Ajukan PMN Rp1,56 Triliun - PTPP Bangun Kawasan Industri Hingga Tol

NERACA

Jakarta -Perkuat struktur modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, (PTPP) mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) tahun 2025 sebesar Rp 1,56 triliun kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad mengatakan, suntikan modal negara rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan dan pengembangan kawasan industri grand Rebana sebesar Rp 1 triliun dan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 2 Rp 563 miliar.“Terkait dengan pengembangan Kawasan Industri Grand Rebana yang akan dilaksanakan di 2025, di mana saat ini masih pekerjaan master planning. Tol Yogyakarta-Bawen, kami memiliki sekitar 13,16% saham, dan ada di seksi 2 yang perkiraan nanti kami harus memberikan total investasi kebutuhan ekuitas sebesar Rp 563 miliar,”ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, kemarin.

Pembangunan dua proyek tersebut, menurut dia, akan menciptakan multiplier effect (efek pengganda) bagi masyarakat seperti, menyediakan lapangan pekerjaan juga menciptakan peluang masuknya investasi asing.“Dan juga membangun kekuatan industri baik industri halal maupun industri 4.0 dan tentunya di (Tol) Yogya-Bawen terkait dengan aksesibilitas di area Joglosemar yang nantinya akan lebih lengkap di sana,”kata Novel.

Dalam paparannya, progres pekerjaan konstruksi PTPP atas Tol Yogya-Bawen per 31 Mei 2024 telah mencapai 18,09%. Sedangkan, Kawasan Industri Grand Rebana direncanakan akan mulai konstruksi pada tahun 2025, sementara saat ini masih berupa master planning."Kemudian, ini adalah update kajian untuk (kawasan industri) Grand Rebana yang lokasinya ada di Subang. Di mana, area tersebut kurang lebih totalnya 1.453 hektare, namun di tahap I luasan yang akan digunakan sekitar 700 hektare dan disini areanya juga sudah dibagi dengan penggunaan masing-masing area," papar Novel.

Adapun pembagian klaster di luasan area 700 hektare (ha) tersebut di antaranya industri otomotif sebesar 44,63%, industri kimia (17,39%), industri tekstil dan pakaian (15,20%), industri elektronik (11,76%), industri makanan dan minuman (10%), industri kecil menengah (IKM) lainnya sekitar 1,02%."Dari total 700 Ha tadi, area yang saat ini masih harus kami selesaikan adalah lahan enclave (lahan yang belum dibebaskan) yang bekerjasama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Sehingga area tersebut bisa bebas sepenuhnya. Sehingga secara pekerjaan bisa dilaksanakan," ujar Novel.

Novel pun menerangkan, bagian pekerjaan PTPP dalam pembangunan Tol Yogya-Bawen adalah di ruas jalan seksi 2 yang sepanjang 15,20 kilometer (km) dengan progres pembebasan lahan per akhir tahun 2023 mencapai 83,48%."Saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan yang hampir tuntas dan diharapkan di tahun 2024 bisa tuntas sepenuhnya. Sehingga kami bisa melaksanakan pekerjaan konstruksi di triwulan III atau IV di 2024,"jelasnya.

BERITA TERKAIT

Bersama OJK, PNM Gelar Literasi Keuangan Syariah

Bantu pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional Aceh…

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bersama OJK, PNM Gelar Literasi Keuangan Syariah

Bantu pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional Aceh…

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…