Dharma Satya Bagi Dividen Rp 318 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun sebesar Rp 318 miliar atau Rp 30 per saham. Jumlah dividen tunai yang dibagikan tersebut mencapai 26,3% dari total laba yang diatribusikan kepada entitas induk pada tahun 2022.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, dividen akan dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan tidak menyisihkan dana cadangan wajib karena jumlah dana cadangan wajib perseroan sudah mencapai jumlah minimum yang diwajibkan oleh ketentuan yang berlaku.

Sisa dari laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan perseroan yang digunakan untuk memperkuat modal kerja dan investasi. Selain mengenai dividen, pemegang saham juga menyetujui perubahan komposisi direksi, dengan pengangkatan dua direktur perseroan yang baru, yakni Arianto Oetomo dan Muhammad Hamdani, terhitung sejak tanggal ditutupnya RUPST sampai dengan berakhirnya masa jabatan para anggota Direksi Perseroan yang menjabat pada saat ini.

RUPST juga menyetujui pengangkatan Akuntan Publik Budi Susanto, S.E., M.B.A., CPA, dari Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan sebagai auditor untuk melakukan audit atas laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

Tahun lalu, emiten perkebunan ini membukukan penjualan sebesar Rp 9,63 triliun, naik 35% dari Rp 7,12 triliun. Sementara itu, segmen kayu, terutama pada produk panel yang mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 6% dan harga rata-rata penjualan sebesar 21%.“Kami optimistis pencapaian DSNG sampai akhir tahun masih bisa bertumbuh. Kami memperkirakan
produksi CPO sampai akhir tahun bisa naik sekitar 10% dibandingkan 2022 dengan semakin banyaknya luasan kebun yang menghasilkan”,kata Andrianto Oetomo.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Transformasi Digital Keharusan di Industri Asuransi

Di era digital saat ini, pelaku industri asuransi dituntut bisa beradaptasi mengambil peluang pertumbuhan bisnis dan menjawab tantangan untuk memberikan…

Fajar Surya Wisesa Merugi Rp472,86 Miliar

Semester pertama 2024, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar…

PNM Siapkan Karyawan Masuk Pasar Modal

Dorong pertumbuhan investor pasar modal, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melakukan sinergi strategis untuk…

BERITA LAINNYA DI

Transformasi Digital Keharusan di Industri Asuransi

Di era digital saat ini, pelaku industri asuransi dituntut bisa beradaptasi mengambil peluang pertumbuhan bisnis dan menjawab tantangan untuk memberikan…

Fajar Surya Wisesa Merugi Rp472,86 Miliar

Semester pertama 2024, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar…

PNM Siapkan Karyawan Masuk Pasar Modal

Dorong pertumbuhan investor pasar modal, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melakukan sinergi strategis untuk…