BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

NERACA

 

Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan saat sekarang ini seorang ibu harus lebih cermat serta cerdas dalam memilih makanan untuk bayi dan anak dalam masa pertumbuhan.


"Hal ini terkait pula dengan memilih kategori Pangan Olahan untuk Keperluan Gizi Khusus (PKGK) yang di dalamnya termasuk juga Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)," kata dia melalui keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis (6/8).


Ia mengatakan kategori PKGK tersebut merupakan pangan yang mempunyai tingkat risiko keamanan pangan yang tinggi atau high risk karena target konsumennya ialah yang rentan yaitu bayi dan anak.


Penny menjelaskan makanan bayi harus memenuhi persyaratan keamanan, mutu, gizi, label dan iklan. Persyaratan keamanan tersebut menyangkut cemaran yang meliputi zat kimia, logam dan mikrobiologi serta Bahan Tambahan Pangan (BTP).


Kemudian, untuk persyaratan mutu dan gizi ialah terkait kandungan gizi makro dan mikro di antaranya karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.


Sementara untuk persyaratan iklan meliputi informasi apa saja yang harus diperhatikan serta iklan yang dilarang untuk produk tertentu. Pangan untuk bayi misalnya formula bayi dan formula lanjutan dilarang diiklankan di media massa.


Selain itu, ia mengatakan pemilihan makanan bayi yang memang sudah memiliki izin edar resmi, standar tersebut berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam memilih.


"Apabila ditemukan produk pangan Tanpa Izin Edar (TIE), maka BPOM dapat memberikan sanksi pada pelaku usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata dia.


Untuk produk yang melanggar, ujarnya, akan diperintahkan untuk ditarik dari peredaran dan dapat dimusnahkan.

Senada dengan itu, seorang pejuang laktasi Dr Ameetha Drupadi memberikan tips untuk ibu yang ingin memilih MP-ASI terbaik untuk anaknya yakni harus kaya energi, protein dan mikronutrien. Kemudian juga harus bersih dan aman.


Menurut dia MP-ASI tidak boleh mengandung bahan kimia atau berbahaya serta tidak mengandung zat patogen. Dalam pemberian makanan pun juga tidak boleh terlalu panas, tidak terlalu asin atau pedas.


Untuk anak usia enam hingga sembilan bulan, jumlah bertahap dari dua sendok kecil sampai satu mangkuk setiap kali makan."Jadi saat ini ibu harus cerdas dalam memilih makanan untuk bayi dan anak khususnya MP-ASI untuk si kecil yang baru mengenal makanan," katanya. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Febri Diansyah: Kondisi KPK Sudah Berubah Saat Ini

NERACA Jakarta - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan salah satu alasan pengunduran dirinya adalah…

LAN Cabut Anggotanya di Pansel Lelang Jabatan Sekjen DPD, Bukti Ada Kekeliruan

NERACA   Jakarta - Kekeliruan proses dan mekanisme lelang jabatan Sekjen Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) semakin terbuka.…

Indonesia Ajukan Calon pada Pemilihan Deputi Direktur Jenderal WIPO

NERACA Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan bahwa Indonesia akan mengajukan calon dalam pemilihan Deputi Direktur jenderal…

BERITA LAINNYA DI Hukum Bisnis

Febri Diansyah: Kondisi KPK Sudah Berubah Saat Ini

NERACA Jakarta - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan salah satu alasan pengunduran dirinya adalah…

LAN Cabut Anggotanya di Pansel Lelang Jabatan Sekjen DPD, Bukti Ada Kekeliruan

NERACA   Jakarta - Kekeliruan proses dan mekanisme lelang jabatan Sekjen Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) semakin terbuka.…

Indonesia Ajukan Calon pada Pemilihan Deputi Direktur Jenderal WIPO

NERACA Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan bahwa Indonesia akan mengajukan calon dalam pemilihan Deputi Direktur jenderal…