Pemanfaatan Rumah Singgah di Bandung Mencapai 103 Pasien - Hingga Juli 2022

NERACA

Sukabumi - Masyarakat Kota Sukabumi sangat terbantu dengan keberadaan rumah singgah yang di sediakan oleh Pemkot Sukabumi, untuk membantu pasien ketika mendapatkan rujukan ke rumah sakit di Bandung. Hingga Juli 2022, tercatat 103 orang yang sudah memanfaatkan rumah singgah tersebut.

"Rumah singgah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkot Sukabumi terhadap masyarakatnya. Dan setidaknya bisa meringankan beban pasien dan keluarganya ketika harus dirujuk ke rumah sakit Bandung," ujar Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi, Yadi Erlangga saat dihubungi Neraca, Senin (8/8).

Yadi menjelaskan, adanya rumah singgah yang dibuat oleh Pemkot Sukabumi tentunya salah satu bentuk melayani masyarakat. Artinya, ketika masyarakat atau pasien mendapatkan rujukan berobat ke rumah sakit Bandung, namun kesulitan untuk menginap bisa memanfaatkan keberadaan rumah singgah tersebut.

"Setidaknya bisa meringankan pasien dan keluarganya ketika akan mencari tempat tinggal sementara," ucapnya.

Saat ini, lanjut Yadi, rumah singgah beralamatkan di Jalan Sabar no 25 sejak per Januari tahun 2022. Dirumah singgah tersebut, Pemkot Sukabumi menyedikan 7 kamar dan dapur, tiga tenaga pelayanan, salah satunya tim medis, serta 1 unit ambulance untuk mengantar ataupun menjemput pasien ketika berobat di rumah sakit Bandung.

"Alhamdulillah, sangat luas ada sekitar tujuh kamar, lengkap dengan ambulan. Namun jika pasien penuh, tentu saja bisa di tata. Jadi lokasinya tidak jauh dari rumah sakit Hasan Sadikin," ungkapnya.

Untuk itu, Kata Yadi, bagi warga Kota Sukabumi yang membutuhkan rumah singgah untuk berobat ke Bandung, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan surat rujukan ke salah satu rumah sakit yang ada di Bandung. Kemudian dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Sukabumi, Jalan Ciaul Pasir, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole.

"Bisa juga langsung menuju rumah singgah. Tapi, kalau untuk meyakinkan atau ragu bisa datang ke Dinsos dan kami akan bantu. Kami ingatkan rumah singgah tersebut benar-benar murni untuk melayani masyarakat tanpa adanya pungutan apapun (gratis)," tegas Yadi.

Sementara berdasarkan data dari tahun 2018 hingga 2021 kemarin, pemanfaatan rumah singgah di Bandung, mencapai 513, dengan jumlah pendamping 584, dan jumlah layanan ambulan mencapai 1759. Arya

 

BERITA TERKAIT

KIB Disarankan Majukan Capres dari Hasil Konvensi

NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad mengatakan, dinamika politik dalam tubuh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)…

Dorong Peningkatan Usaha Mitra Binaan, Jasa Raharja Gelar Program Inkubasi UMKM JR Preneur

NERACA Jakarta – Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang…

Indonesia Pimpin P20 Membahas Green Economy

  NERACA Jakarta-Indonesia siapmemimpinperhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang digelar pada 5-7 Oktober 2022 di Jakarta sebagai…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

KIB Disarankan Majukan Capres dari Hasil Konvensi

NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad mengatakan, dinamika politik dalam tubuh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)…

Dorong Peningkatan Usaha Mitra Binaan, Jasa Raharja Gelar Program Inkubasi UMKM JR Preneur

NERACA Jakarta – Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang…

Indonesia Pimpin P20 Membahas Green Economy

  NERACA Jakarta-Indonesia siapmemimpinperhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang digelar pada 5-7 Oktober 2022 di Jakarta sebagai…