Pemkab Sukabumi - Ternyata, Belum Memiliki "Tim Inflasi"

Sukabumi - Tingginya angka permintaan bahan baku kebutuhan pokok di Sukabumi, disinyalir menjadi penyebab utama kenaikan harga. Anehnya, kondisi itu seperti dibiarkan, sehingga dapat memicu kesenjangan antara pelaku usaha dan konsumen.

Persoalan lainnya, wilayah Kabupaten Sukabumi yang rentan menjadi daerah tujuan ditribusi peredaran barang dan jasa, tidak memiliki tim inflasi seperti Kota Sukabumi. Padahal, dua daerah ini sama-sama  belum memiliki kantor Bank Indonesia.

Kepala Bagian Ekonomi, melalui Kasubag Bina Lembaga Akhmad Tibyani, mengaku hingga kini Bagian Perekonomian tidak pernah dilibatkan untuk pendataan penyebab terjadinya pemicu terhambatnya distribusi barang. “Padahal dengan adanya keterlamtanan distribusi barang, bisa mengakibatkan inflasi, selain dari tingginya angka pengangguran, infrastruktur rusak, dan kenaikan harga sembako dan kelangkaan barang seperti pupuk. Dan daerah tidak memiliki wewenang kepada Bank Indonesia untuk meminta dibentuk tim inflasi” terang dia saat dihubungi NERACA, Minggu (5/2)

Bagian ekonomi, tambah Ahmad Tibyani, selama ini hanya mendapatkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), “ Bagian ekonomi acapkali mendapat informasi dari BPS. Sehingga untuk mengetahui terjadinya kenaikan harga itu, kita harus selalu koordinasi dengan BPPS maupun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai salahsatu pengkaji ekonomi” ujar Akhmad Tibyani.

Padahal, tambah dia, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku usaha baik pemerintah maupun swasta. ”Tanpa dukungan dan komitmen, niscaya tingkat inflasi bias tinggi, karena kurangnya kontrol kekuatan permintaan dan penawaran”, tandas dia.

Ahmad Tibyani mengatakan, penting adanya tim pemantau kestabilan harga. Hal itu didasarkan  pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi di tingkat daerah, memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat, “Tetapi semua kebijakan itu ada pada pihak BI. Kalau pihak BI mengatakan belum dibutuhkan tim inflasi di daerah, kita tak bisa berbuat apa-apa” ungkap dia. (rony)

BERITA TERKAIT

Buku Digital Banking Revolution Jawab Tantangan Perbankan Hadapi Era 5G

NERACA   Jakarta - Teknologi telah mengubah kehidupan. Mengubah wajah industri dan peradaban. Tak terkecuali perbankan. Semua berawal dari kemajuan…

Oxygen Denim Bersama Dedi Alfian Siap Rebut Pasar Kota-Kota Besar di Indonesia

NERACA Jakarta - Brand fashion Oxygen Denim, terus memperkuat eksistensinya di dunia garmen clothing dan fashion dengan menargetkan pemasaran di…

Kolaborasi KemenkopUKM dan KemenBUMN Pulihkan KUMKM Terdampak Covid-19

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian BUMN berkolaborasi dalam upaya membantu pemulihan dan mengembangkan koperasi dan UMKM…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Buku Digital Banking Revolution Jawab Tantangan Perbankan Hadapi Era 5G

NERACA   Jakarta - Teknologi telah mengubah kehidupan. Mengubah wajah industri dan peradaban. Tak terkecuali perbankan. Semua berawal dari kemajuan…

Oxygen Denim Bersama Dedi Alfian Siap Rebut Pasar Kota-Kota Besar di Indonesia

NERACA Jakarta - Brand fashion Oxygen Denim, terus memperkuat eksistensinya di dunia garmen clothing dan fashion dengan menargetkan pemasaran di…

Kolaborasi KemenkopUKM dan KemenBUMN Pulihkan KUMKM Terdampak Covid-19

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian BUMN berkolaborasi dalam upaya membantu pemulihan dan mengembangkan koperasi dan UMKM…