Berinvestasi Selalu Aktual

Oleh: Agus Yuliawan

Pemerhati Ekonomi Syariah  

Ungkapan "jangan menaruh semua telurmu di satu keranjang" sepertinya sangat relevan dalam berinvestasi. Meskipun ungkapan itu sudah lama kita dengar—namun faktanya selalu aktual bagi para pemula yang ingin berinvestasi atau para manajer yang berperan dalam menginvestasikan dana perusahaan ke berbagai sektor, baik riil dan keuangan. Maka sangat berbahaya jika kita memiliki dana banyak ditempatkan hanya satu instrument bisnis atau satu lembaga keuangannya saja. Hal ini tak lepas dari risiko dalam berbisnis, dimana ada kondisi naik dan turun dalam kinerjanya.

Perlu di ketahui dalam bisnis kita mengetahui adanya berbagai jenis risiko, risiko operasional, risiko keuangan, dan risiko strategis. Tak semua pelaku bisnis dalam berinvestasi melihat secara dalam perusahaan atau lembaga sebagai tempat berinvestasinya, rata–rata pelaku bisnis hanya melihat sebuah perusahaan investasi hanya sekedar margin keuntungan saja yang diperoleh. Sementara performa kinerja, keberlangsungan bisnis perusahaan investasi dan kepatuhan dalam regulasi kadang kala tidak diperhatikan sama sekali. Hal ini sering kali menjadikan banyak pelaku – pelaku bisnis pemula yang berinvestasi sering mengalami kerugian yang dikarenakan ketidak cermatan dalam menilai lembaga investasi tersebut.

Begitu juga dalam menempatkan dana di lembaga keuangan. Seringkali sebuah perusahaan mengalami kelebihan  likuiditas atau sekedar  untuk  penempatan cadangan risiko menempatkan dananya di lembaga keuangan. Mengacu kepada ungkapan di atas tidak tepat apabila semua dana kelebihan likuiditas tersebut hanya ditempatkan ke satu lembaga keuangan atau perbankan saja. Tapi, harus di bagi–bagi penempatannya agar supaya memiliki nilai tawar yang tinggi serta mengurangi tingkat risiko.

Apabila dana tersebut ditempatkan di satu perbankan saja sangatlah berbahaya—jika suatu ketika karena kondisi manajemen  mengalami kontraksi seperti fraud dan lain–lain. Bisa–bisa dana yang ditempatkan di perbankan tersebut tak akan kembali sama sekali. Jadi menempatkan dana ke berbagai perbankan dikarenakan kelebihan likuiditas dan cadangan risiko adalah cara cerdik untuk mengurangi tingkat risiko.

Dengan demikian mengacu kepada keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang rasionalisasi dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk ditempatkan ke berbagai perbankan syariah yang selama ini banyak diberitakan oleh media massa, adalah langkah strategis bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu dalam mengurangi tingkat risiko. Apalagi dana Muhammadiyah di BSI selama ini sangat besar sekali. 

Apalagi dengan situasi ekonomi yang terjadi saat ini, dengan tingkat inflasi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah dan ditambah global ekonomi yang tak menguntungkan. Perlu sebuah manajemen strategis yang prudent untuk menjaga kelangsungan bisnis. Apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam rangka kelangsungan bisnis dan menjaga kestabilan dalam manajemen keuangan organisasi.

BERITA TERKAIT

Berkolaborasi Upaya Kerek PDB

  Oleh: Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Benar, bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang…

Harga Migor Naik, Beban Ekonomi Kian Berat

  Oleh: Achmad Nur Hidayat, MPP Pengamat Kebijakan Publik   Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng (Migor) Minyakita mengalami kenaikan…

Sumber Daya Manusia Syariah

Oleh: Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Perkembangan industri keuangan dan bisnis syariah di Indonesia sangat maju dengan pesat seperti jamur…

BERITA LAINNYA DI

Berkolaborasi Upaya Kerek PDB

  Oleh: Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Benar, bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang…

Harga Migor Naik, Beban Ekonomi Kian Berat

  Oleh: Achmad Nur Hidayat, MPP Pengamat Kebijakan Publik   Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng (Migor) Minyakita mengalami kenaikan…

Sumber Daya Manusia Syariah

Oleh: Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Perkembangan industri keuangan dan bisnis syariah di Indonesia sangat maju dengan pesat seperti jamur…