INFLASI SEPTEMBER 2,28 PERSEN - BPS: Efek El Nino Membuat Harga Beras Naik

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan dampak El Nino dapat membuat stok di lumbung padi Indonesia menipis sehingga harga beras melonjak. "Kenaikan harga beras ini tentunya disebabkan berkurangnya pasokan akibat kemarau berkepanjangan dan penurunan produksi karena efek El Nino," ujar Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/10).

NERACA

Menurut Amalia, inflasi September 2023 0,19 persen secara bulanan (mtm) dan 2,28 persen secara tahunan (yoy). Bahkan, inflasi beras menyentuh 5,61 persen mtm yang memecahkan rekor tertinggi sejak Februari 2018, di mana andil kenaikan harga beras mencapai 0,18 persen.

"Kenaikan harga beras cukup tajam terjadi di sentra-sentra produksi padi nasional, seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Ini juga mengindikasikan terjadinya penurunan pasokan beras akibat penurunan produksi padi di provinsi-provinsi sentra produksi tersebut," ujarnya.

Amalia mengatakan penurunan luas panen yang didorong dampak El Nino juga membuat pasokan produksi padi menurun. Harga gabah pun ikut terkerek. Seiring dengan kenaikan harga gabah, beras juga mengalami lonjakan. Kenaikan harga beras terjadi merata di setiap level, mulai dari penggilingan, grosir, dan konsumen.

"Secara bulanan, kenaikan harga beras pada September 2023 ini memang terlihat lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga beras pada September tahun lalu. Kenaikan beras tertinggi terjadi di level penggilingan seiring semakin terbatasnya produksi padi dan suplai gabah ke penggilingan padi," ujarnya.

Selain itu,  tingkat inflasi bulanan September 2023 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu. Terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 112,87 pada September 2022 menjadi 115,44 pada September 2023.

"Komponen yang dominan memberikan andil selama setahun terakhir adalah rokok kretek filter, rokok putih, rokok kretek, tarif kereta api, dan tarif air minum PAM. Komoditas yang memberikan andil inflasi selama setahun terakhir adalah beras, bawang putih, daging ayam ras, kentang, dan tahu mentah," tutur Amalia.  

Dia merinci penyumbang inflasi terbesar secara yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,28 persen. Lalu, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil inflasi 1,08 persen serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi terbesar secara bulanan (month to month/mtm) adalah beras dengan andil 0,18 persen serta bensin sebesar 0,6 persen imbas kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ada juga sumbangsih 0,01 persen beberapa komoditas lain, seperti tarif pulsa ponsel; biaya kuliah atau akademik; rokok kretek filter; hingga daging sapi. "Dari 90 kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi secara tahunan. Terdapat 50 kota mengalami inflasi tahunan lebih tinggi dari inflasi nasional," ujarnyya.

Berdasarkan provinsi, inflasi tahunan di Sumatra paling tinggi ada di Kota Tanjung Pandan sebesar 5,03 persen. Lalu, di Kalimantan tertinggi ada di Kotabaru sebesar 3,66 persen.

Kemudian, inflasi di Jawa tertinggi ada di Sumenep sebesar 4,47 persen. Inflasi di Bali-Nusa Tenggara tertinggi ada di Kota Maumere sebesar 3,8 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi di Sulawesi ada di Kota Luwuk sebesar 4,37 persen. Lalu, inflasi tertinggi di Maluku dan Papua ada di Manokwari sebesar 5,26 persen.

"(Manokwari) yang juga merupakan kota IHK dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi secara nasional. Komoditas penyumbang inflasi di Manokwari adalah ikan segar dengan andil 1,46 persen, angkutan udara 0,72 persen, beras 0,58 persen, rokok kretek filter 0,41 persen, dan tomat 0,39 persen," ujar Amalia.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata beras kualitas bawah I pada awal pekan ini berada di Rp13.300 per kg, atau naik Rp100 dari akhir pekan lalu. Kemudian, harga beras kualitas bawah II naik Rp50 menjadi Rp13.050 per kg. Selanjutnya, harga beras kualitas medium I naik Rp100 menjadi Rp14.450 per kg.

Impor Beras

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan pemerintah akan mengimpor 1 juta ton beras dari China pada tahun depan. Rencana impor beras itu untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal tahun depan.

Buwas mengaku memilih China karena dianggap paling siap menjual berasnya ke Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah mendapat pasokan beras dari beberapa negara seperti Thailand, Vietnam, dan Pakistan.

"Berarti kalau ada penugasan nanti ke saya (Bulog) 1 juta lagi, saya akan ambil dari China, karena mereka sudah siapkan 1 juta (ton). Jadi saya tidak mengambil dari Thailand, Vietnam atau negara-negara yang kemarin, Pakistan termasuk," ujar Buwas di Gudang Bulog Kaltimtara, Balikpapan, Sabtu (23/9).

Sejatinya, pemerintah sudah mengimpor 2 juta ton beras pada tahun ini demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, menurut Buwas, impor 1 juta ton tetap diperlukan untuk tahun depan demi mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga 2024 mendatang. Pasalnya, kekeringan berpotensi mengganggu produksi padi petani.

Buwas juga mengatakan kebijakan impor dilakukan karena pemerintah tak mau terlambat mengambil keputusan. Namun apa benar China bersedia menjual berasnya ke Indonesia?

Pengamat pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar mempertanyakan wacana pemerintah impor beras dari China. Menurut dia, strategi negara-negara yang surplus adalah mengamankan cadangan pangan mereka terlebih dahulu. "Jadi kalau saya pikir, walaupun misalnya kesepakatan itu ada, belum tentu dieksekusi secara penuh. Mungkin dia hanya pagu sekian, tapi nanti juga tergantung dengan kebutuhan dia," ujarnya seperti dikutip CNNIndonesia.com, belum lama ini.

Hermanto menjelaskan China memang merupakan salah satu negara dengan produksi beras terbesar di dunia. Hanya saja untuk ekspor, negara terbesar adalah India. "Bedanya adalah India ini jumlah penduduknya itu pertumbuhannya tinggi dibandingkan dengan China. Jadi memang dia punya kekhawatiran agak-agak kesulitan untuk menjaga kepastian ketahanan pangannya," ujarnya.

"Sedangkan China memang, dia penduduknyakan setelah kebijakan hanya satu anak, cenderung dia berkurang. Sementara produksi beras dia itu tinggi. Dia bisa 9 ton, 10 ton per hektare," ujarnya.

Berikut rincian kenaikan harga beras pada September 2023:

Di Penggilingan:

- Naik 10,33 persen secara bulanan (mtm) dan - Naik 27,43 persen secara tahunan (yoy)

Di pedagang Grosir:

- Naik 6,29 persen (mtm) dan Naik 21,02 persen (yoy)

Di pedagang Eceran/konsumen:

- Naik 5,61 persen (mtm) dan Naik 18,44 persen (yoy) (bari/mohar/fba)

 

BERITA TERKAIT

MENKOP UKM DAN WAMENDAG MEWASPADAI - Praktik Aplikasi Baru dari China, Lebih Berbahaya?

Jakarta - Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mewaspadai masuknya aplikasi belanja online dari China, Temu yang dinilai bisa lebih…

MENGGUNAKAN DANA APBN: - BPH Migas: BBM Subsidi Harus Dipertanggungjawabkan

NERACA Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan BBM subsidi dan kompensasi menggunakan dana APBN,…

BERBEDA DENGAN BPJS KESEHATAN - KRIS Memiliki 12 Kriteria Layanan Pasien

Jakarta-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan terdapat beda pelayanan antara kelas rawat inap standar (KRIS) dengan kelas layanan 1,2, dan 3 BPJS Kesehatan.…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

MENKOP UKM DAN WAMENDAG MEWASPADAI - Praktik Aplikasi Baru dari China, Lebih Berbahaya?

Jakarta - Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mewaspadai masuknya aplikasi belanja online dari China, Temu yang dinilai bisa lebih…

MENGGUNAKAN DANA APBN: - BPH Migas: BBM Subsidi Harus Dipertanggungjawabkan

NERACA Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan BBM subsidi dan kompensasi menggunakan dana APBN,…

BERBEDA DENGAN BPJS KESEHATAN - KRIS Memiliki 12 Kriteria Layanan Pasien

Jakarta-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan terdapat beda pelayanan antara kelas rawat inap standar (KRIS) dengan kelas layanan 1,2, dan 3 BPJS Kesehatan.…