Kreatif dan Inovatif - Dian Adriani Noeh Abubakar - CEO Kennedy, Voice & Berliner

Berkarakter kuat, tegas namun murah senyum. Itulah sosok Dian Adriani Noeh Abubakar, pendiri perusahaan konsultan Kennedy, Voice & Berliner (KVB). Dalam menjalankan profesinya sebagai senior public relations (PR) consultant. Dian, begitu dirinya biasa disapa, mengatakan kalau saat ini dunia PR perannya sangatlah kuat.

Selain membuka cakrawala baru, juga penuh tantangan dan kejutan. Apalagi, persaingan antarkonsultan PR mengharuskan seseorang untuk harus terus kreatif dan memiliki inovasi tinggi. Setelah malang-melintang di dunia PR sejak 1999 silam, hingga mendirikan KVB lantas tak membuat Dian merasa puas.

Apalagi, selama bekerja sebagai konsultan PR, Dian lebih banyak merasakan positif dan happy, ketimbang unhappy. Kini, lanjut wanita yang suka ceplas-ceplos, perusahaan PR yang didirikannya merupakan perusahaan lokal namun mendapat sokongan dari jaringan global WIR Group, perusahaan branding terkemuka di Asia Tenggara. Keinginan membangun usaha sendiri memang sudah lama menjadi impiannya.

Kata dia, ada tiga poin utama mengapa dirinya berkeinginan kuat membentuk usaha. Pertama, memiliki perusahaan sendiri berarti turut menciptakan lapangan kerja dan menyerap lulusan sekolah PR. Kedua, sangat antusias membantu mengembangkan industri PR, seperti fungsi dan bagaimana PR bekerja dengan menggabungkan disiplin komunikasi lainnya semisal iklan, melalui mengajar.

Ketiga, melalui perusahaannnya sendiri, Dian memiliki banyak waktu untuk ikut aktif berbagi ilmu tentang PR kepada startups atau usaha rintisan yang semakin banyak di Indonesia. “Dengan PR, saya harap para startups bisa membangun dan membentuk brand mereka. Kita juga harus memiliki corporate brand yang setara dengan perusahaan gobal sekelas Mercedes Benz atau General Electric,” ungkap Dian, menggebu-gebu.

Mengenai startups, Dian mengaku telah mendirikan anak usaha lainnya, Voice of Startups, sejak 2012 yang bertujuan membangun brand yang terdiri dari kategori “technology” dan “non-technology”. “Meski baru dirintis, Voice of Startups ini merupakan PR services untuk perusahaan skala besar yang bergerak di bidang manufakturing, jasa, dan korporasi,” tambahnya.

Dian pun berkelakar bahwa perusahaannya berbeda dengan perusahaan PR yang lain lantaran tidak hanya sebatas memberikan konsultasi PR tetapi memberikan konsultasi untuk startups. Tak selesai sampai di situ. Lagi-lagi wanita berparas ayu ini membuat PR sektor agrikultur atau pertanian.

Alasan dia mendirikan PR agrikultur karena Indonesia sejatinya negara agraris yang berbasis pertanian. “Kita bisa mengelola produk lokal kita, tentunya, dengan merek lokal (brand local) pula. Pertanian adalah sektor yang saya ingin pelajari lebih dalam, seperti produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Saya juga tidak yakin kalau ada PR firm lain membuat PR agrikultur,” ungkapnya seraya bangga.

Business like Triathlon

Dalam menjalankan bisnis, Dian mengingatkan agar memiliki prinsip dasar. Yaitu fokus kepada kolaborasi sehingga banyak yang mendukung usaha kita. Lalu, focus on collaboration instead of worried much with competiton.

“Menurut saya, bisnis dan kehidupan itu seperti olah raga triathlon. Tantangan secara konstan dalam beragam bentuk (kalau di triathlon ada renang, sepeda dan lari). So, life is like a triathlon, just manage endurance,” tegas Dian.

Wanita berdarah campuran Aceh dan Madiun-Sunda itu melanjutkan, pada prinsipnya nothing is impossible. Namun demikian, sambung Dian, dalam melakukan sesuatu pekerjaaan haruslah tulus, memiliki komitmen, setia pada sahabat dan keluarga, dan membawa orang lain untuk ikut tumbuh bersama, serta menghormati kompetitor.

Bagaimana dengan tahun ini? Dirinya berinisiatif mengadakan Impact Forum, yaitu wadah bertukar fikiran mengenai role of founders and entrepreneur melalui model bisnis yang didesain sedemikian rupa. Pada April 2014, kali pertama Impact Forum diadakan dengan menghadirkan David Soeryadjaya, Martin Hartono, Indra Uno, dan Evan Kanter.

 “My next plan is.. membuat perusahaan yang melibatkan sekaligus bermitra dengan anak muda di mana model perusahaannya berbentuk mentorship dan empowerement,” kata Dian, menutup pembicaraan. [ahm]

BERITA TERKAIT

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

BERITA LAINNYA DI

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…