Kedubes Gandeng Yayasan Bakti Barito dan Yayasan Temasek Kerja Perangi Covid-19

NERACA

Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura bekerja sama dengan Prajogo Pangestu —founder dari Grup Barito Pacific dan Yayasan Bakti Barito— dan Yayasan Temasek mendonasikan 3.000 unit konsentrator oksigen kepada pemerintah Indonesia untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang meningkat saat ini.

Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu mengatakan, “Untuk meringankan beban masyarakat Indonesia yang saat ini sedang menghadapi peningkatan kasus positif, Yayasan Bakti Barito bekerja sama dengan Yayasan Temasek mendatangkan unit-unit konsentrator oksigen yang dapat menjadi pertolongan pertama dalam menangani pasien Covid-19. Ini adalah bentuk dari rasa persaudaraan dan simpati kami sebagai perusahaan Indonesia, karena pandemi ini hanya dapat kita lalui apabila kita saling mendukung dan membantu satu sama lain.”

Chief executive Temasek Foundation International, Benedict Cheong menambahkan, “Yayasan Temasek di Singapura turut menyampaikan solidaritas mendalam kepada negara sahabat, Indonesia. Bersama dengan Yayasan Bakti Barito, kami mengirimkan unit konsentrator oksigen non-invasif berstandar medis yang dapat digunakan di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.”

Bantuan 3.000 konsentrator oksigen ini diberikan dalam dua tahap. Dalam tahap pertama, seribu lima ratus unit konsentrator oksigen ini didatangkan ke Indonesia bersama-sama dengan bantuan penanganan Covid-19 dari pemerintah Singapura yang diserahterimakan kepada Duta Besar Indonesia untuk Singapura, H.E Tommy Suryopratomo pada 9 Juli 2021 lalu di Singapura. Tahap kedua akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, H.E. Tommy Suryopratomo, “Singapura menunjukkan sebagai sahabat sejati bagi Indonesia. Bukan hanya pemerintah Singapura yang begitu cepat memberikan bantuan, tetapi juga perusahaan serta masyarakat Singapura yang terpanggil untuk memberikan bantuan bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.”

Seperi diketahui, dalam laman kontan.co.id disebutkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berusaha untuk mempertahankan kinerja operasionalnya di tahun 2021. Emiten tersebut juga fokus mengerjakan sejumlah agenda proyek di berbagai lini bisnis.

Direktur Barito Pacific, David Kosasih menyampaikan, di samping fokus untuk mempertahankan kinerja operasionalnya di tahun ini, pihaknya juga senantiasa disiplin dalam pengelolaan manajemen finansial untuk menjaga kesehatan keuangan. Tak lupa, kesehatan dan keselamatan karyawan dalam bekerja di masa pandemi Covid-19 juga tetap menjadi prioritas bagi BRPT.

“Tentunya kami berharap membaiknya kondisi ekonomi global sejak akhir tahun lalu momentumnya dapat terus berlanjut di tahun ini,” kata David, mengutip laman kontan.co.id.

Sekadar pengingat, pendapatan BRPT turun 2,91% (yoy) menjadi US$ 2,33 miliar di tahun 2020 silam. Laba bersih perusahaan ini juga turun 17,81% (yoy) menjadi US$ 36,27 juta pada akhir tahun lalu.

Untuk tahun ini, BRPT, anggota indeks Kompas100 ini, masih akan melanjutkan sejumlah proyeknya. Di sektor energi, BRPT tengah menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan PLTU Jawa 10. Kegiatan konstruksi PLTU tersebut telah dimulai pada Oktober tahun lalu. Dengan nilai investasi sekitar US$ 3,3 miliar, PLTU Jawa 9 dan 10 akan memiliki kapasitas sebesar 2x1.000 megawatt (MW).

 "Target Commercial Operation Date (COD) dari PLTU Jawa 9 dan 10 saat ini adalah di tahun 2025,” imbuh David.

Melalui anak usahanya, PT Star Energy Geothermal, BRPT juga melaksanakan sejumlah proyek panas bumi. Perusahaan ini tengah mempersiapkan rencana eksplorasi di area baru panas bumi yang berada di Sekincau, Lampung Barat dan Hamiding, Halmahera Utara.

David memastikan persiapan proyek tersebut masih sesuai dengan rencana. Dalam catatan Kontan.co.id, BRPT sedang melakukan persiapan dari sisi infrastruktur untuk pelaksanaan pengeboran (drilling) eksplorasi di awal tahun 2022 mendatang.

BRPT pun juga memiliki proyek eksplorasi panas bumi untuk Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Salak Binary yang kelak berkapasitas sebesar 15 MW. Proyek ini direncanakan COD pada tahun 2022.

Di lini bisnis petrokimia, BRPT melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sedang membangun kompleks pabrik petrokimia CAP II di Cilegon, Banten.

David menyebut, persiapan proyek CAP II terus berjalan. Proyek bernilai investasi US$ 5 miliar ini merupakan fase transformasi pertumbuhan TPIA yang akan meningkatkan kapasitas produksi petrokimia dari 4,2 juta ton menjadi di atas 8 juta ton per tahun. “Saat ini proyek tersebut ditargetkan dapat selesai di kisaran tahun 2026,” ungkap David.

Lantas, guna menunjang segala kebutuhan bisnis di tahun ini, BRPT menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 175 juta. Mayoritas capex tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan operasional dari pabrik milik TPIA dan aktivitas pengeboran Star Energy Geothermal.

 

BERITA TERKAIT

Ekonomi Biru, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) menjabarkan strategi untuk meningkatkan…

Kuartal III-2021 Ditopang Industri Pengolahan Non Migas

NERACA Jakarta - Pada kuartal III-2021, perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy), meski pada saat itu sedang diterapkan…

Tahun 2022, Produksi Sawit Diperkirakan Stabil

NERACA Jakarta - Harga minyak sawit mentah (CPO) yang rata-rata berada di atas USD 1.000 per ton sepanjang tahun 2021…

BERITA LAINNYA DI Industri

Ekonomi Biru, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) menjabarkan strategi untuk meningkatkan…

Kuartal III-2021 Ditopang Industri Pengolahan Non Migas

NERACA Jakarta - Pada kuartal III-2021, perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy), meski pada saat itu sedang diterapkan…

Tahun 2022, Produksi Sawit Diperkirakan Stabil

NERACA Jakarta - Harga minyak sawit mentah (CPO) yang rata-rata berada di atas USD 1.000 per ton sepanjang tahun 2021…