Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis telekomunikasi, cross selling, sampai efisiensi bisnis. “Tiga strategi utama tersebut menjadi motor pertumbuhan performa perseroan pada tahun ini,”kata Direktur MCAS, Mohammad Anis Yunianto di Jakarta, kemarin.

Strategi MCAS di penjualan motor listrik misalnya, perseroan membidik penjualan EV merek Volta mengalami pertumbuhan dibanding populasi saat ini yang sudah mencapai 16 ribu di Indonesia.“Kami menargetkan populasi Volta tahun ini bisa meningkat hingga 34 ribu,” jelas Anis.

Bukan hanya itu, dirinya juga berharap, dengan adanya subsidi pemerintah sebesar Rp 7 juta per satu orang tanda penduduk mampu meningkatkan penjualan Volta secara signifikan. Bahkan, perseroan tak segan untuk menambah dealer agen penjual guna meningkatkan pelayanan after sales. Terlebih, perseroan sudah menjalin kerja sama dengan PT Bluebird Tbk (BIRD) untuk menjual unit kendaraan listrik kepada para sopir blue bird melalui skema cicilan dalam program kepemilikan yang digarap BIRD.

Strategi kedua, Anis menyebut, perseroan memfokuskan pada segmen cloud advertising. Perseroan menargetkan untuk memperbanyak digital advertising screens hingga 31 ribu titik baik di pasar modern dan pasar tradisional. Pada 2023, perseroan tercatat sudah memiliki sebanyak 28 ribu titik digital advertising screens. Sementara pada bisnis lainya yakni SaaS Client melalui WhatsApp business, perseroan menargetkan bertambah menjadi 154 klien, dari sebelumnya 144 klien. Kemudian, dari segmen digital distribution point, tahun ini MCAS mengincar pertumbuhan menjadi 410 ribu.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 84 miliar. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan perseroan untuk melakukan pengembangan bisnis tahun ini. “Capex yang kita alokasikan 2024 sekitar Rp 84 miliar,” kata Anis.

Sepanjang tahun buku 2023, emiten bersandi saham MCAS tersebut berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 11,69 triliun. Realisasi ini menurun sebesar 5% dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp 12,31 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari produk digital yang menyumbang Rp 2,1 triliun, lalu digital product aggregator sebesar Rp 9,1 triliun, dan digital cloud advertising sebesar Rp 212,7 miliar.

Kontribusi lainnya siumbang dari penjualan produk SAAS yang menyumbang sebesar Rp 74,6 miliar, diikuti clean energy product dan services sebesar Rp 148,2 miliar, digital wholesale sebesar 47,6 miliar dan pemasukan dari hiburan dan konten sebesar Rp 1,1 miliar. Kinerja kurang impresif MCAS sepanjang 2023 mengakibatkan laba bersih tahun berjalan perseroan perseroan susut menjadi Rp 2,85 miliar dari sebelumnya mampu mendulang untung hingga Rp 40,64 miliar. 

 

BERITA TERKAIT

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…