IMF Siap Selamatkan Eropa dari Krisis

NERACA

Berlin--- Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF)  meminta  dunia agar menyelamatkan Eropa dari krisis. Karena itu tingkat suku bunga Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) serta obligasi zona euro perlu turun lebih rendah.   Demikian kata Lagarde disampaikan sesaat setelah lembaga donor internasional tersebut memperingatkan turunnya prospek pertumbuhan dunia pada Senin 23 Januari waktu setempat.

Lebih jauh Lagarde juga menyerukan agar IMF mendapatkan dana tambahan sebesar USD500 miliar guna membantu negara-negara yang terkena dampak krisis Eropa. Karena itu, meminta pembuat kebijakan, jangan sampai  gagal melakukan apa yang diperlukan.  Maka dunia bisa masuk ke dalam isolasionisme seperti pada 1930 yang berujung pada great depression dan memicu terjadinya perang dunia.

Sejauh ini, kata Lagarde, krisis zona euro sedikit banyak telah diselesaikan namun kebijakan yang disepakati masih berupa beberapa bagian dari solusi yang komprehensif. Krisis utang yang melanda zona euro harus memfokuskan penyelesaian terhadap peningkatan pertumbuhan serta memperkuat pertahanan dari penularan gejolak utang, serta mendekatkan antara politik dan ekonomi.

Lagarde menegaskan, untuk memacu pertumbuhan diperlukan tingkat suku bunga rendah dari ECB. Jika laju inflasi rendah, maka bisa diikuti dengan kebijakan moneter tambahan yang longgar dan tepat waktu. "Kami memerlukan perlindungan lebih kuat. Tanpa hal itu negara-negara seperti Italia dan Spanyol yang pada dasarnya mampu membayar kembali utang-utangnya dapat dipaksa menuju krisis solvabilitas akibat pendanaan yang tidak normal," imbuhnya.

Dia mengusulkan, program pengalihan dana penyelamatan melalui Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) ke dalam skema dana talangan (bailout) permanen Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) segera diberlakukan pada pertengahan tahun ini. Sedangkan untuk ECB, Lagarde menyediakan dukungan likuiditas yang diperlukan guna menstabilkan pendanaan bank dan utang.

Di bagian lain menteri keuangan zona euro terus berupaya menjamin penghapusan utang Yunani. Para menteri keuangan dari negara pengguna mata uang euro tersebut mengadakan pertemuan pada Senin (23/1) guna menuntaskan perjanjian disiplin anggaran di seluruh zona Euro. Pertemuan tersebut seiring dengan langkah Athena dan pemberi pinjaman swasta dalam mencari landasan bersama dalam menghapus utang 100 miliar euro (USD129 miliar) dari 350 miliar euro.

Pascanegosiasi kesepakatan penghapusan utang, Institute of International Finance (IIF) yang mewakili kreditur swasta Yunani menyatakan, perbankan bersedia memangkas utang yang ada di Yunani melalui kesepakatan pertukaran obligasi.

Managing Director IIF Charles Dallara yang juga negosiator utama program penghapusan utang swasta mengatakan, hal tersebut merupakan tawaran terbaik sekaligus konsisten.  "Walaupun pembicaraan berada di "persimpangan jalan", saya tetap optimistis," ungkapnya. 

BERITA TERKAIT

Memastikan Aman, APJI Luncurkan Panduan Pelayanan Bidang Makanan dan Minuman

  NERACA Jakarta – Pendemi Corona Virus Desease 19 (Covid 19) masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diantisipasi dan telah…

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Memastikan Aman, APJI Luncurkan Panduan Pelayanan Bidang Makanan dan Minuman

  NERACA Jakarta – Pendemi Corona Virus Desease 19 (Covid 19) masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diantisipasi dan telah…

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…