Akuisisi Tol MBZ - Nusantara Infra Private Sector Terbesar di Tol

NERACA

Jakarta -Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perusahaan) menyetujui keempat mata acara rapat. Keempat mata acara rapat yang dibahas dalam RUPST diantaranya persetujuan laporan tahunan dan termasuk pengesahan laporan keuangan, persetujuan penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan dan terakhir penetapan tugas dan wewenang serta gaji dan tunjangan bagi anggota direksi dan komisaris.

Dengan digelarnya RUSPT tersebut, hal ini juga menandakan perseroan siap menjadi private sector terbesar dan terkuat di jalan tol. Indah D.P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, akhir tahun lalu perusahaan berhasil melunasi seluruh hutang pembelian 40% saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), pengelola Jalan Layang MBZ, “Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia (GIC) untuk dapat memperkuat struktur permodalan anak usaha di sektor jalan tol, dengan jumlah peningkatan modal sebesar Rp4,35 triliun,”ujarnya.

Terlebih, lanjut Indah, pemegang saham pengendali perseroan juga turut menanamkan modalnya di anak usaha sektor jalan tol (MPTIS), yang berdampak positif pada exposure minat berbisnis di sektor jalan tol di Indonesia, dan membawa dampak bagi perseroan untuk mempersiapkan strategi-strategi ekspansi usaha di tahun-tahun mendatang.

Tahun lalu, perusahaan mencatatkan rugi sekitar Rp235 miliar dan setelah diakumulasikan dengan saldo laba dari tahun buku sebelumnya sampai dengan tahun 2023 masih mencatatkan saldo laba sebesar Rp359 miliar. Penggunaan laba bersih diputuskan oleh RUPST dengan memperhatikan kepentingan dan rencana pengembangan usaha perusahaan ke depannya.

Ditambahkan Indah, dengan lunasnya utang jangka pendek (bridge loan) sejumlah Rp4,03 triliun, perusahaan atas aksi korporasi akuisisi lalu meyakini kondisi keuangan di tahun 2024 akan jauh lebih baik, didukung dengan struktur permodalan yang lebih kuat untuk persiapan berbagai rencana ekspansi yang lebih besar lagi. “Manajemen optimis, perusahaan akan menjadi private sector terbesar dan terkuat di bidang jalan tol.”tandasnya.

Selain sektor energi terbarukan, pengelolaan air bersih serta pengembangan bisnis di bidang perdagangan, advertising dan pengelolaan parkir, di sektor terbesarnya perusahaan memegang konsesi Jalan Tol BSD, Ruas Serpong-Pondok Aren sepanjang 7,25 km; Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1-3 dengan total panjang 10 km; Jalan Tol Makassar sepanjang 11,57 km  dan Jalan Akses Tol Makassar New Portsepanjang 3,2 km; Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) dengan panjang 38 km serta Jalan Tol Ruas Kebon Jeruk-Penjaringan (JORR W1) 9,7 km.

BERITA TERKAIT

Bersama OJK, PNM Gelar Literasi Keuangan Syariah

Bantu pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional Aceh…

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…