Dukung Target Net Zero Emission (NZE) - Pertamina Tanam 100 Pohon di Sumatera Selatan

Dalam memperingati hari Hutan Sedunia dan juga peduli pada lingkungan, Pertamina menanam sebanyak 100 pohon di Sumatera Selatan (Sumsel). Melalui hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengadakan Gerakan Penanaman Pohon di Taman Wisata Punti Kayu yang secara simbolis penanaman pohon dilaksanakan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berjumlah 16 pohon."Gerakan penanaman pohon ini sebagai bentuk dari komitmen Pertamina dalam menjaga kelestarian plasma nutfah di Sumsel. Pohon yang diserahkan untuk ditanam terdiri dari pohon damar dan buah-buahan yang berjumlah 100 pohon," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan di Palembang, kemarin.

Disampaikannya, Hari Hutan Sedunia 2024 mengusung tema "Forest and Innovation" yang menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan hutan untuk mencapai tujuan pelestarian dan berkelanjutan. Pertamina, lanjutnya, sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian SDGs.

Melalui kegiatan tersebut juga Pertamina mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGS) nomor lima belas yaitu ekosistem darat. Pertamina juga selalu berkomitmen untuk senantiasa melaksanakan program-program yang didasari pendekatan adaptasi dan mitigasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG)."Gerakan penanaman pohon ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberadaan serta perlindungan hutan bagi ekosistem dan kehidupan manusia dan diharapkan dapat mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan yang juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Nikho.

Sementara itu, Kepala Unit Wisata Alam dan Rehabilitasi Flora dan Fauna BKSDA Provinsi Sumsel, Doni mengatakan penanaman pohon ini sangat penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati di Sumsel.“Penanaman pohon ini sangat penting dilakukan untuk menjaga kelestarian plasma nutfah di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini kita lakukan di Taman Wisata Punti Kayu sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau di Kota Palembang,” ujar dia.

Asal tahu saja, kawasan hutan Indonesia pada akhir 2023 mencapai 125 juta hektare. Namun, semangat Hari Hutan masih tak mampu menghentikan penyusutan tutupan hutan alam (deforestasi) yang masih terjadi. Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization-FAO) dalam In Brief to The State of the World’s Forests 2022 menyebut, seluas 420 juta hektare hutan hilang akibat deforestasi dalam rentang waktu 1990 hingga 2020.

Laju deforestasi secara global menurun, tetapi 10 juta hektare hutan masih hilang per tahun antara 2015-2020. Pada 2000-2020, hutan primer yang hilang tercatat sekitar 47 juta hektare. Sementara hutan alam di Indonesia ini tidak bisa dibilang aman. Lantaran potensi deforestasi masih mengancam. Apalagi ada deforestasi terencana yang disebutkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).

Deforestasi terencana adalah konversi hutan alam yang dilakukan secara legal, di antaranya area berhutan alam di HGU dan PBPH HT yang masuk arahan produksi yang dapat dikonversi menjadi kebun dan hutan tanaman dan juga di APL dan HPK yang berpotensi dikonversi untuk kegiatan non kehutanan.

Merujuk pada pengertian versi KLHK, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Sementara, kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.

Hutan tidak selalu berada di kawasan hutan, dan kawasan hutan tidak pasti berhutan. Walaupun berbeda, namun keduanya sama-sama terancam dan luasannya terus menyusut. Menurut Laporan Kinerja Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Tahun 2022, dari 187,7 juta hektare total luas daratan Indonesia (118,4 juta hektare kawasan hutan daratan dan 69,3 juta hektare areal penggunaan lain-APL), lahan berhutan (bertutupan hutan) luasnya tersisa hanya 50,8% atau sekitar 95,3 juta hektare.

 

BERITA TERKAIT

Semarak Halal bil Halal - FIFGroup Berbagi Kebahaagiaan Bersama 35 Panti Asuhan

Setelah perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, penting untuk tetap menghidupkan semangat kebaikan dan saling berbagi kepada sesama. Dalam…

Gen-Z dan Milenial Pilar Penentu Pengelolaan Hutan Lestari

Generasi muda yang masuk dalam kelompok umur Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh dengan gagasan inovatif serta mampu…

Berbagi Kebahagiaan - Tower Bersama Kirim Bingkisan Lebaran Ke Panti Asuhan

Masih dalam rangkaian berbagi bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1445 hijriah, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turut berbagi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Semarak Halal bil Halal - FIFGroup Berbagi Kebahaagiaan Bersama 35 Panti Asuhan

Setelah perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, penting untuk tetap menghidupkan semangat kebaikan dan saling berbagi kepada sesama. Dalam…

Gen-Z dan Milenial Pilar Penentu Pengelolaan Hutan Lestari

Generasi muda yang masuk dalam kelompok umur Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh dengan gagasan inovatif serta mampu…

Berbagi Kebahagiaan - Tower Bersama Kirim Bingkisan Lebaran Ke Panti Asuhan

Masih dalam rangkaian berbagi bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1445 hijriah, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turut berbagi…