningkat signifikan sebesar 87,36% dari Rp979,92 miliar menjadi sebesar Rp1,84 triliun seiring dengan suksesnya Penawaran Umum Saham Perdana/Initial Public Offering (IPO) Hillcon. Hillcon resmi melantai dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1 Maret 2023.

Asal tahu saja, guna mengejar target pendapatan tahun ini, HILL perluas melakukan kerjasama dan salah satunya dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), entitas anak perusahaan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, penandatanganan LoI ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara Hillcon dan SCM dalam pengembangan industri nikel di Indonesia. Hillcon telah melakukan first cut pada tanggal 20 Mei 2024. "Penambahan klien ini memperkuat posisi Hillcon sebagai kontraktor tambang nikel, dengan portofolio yang mencakup 9 tambang nikel, termasuk PT Indrabakti Mustika (IBM) anak usaha PT Pam Mineral Tbk. (NICL), PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (NICE), dan PT Weda Bay Nickel (WBN)," paparnya.

Hersan pernah bilang, keunikan Hillcon sebagai kontraktor terletak pada model bisnisnya yang kokoh dan tahan terhadap fluktuasi harga nikel. Permintaan nikel ore terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kapasitas smelter nikel di Indonesia. Hal ini membuka peluang besar bagi Hillcon untuk terus berkembang, dengan menargetkan total produksi jasa penambangan nikel ore sebesar 17 juta wet metrik ton (WMT) di tahun 2024, atau naik sekitar 25% dari produksi tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…