Tumbuhkan Inovasi dan Strategi Dalam Peelestarian - GREEN LEADERSHIP 2023

NERACA

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) menggelar Presentasi Tahap 2 Green Leadership Kinerja Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Tahun 2023 kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten/Kota. Para Kepala Dinas ini adalah kandidat penerima Penghargaan Kinerja Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Tahun 2023.

Pada presentase tahap ke 2 di hari kedua, dibuka dan dipimpin oleh Dirjen PPKL, Sigit Reliantoro yang juga menjadi juri dalam acara ini mengajak seluruh peserta untuk mengikuti tahapan presentasi ini dengan baik.

Pada presentasi tahap kedua ini melibatkan kandidat yang telah berhasil melewati tahap seleksi awal. Sebanyak 5 (lima) kandidat Kepala Dinas Lingkungan Hidup hadir yaitu Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan 10 (sepuluh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota yang menjadi kandidat adalah Kabupaten Badung, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bontang, dan Kota Medan.

Kandidat memiliki kesempatan untuk menyajikan program inovasi dan strategi yang lebih mendalam di hadapan para Dewan Juri. Mereka memaparkan program dan langkah konkret yang melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan pada pencapaian kinerja daerah dalam pelestarian lingkungan hidup.

Adapun materi kinerja pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup yang akan di presentasikan oleh kandidat meliputi berbagai aspek yaitu: (1) aspek dukungan; (2) aspek kolaborasi; (3) aspek upaya; dan (4) aspek inovasi. Dalam aspek pertama dukungan dari Pimpinan Daerah masing-masing serta stakeholder terkait. Terkait aspek upaya yaitu hasil pemantauan kualitas lingkungan yaitu media udara, air, lahan, gambut, dan air laut. Selain itu, para kandidat ini ditantang untuk menjelaskan inovasi untuk meningkatkan kapasitas sosial. Terakhir, kolaborasi dalam peningkatan Indeks Respon Lingkungan Hidup

Proses penilaian ini melibatkan Dewan Juri yang ditentukan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang beranggotakan dari unsur Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pejabat Tinggi Pratama dan Madya, akademisi, dan media yang akan mengevaluasi kinerja setiap daerah dengan cermat.

Identifikasi Kualitas Kepemimpinan Kandidat

Acara ini tidak hanya memberikan wadah bagi para kandidat untuk mempresentasikan program mereka, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari Dewan Juri. Dengan demikian, diharapkan akan terciptanya dialog antar peserta dan panel penilai yang dapat mengidentifikasi kualitas kepemimpinan kandidat terkait isu-isu lingkungan hidup.

Selanjutnya, kandidat yang nantinya terpilih menjadi kandidat terbaik akan menerima Penghargaan Kinerja Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup yang diumumkan pada tanggal 20 Desember 2023.

Penghargaan akan diberikan kepada Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai aspek. Selain penghargaan itu sendiri, para penerima juga akan mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman mereka, membuka pintu untuk kolaborasi lebih lanjut dalam upaya bersama untuk lingkungan yang lebih baik.

Penghargaan lingkungan hidup adalah langkah penting untuk memperkuat kesadaran akan perlunya menjaga ekosistem kita dan mendorong Pemerintah Daerah untuk menjadi teladan dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Seperti diketahui, inovasi Sosial diadopsi karena penerapan kriteria pemberdayaan masyarakat dan CSR selama10 tahun terakhir hanya efektif untuk industri ekstraktif (tambang, Migas,PLTU), namun tidak terlalu cocok untuk industri non ekstraktif. Konsep Creating Shared Value (CSV) Michael Porter (2011) diadopsi untuk menciptakan perbaikan dan inovasi sosial yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat yang berada di jaringan rantai pasok yang dipadukan dengan konsep Luis Protales (Social Innovation and          Social Entrepreneurship – Fundamental Concepts, and Tools, 2019) untuk kriteria inovasi sosial.

 

BERITA TERKAIT

Pertamina Group Dorong Dekarbonisasi

NERACA Indramayu – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI (Kilang) Balongan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,51…

Wow, Beli Wuling Air ev Gratis Biaya Perawatan Berkala

Selama pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2024, Wuling memberikan banyak promo untuk menggejot pertumbuhan penjualannya dan salah satunya extensive…

Kilang Balikpapan Siap Jadi Kilang Berkapasitas Terbesar

NERACA Balikpapan – Progres proyek pengembangan Kilang Balikpapan memasuki tahap baru. Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menjadi sorotan,…

BERITA LAINNYA DI Industri

Pertamina Group Dorong Dekarbonisasi

NERACA Indramayu – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI (Kilang) Balongan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,51…

Wow, Beli Wuling Air ev Gratis Biaya Perawatan Berkala

Selama pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2024, Wuling memberikan banyak promo untuk menggejot pertumbuhan penjualannya dan salah satunya extensive…

Kilang Balikpapan Siap Jadi Kilang Berkapasitas Terbesar

NERACA Balikpapan – Progres proyek pengembangan Kilang Balikpapan memasuki tahap baru. Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menjadi sorotan,…