Kemasan Siap Ekspor Produk UMKM Tingkatkan Daya Saing

NERACA

Minahasa Selatan – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya mendorong penggunaan kemasan siap ekspor kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM dapat    meningkatkan daya saing produk mereka, salah satunya melalui penggunaan kemasan siap ekspor. 

Penggunaan kemasan siap ekspor merupakan kunci keberhasilan dalam memperluas peluang ekspor ke negara-negara yang telah berhasil dibuka akses pasarnya. “Dalam upaya meningkatkan ekspor, sangat penting untuk selalu berupaya meningkatkan nilai dan fungsi suatu produk sehingga siap menghadapi persaingan di negara-negara pasar ekspor,” ungkap Jerry.

Jerry menyatakan nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 242,9 miliar pada 2023. Adapun  neraca perdagangan Indonesia pada 2023 juga masih menunjukkan tren positif, dengan surplus sebesarUSD 36,93 miliar.

Selain itu, Jerry juga mengutarakan, Indonesia telah berhasil mengimplementasikan 37 perjanjian perdagangan, 15 perjanjian perdagangan sedang dalam proses perundingan, dan 16 lainnya dalam tahap penjajakan.

Para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah  diimplementasikan untuk mengembangkan produknya ke pasar global, sehingga dapat memperluas dan menciptakan pasar baru guna meningkatkan ekspor.

Lebih lanjut, para pelaku UMKM dan pedagang pasar rakyat harus terus  menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dengan masuk ke pasar digital melalui platform niaga elektronik.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan peran digitalisasi bagi pelaku UMKM dan pedagang  pasar sangat penting sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya beli rumah tangga. Saat ini pelaku UMKM telah menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Digitalisasi ini sebuah keniscayaan. Sesuai perkembangan zaman, saat ini ilmu berdagang adalah digitalisasi. Kalau kita sebagai UMKM dan pedagang tidak ikut serta, bisa ketinggalan. Kita bisa menjadi dinosaurus karena semua sudah berubah dengan cepat,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, UMKM dan pasar rakyat turut berkontribusi terhadap kinerja ekonomi 2023.  Hingga triwulan III 2023, ekonomi nasional secara kumulatif mampu tumbuh 5,05 persen. Konsistensi  pertumbuhan ini menandakan daya tahan dan kinerja perekonomian Indonesia yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Inflasi Indonesia juga terkendali di level 2,61 persen (YoY) per Desember 2023.

“Capaian ini tidak akan terwujud tanpa peran UMKM dan pasar rakyat. Memang pondasi atau tulang punggung ekonomi Indonesia itu adalah UMKM dan pasar rakyat,” kata Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, potensi kontribusi UMKM dan pasar rakyat dalam perekonomian pun menjadi  perhatian pemerintah. Sehingga dalam hal ini keberpihakan pemerintah kepada UMKM dan pedagang  pasar dapat mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang unggul dan mampu berwirausaha.

“Keberpihakan pemerintah kepada UMKM dan pedagang memang all out. Saya meyakini upaya pemerintah akan menjadi cikal bakal lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan mengerti dunia usaha,” ujar Zulkifli.

Lebih lanjut, untuk mendukung usaha para pedagang di pasar rakyat, Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun menjalankan program pembenahan pasar rakyat.

Pada periode 2015—2023, Kemendag telah membenahi secara fisik 5.352 unit pasar rakyat di Indonesia. Revitalisasi diperlukan untuk memberi tempat yang aman dan nyaman bagi UMKM dan pedagang pasar  rakyat untuk mempromosikan produk unggulan daerah serta mendukung kelancaran logistik.

“Revitalisasi pasar pada periode 2015—2023 sudah hampir mencapai 5.400 unit,”ujar Zulkifli.

Selain revitalisasi fisik, revitalisasi nonfisik juga perlu untuk meningkatkan potensi pedagang dan UMKM  yang berjualan di pasar rakyat. Terdapat empat aspek nonfisik yang perlu ditingkatkan, yaitu kemampuan  mengelola keuangan; etika berdagang; tata kelola; serta dorongan digitalisasi yang berkolaborasi dengan platform-platform niaga elektronik, kementerian, dan lembaga.

Saat ini, Kemendag telah melaksanakan empat strategi untuk mendorong UMKM dan pedagang untuk naik kelas. Keempat strategi tersebut adalah berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mendorong metode pembayaran melalui QRIS, berkolaborasi dengan Grab Mart sebagai platform delivery on demand, berkolaborasi dengan platform niaga elektronik Dagangan dalam memperkuat suplai produk berbasis digital, serta berkolaborasi dengan Tokopedia untuk mendorong pedagang dan UMKM masuk ke dalam lokapasar.

Terkait dengan UMKM, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopukm) Hanung Harimba Rachman mengatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya memperkuat ekosistem usaha yang kondusif agar koperasi dan UMKM dapat berdaya saing, salah satunya dengan menyediakan tempat promosi bagi pelaku UMKM.

“KemenKopUKM akan terus mengimbau pengelola infrastruktur publik agar menunjukkan keberpihakannya dalam mengembangkan UMKM melalui penyediaan tempat promosi dan pengenaan tarif sewa khusus bagi UMKM,” ujar Hanung.

 

BERITA TERKAIT

KemenKopUKM Gandeng Lembaga Inkubator UNNES dan Hetero Space Ciptakan Wirausaha Baru

NERACA Semarang - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES)…

Mayoritas Komoditas yang Dikenakan Bea Keluar Alami Penurunan Harga - HPE PERTAMBANGAN Maret 2024

NERACA Jakarta – Pada periode Maret 2024, mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga dibandingkan…

Hilirisasi Sampah, Bangkitkan Ekonomi Biru

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

KemenKopUKM Gandeng Lembaga Inkubator UNNES dan Hetero Space Ciptakan Wirausaha Baru

NERACA Semarang - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES)…

Mayoritas Komoditas yang Dikenakan Bea Keluar Alami Penurunan Harga - HPE PERTAMBANGAN Maret 2024

NERACA Jakarta – Pada periode Maret 2024, mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga dibandingkan…

Hilirisasi Sampah, Bangkitkan Ekonomi Biru

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan…