Deal, RI - Armenia Kembangkan Pendidikan Berbasis TI

NERACA

Abu Dhabi – Kerjasama Indonesia dengan negara Timur Tengah tidak hanya dibidang pendidikan saja tapi juga dibidang pendidikan berbasis teknologi informasi (TI).

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Armenia, Armenia Sarkissian. Pertemuan bilateral ini merupakan agenda pertama Presiden Jokowi pada hari kedua kunjungan ke Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Armenia, Armenia Sarkissian berkomitmen untuk menggandeng Indonesia di bidang teknologi informasi. Bahkan pendidikan di kami telah berbasis teknologi informasi," sahut Presiden Sarkissian.

Bahkan, Presiden Sarkissian menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjutinya. "Saya akan segera perintahkan pejabat yang berwenang untuk segera memproses bebas visa ini," papar Sarkissian.

Sementara itu, menurut Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam pertemuan yang dihelat di ruang pertemuan Hotel Emirates Palace, Presiden Jokowi meminta agar kerja sama di bidang teknologi informasi (TI) dapat ditingkatkan dan menjadi salah satu prioritas kerja sama kedua negara. Terlebih lagi, Presiden Jokowi telah mendengar bahwa industri teknologi informasi dan perusahaan rintisan berkembang cukup pesat di Armenia.

"Industri start-up dan inovasi juga sedang berkembang di Indonesia dan masuk dalam 10 negara dengan jumlah unicorn terbanyak di dunia," kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta agar Armenia memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union).

"Free Trade Agreement ini sangat penting untuk memanfaatkan pasar besar Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia yang berjumlah sekitar 450 juta," kata Presiden Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi mengatakan bahwa pada Oktober tahun lalu Indonesia dan Komisi Ekonomi Eurasia telah menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) di Jakarta.

"Ini langkah awal untuk memulai perundingan free trade agreement tersebut," ucap Jokowi.

Sementara itu, lanjut Jokowi untuk meningkatkan hubungan people to people di antara kedua negara, Presiden Jokowi meminta agar pemerintah Armenia memberikan bebas visa bagi warga negara Indonesia.

"Indonesia telah memberikan bebas visa untuk rakyat Armenia. Saya meminta pertimbangan agar Armenia juga dapat memberikan bebas visa bagi Indonesia. Saya yakin ini dapat mendekatkan hubungan people to people antara Indonesia dan Armenia," terang Jokowi.

Disisi lain, Jokowi menambahkan, adapun untuk meningkatkan hubungan people to people di antara kedua negara, Presiden Jokowi meminta agar pemerintah Armenia memberikan bebas visa bagi warga negara Indonesia.

"Indonesia telah memberikan bebas visa untuk rakyat Armenia. Saya meminta pertimbangan agar Armenia juga dapat memberikan bebas visa bagi Indonesia. Saya yakin ini dapat mendekatkan hubungan people to people antara Indonesia dan Armenia," tutur Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Armenia antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis.

Sekedar catatan, dalam kunjungan Presiden RI ke negara Timur Tengah terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

Lima kerja sama antara pemerintah yaitu, pertama, Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Agama RI dengan General Authority of Islamic Affairs and Endowments of the United Arab Emirates terkait kerja sama di bidang urusan agama Islam dan wakaf. Kedua, MoU antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Menteri Pendidikan UEA terkait kerja sama di bidang pendidikan.

Ketiga,  MoU antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA terkait kerja sama di bidang pertanian dan diversifikasi pangan.

Keempat, MoU antara Menteri Kesehatan RI dengan Menteri Kesehatan dan Pencegahan UEA terkait kerja sama kesehatan. Kelima, MoU antara BNPT dan National Intelligence Service of United Arab Emirates terkait kerja sama konter terorisme.

Sementara kerja sama antara pelaku usaha atau B to B, Indonesia dan UAE sepakat bekerja sama dalam projek senilai 22,89 miliar dolar AS dimana UEA akan berpartisipasi berkisar 30 persen di antaranya atau sekitar 6,8 miliar dolar AS.

BERITA TERKAIT

Bimtek Meningkatan Kompetensi Perajin Batik

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Indonesia aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kompetensi para perajin batik…

PGN SAKA Kejar Penyelesaian dan Efisiensi Proyek Lapangan Sidayu

NERACA Jakrta - PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang…

Pemerintah Menekan Impor Bahan Baku Farmasi

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (kemenperin) terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri…

BERITA LAINNYA DI Industri

Bimtek Meningkatan Kompetensi Perajin Batik

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Indonesia aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kompetensi para perajin batik…

PGN SAKA Kejar Penyelesaian dan Efisiensi Proyek Lapangan Sidayu

NERACA Jakrta - PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang…

Pemerintah Menekan Impor Bahan Baku Farmasi

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (kemenperin) terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri…