Transformasi Berkelanjutan Persolek Kinerja Pelindo

Mengoptimalkan layanan dari hulu sampai hilir dengan menghadirkan ekosistem yang terintegrasi demi terciptanya efisiensi, menekan biaya dan produktivitas di pelabuhan menjadi bagian dari strategi bisnis Pelabuhan Indonesia (Pelindo) pasca merger. Dua tahun sebelum merger, pengelolaan pelabuhan di Indonesia dilakukan oleh empat entitas BUMN. Dimana kapabilitas dari masing-masing BUMN berbeda baik dari sisi finansial, sumber daya manusia, maupun pengalaman yang berdampak pada perbedaan output pelayanan yang diberikan.

Tengok saja, sebelum merger operasional masing-masing pelabuhan tidak terstandar. Belum lagi pengembangan infrastruktur pelabuhan yang belum optimal, membawa distribusi logistik pelabuhanIndonesia termasuk yang mahal. Indonesia sendiri memiliki tingkat logistic cost yang cukup tinggi dibanding negara ASEAN lainnya, yakni 23%. Hal ini menyebabkan produk asal Indonesia tidak kompetitif bila bersaing dalam perdagangan global. 

Meski kontribusinya terhadap total biaya logistik tidak dominan, biaya pelayaran dan pelabuhan masih dapat ditekan untuk menurunkan biaya distribusi barang. Dimana dengan ongkos logistik yang lebih rendah, ketimpangan distribusi dan disparitas harga antar wilayah dapat dikurangi. Dengan demikian, pangan, bahan bakar, dan obat-obatan akan lebih terjangkau oleh masyarakat, di mana pun mereka tinggal. Selain itu, industri juga diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan bahan baku, dan memasarkan produknya.

Kemudian rendahnya ongkos logistik akan membantu menyuburkan perdagangan dan menarik investasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Perbaikan layanan akan mendorong transformasi pada seluruh perekonomian Indonesia," kata Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono. 

Maka pasca merger, bisnis dan operasional pelabuhan menjadi terstandar. Kemudian hal ini membuat pemerintah dapat berkoordinasi dengan satu BUMN pelabuhan secara nasional dan pengembangan konektivitas untuk hinterland lebih terkoordinasi. Bahkan dua tahun pasca merger, kinerja Pelindo makin solid dengan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp3,9 triliun (audited) sepanjang 2022, tumbuh 23% dibandingan 2021 lalu (year on year/yoy). 

Nilai laba bersih tersebut turut menyumbang peningkatan laba BUMN tahun 2022 yang mencapai total Rp303 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp126 triliun, “Penggabungan Pelindo telah menciptakan sinergi antar entitas dalam Pelindo Grup sehingga pengelolaan pelabuhan dapat dilakukan secara tersentralisasi dan lebih optimal. Hal ini dikombinasikan dengan kinerja yang solid sehingga membuat Pelindo berhasil mencatatkan peningkatan kinerja pada 2022,”ujar Arif.

Selain itu, Pelindo juga terus melakukan tranformasi berkelanjutan mulai dari perbaikan sistem dan tata letak pelabuhan, optimalisasi peralatan bongkar muat, peningkatan kapasitas dan kapabilitas pegawai, pembangunan akses dan fasilitas pelabuhan, hingga perbaikan sistem operasi dengan teknologi digital.

Kata pengamat Maritim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Saut Gurning, mergerPelindo menciptakan perencanaan dan mekanisme kerja yang lebih baik. Hal tersebut termasuk SOP dan fasilitas utamanya peralatan kepelabuhanan yang didorong untuk semakin seragam di seluruh Indonesia. 

Menurutnya, sejumlah terminal petikemas mengalami kenaikan kinerja. Misalnya, di berbagai terminal kontainer di wilayah Indonesia Timur. "Dengan penggabungan atas perencanaan yang terpusat lewat merger telah meningkatkan parameter produktivitas penanganan kontainer dalam satuan box ship per hour menjadi lebih baik," ujarnya.

Di sisi lain, perencanaan dan pengendalian kepelabuhanam yang terpusat melalui empat unit subholding dinilai mengurangi gap luaran akibat semakin mengecilnya perbedaan kapasitas layanan. Diferensiasi kinerja luaran antarterminal, diakuinya menjadi semakin minim sehingga pengguna jasa mendapatkan nilai tambah yang positif.

Hal senada juga disampaikan, Nurul Istifadah, pakar ekonomi pembangunan asal Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), merger Pelindo mengakibatkan memungkinkan penghematan dan efisiensi kerja.“Penggabungan Pelindo akan berdampak baik terhadap logistic cost, dikarenakan adanya penghematan biaya, dan ada hal-hal yang bisa disatukan dan sharing bersama,”katanya.

Tak hanya soal penentuan tarif logistik, nantinya Pelindo juga memperhatikan pengembangan di bidang pelayanan, efisiensi dan juga kecepatan dalam operasional. “Tidak hanya efektifitas sumber daya yang memungkinkan adanya penurunan tarif logistik, Pelindo juga memiliki tugas untuk melakukan standarisasi pelayanan operasional, dan otomatisasi, sehingga dwelling time dan pelayanan kepelabuhanan dapat menjadi lebih efisien,” jelasnya.

 

Naik Peringkat

 

Menteri BUMN, Erick Thohir mendorong Pelindo untuk teruskan proses transformasi. Dimana Lewat transformasi, Pelindo sudah berhasil menurunkan durasi (port stay dan cargo stay), selanjutnya standardisasi operasi dari timur ke barat harus sama. Pasca merger, Pelindo masuk sebagai operator petikemas terbesar dengan ranking 8 di dunia. “Paling tidak kedepannya masuk 5 besar. Kita ingin membangun benteng ekonomi nasional, karena itu kita harus jadi global players,” lanjut Erick.

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk membangun ekosistem harus ada peran serta dari supply chain, ekosistem di belakangnya yakni kawasan industri dan logistik harus terintegrasi dengan Pelabuhan. Hal ini dilakukan supaya Pelindo menjadi perusahaan BUMN yang kompetitif, sehat dan bisa bersaing secara global.“Peran logistik ini sangat penting untuk menopang perekonomian Indonesia, ibaratnya ini nadinya. Sangat penting,” tegas Erick.

Transformasi Pelindo juga dilakukan dengan optimalisasi peralatan dengan memindahkan alat bongkar muat, seperti derek dermaga (quay container crane/QCC) dan derek penumpukan (Rubber Tyred Gantry/RTG) ke pelabuhan dengan tingkat pertumbuhan tinggi. Selain mempercepat proses bongkar muat, optimalisasi peralatan juga memangkas biaya operasi. Kebutuhan minimum peralatan dapat dipenuhi tanpa harus membeli alat baru yang mahal dan makan waktu. 

Sebagai gambaran, harga derek QCC-baru berkisar antara Rp 140 miliar-Rp 160 miliar, sedangkan RTG antara Rp 40 miliar hingga Rp 50 milliar per unit. Dengan optimalisasi alat, Pelindo dapat menghemat biaya hingga Rp 500 miliar selama setahun terakhir. Sejalan dengan itu, kapabilitas karyawan juga ditingkatkan. Para staf planner dan controller pelabuhan di daerah dikirim untuk belajar praktik kerja terbaik. Untuk penanganan di terminal peti kemas, misalnya, mereka dilatih di Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok dan Pelabuhan Dwikora, Pontianak.

Karyawan juga dilatih di fasilitas Learning Center Pelindo. Mereka dibekali pemahaman tentang business process yang baru, serta gambaran tentang tahapan dan tujuan tranformasi yang dilakukan Pelindo. Selanjutnya, untuk mempercepat arus barang, akses ke pelabuhan diperbaiki. Pelindo melalui anak usaha dibawah Sub Holdingnya, PT Pelindo Solusi Logistik ikut berinvestasi pada pembangunan Jalan Tol Cibitung – Cilincing. Jalan tol sepanjang 34,7 kilo meter ini akan mempercepat mobilitas logistik dari kawasan industri di timur Jakarta yakni Bekasi, Cibitung, Cikarang, dan Karawang menuju Tanjung Priok, dan sebaliknya.

Pelindo juga memperbaiki integrasi antarmoda sehingga arus barang menuju dan keluar dari Pelabuhan menjadi lebih lancar, karena terdapat beberapa akses alternatif dalam kegiatan transportasi multimoda yakni menggunakan kereta api barang atau truk. Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara kini terhubung dengan Tol Trans Sumatra dan kereta barang, sehingga memiliki akses dengan pusat-pusat perekonomian, seperti Kuala Tanjung Industrial Estate dan KEK Sei Mangkei.

Pengembangan prasarana pelabuhan juga dikebut. Akhir Agustus 2022, Pelindo meresmikan pelabuhan barang terbesar di Kalimantan, yaitu Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Terminal dengan proyeksi kapasitas ultimate hingga 1,95 juta TEUs peti kemas dan 28 juta ton barang ini dibangun untuk menggantikan Pelabuhan Dwikora, Pontianak. Diharapkan, Kijing dapat mempercepat akses dari kawasan industri menuju pelabuhan bongkar muat.

Pelindo juga mengembangkan kerja sama dengan operator global untuk mempercepat standar pelayanan internasional. Misalnya, dengan menggandeng konsorsium Indonesia Investment Authority (INA) dalam pengembangan Belawan New Container Terminal (BNCT). Pelindo juga mengungkapkan, transformasi pasca merger mulai terlihat dari peningkatan kinerja dan produktivitas bongkar muat peti kemas di sejumlah terminal peti kemas. Dimana peningkatan produktivitas bongkar muat diukur dengan parameter boks per kapal per jam (BSH) dan pengurangan port stay atau waktu sandar kapal di pelabuhan yang diukur dengan jumlah hari.   

Bagi Pelindo, makin pendeknya waktu sandar dan waktu bongkar muat membuat biaya operasional makin efisien, dan diharapkan trafik kapal dapat meningkat. Bagi pelanggan, baik shipping line maupun cargo owner juga dapat memetik manfaat efisiensi biaya dan business opportunity yang lebih besar.  

Sebagai contoh di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan dan TPK Makassar kini jumlah bongkar muat naik dari 20 boks per kapal per jam menjadi 34 – 45 boks, bahkan mencapai 60 boks saat optimum. Kecepatan bongkar muat itu membuat waktu sandar kapal pun dapat berkurang menjadi setengahnya. Peningkatan kinerja juga terjadi di TPK Ambon dan Sorong.“Seluruh pelayanan terminal peti kemas kami kedepannya akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing, hal ini tentunya memudahkan kontrol dan monitoring baik bagi kami selaku operator maupun pengguna jasa kami,”kata Arif Suhartono.   

BERITA TERKAIT

Grab Businees Forum - Genjot Produktivitas Bisnis Yang Efisien Jadi Tantangan

Prospek pertumbuhan ekonomi ke depan masih tumbuh positif. Terlebih hajatan pemilu kemarin, stabilitas politik dan keamanan tetap terjaga dan ini…

Hari Jadi Ke-44 Perpusnas - Wapres Canangkan Gerakan Literasi Desa

Dalam rangka hari jadi ke-44 Perpustakaan Nasional dan juga hari Buku Nasional 2024, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mencanangkan…

Golden Energy Tebar Dividen Rp1,36 Triliun

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menyepakati untuk membagikan dividen senilai US$85…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Grab Businees Forum - Genjot Produktivitas Bisnis Yang Efisien Jadi Tantangan

Prospek pertumbuhan ekonomi ke depan masih tumbuh positif. Terlebih hajatan pemilu kemarin, stabilitas politik dan keamanan tetap terjaga dan ini…

Hari Jadi Ke-44 Perpusnas - Wapres Canangkan Gerakan Literasi Desa

Dalam rangka hari jadi ke-44 Perpustakaan Nasional dan juga hari Buku Nasional 2024, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mencanangkan…

Golden Energy Tebar Dividen Rp1,36 Triliun

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menyepakati untuk membagikan dividen senilai US$85…