Sinar Eka Selaras Bagikan Dividen Rp51,8 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp10, untuk setiap lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp51.8 miliar sebelum pajak yang akan dibayarkan atas 5.187.500.000 lembar saham dan memberikan kuasa kepada direksi untuk melakukan segala tindakan sehubungan dengan pembagian dividen tersebut. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementrara sebesar Rp 500 juta dimasukkan sebagai cadangan sesuai Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan sisanya dimasukkan sebagai laba yang ditahan. Distribusi dividen akan diinformasikan jadwalnya oleh perseroan pada saat penyampaian ringkasan risalah rapat.

RUPS luar biasa perseroan menyetujui perubahan rencana penggunaan dana perolehan penawaran umum (IPO) untuk pemberian pinjaman kepada entitas anak yakni PT Mitra Internasional Indonesia. Rinciannya adalah penyesuaian jumlah pembukaan gerai baru dari rencana awal menjadi sekitar 30 gerai dengan brand yang sudah ada. Hal ini dilakukan demi menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan kondisi pasar, lokasi dan daya beli konsumen.

Perseroan juga memutuskan untuk menggunakan dana yang awalnya diperuntukkan sebagai belanja modal menjadi modal kerja guna memperkuat dan mendukung operasional dari gerai yang sudah ada. Rencana pemberian modal kepada entitas anak yakni PT Master Selam Indonesia dialihkan untuk memperkuat modal kerja Perseroan dari sebelumnya 49,25% dari dana bersih menjadi 58,19% guna mendukung kegiatan usaha utama dan operasional.

Sepanjang tahun 2023, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 23% menjadi Rp3,7 triliun dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp211 miliar, atau tumbuh 14% dari tahun sebelumnya. Pencapaian positif ini didukung oleh inisiatif ekspansi jaringan ritel sebanyak 56 gerai baru serta peluncuran berbagai produk baru yang turut mendongkrak minat berbelanja masyarakat.

Tren penjualan yang positif ini berlanjut pada Kuartal I 2024, didukung dengan momentum Ramadan yang mendorong penjualan bersih Perseroan sebesar 21% menjadi Rp1,09 triliun dengan laba bersih diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp41 miliar. Kenaikan penjualan ini sejalan dengan penambahan jaringan ritel menjadi 129 toko pada akhir Maret 2024.

Perseroan sendiri mengaku optimistis bisa mencetak kinerja lebih baik di tahun ini. Hal ini terlihat dari rencana ekspansi bisnis ERAL yang semakin masif. Padal awal tahun ini, ERAL telah meresmikan 15 gerai baru dari berbagai merek ritel. Di samping memperkenalkan merek-merek gaya hidup favorit terkini ke pelanggan Indonesia. Langkah ini juga sekaligus memperluas cakupan geografis.

CEO PT Sinar Eka Selaras Tbk, Djohan Sutanto seperti dikutip Kontan pernah bilang, pembukaan gerai baru di tahun ini tidak hanya berhenti di situ. Rencananya,  ERAL akan menambah 60 gerai di luar kota Jakarta, namun tetap berfokus di Pulau Jawa."Untuk ekspansi gerai masi akan terus berjalan terus. Target nya adalah lebih baik dari tahun lalu dari sisi jumlah gerai yang akan dibuka," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Bersama OJK, PNM Gelar Literasi Keuangan Syariah

Bantu pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional Aceh…

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…