Ini Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial

Pembentukan citra diri atau personal branding penting dilakukan di era digital. Rumus cara membangun personal branding di media sosial, yakni: 2B (Be Yourself, Be Unique) dan 3C (Compatible, Content, Connection).”Ada lima cara membangun personal branding di media sosial: kenali diri sendiri, nama menarik, profil media sosial yang tepat, strategi konten, dan ciptakan koneksi,”kata Kepala Bidang Parwisata Kabupaten Situbondo, Dhian Pramusinta Ekasiwi dalam diskusi di Situbondo Jawa Timur, Sabtu (20/5).

Disampaikannya, untuk membangun personal branding di media sosial, langkah mengenal diri sendiri (identifikasi diri) penting dilakukan dengan jujur mengedepankan kelebihan. Selain itu, nama unik dan menarik menjadi kelebihan yang mudah diingat.”Untuk komunitas pencinta kendaraan scooter, personal branding di media sosial bisa dilakukan dengan menggunakan kombinasi nama yang merujuk pada identitas maupun keahlian tertentu,” jelas Dhian.

Untuk membangun personal branding, lanjut Dhian, pengguna juga butuh kemampuan membuat profil media sosial yang tepat, di samping mampu memilih dan mengetahui kelebihan dan kekurangan jenis media sosial yang akan digunakan.”Media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, atau YouTube, masing-masing memiliki karakter berbeda. Semua memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Instagram cocok untuk foto, YouTube untuk video pendek, dan sebagainya,”kata Dhian.

Cara terakhir dalam membangun personal branding di media sosial, masih menurut Dhian, yakni memiliki strategi konten yang pas agar pesan sampai kepada audiens yang disasar. ”Ciptakan konten yang membuat koneksi antar-komunitas,” pungkasnya.

Sementara dosen sekaligus pemerhati teknologi digital, Adhi Prasnowo menegaskan, membangun personal branding di media sosial membutuhkan pemahaman ruang lingkup terkait etika digital. Yakni, kesadaran, integritas, tanggung jawab, dan kebajikan.”Hindari konten negatif yang melanggar kesusilaan dan hoaks selama di media sosial. Unggah hanya hal yang positif dan bermanfaat untuk komunitas dan kemanusiaan,”kata Adhi.

Menurut Chief Operating Regional ACSB East Java, Muhajir Sulthonul Aziz, kehadiran media sosial merupakan tonggak perubahan interaksi di era digital. ”Personal branding di media sosial merupakan fasilitas digitalisasi. Manfaatkan fasilitas tersebut sebaik-baiknya, jangan manfaatkan untuk kepentingan sesaat,” jelasnya.

 

BERITA TERKAIT

Mampukah Industri Media Luar Griya untuk Bertumbuh?

  NERACA Jakarta - Saat ini industri Media Luar Griya (MLG/OOH) di Indonesia mengalami perubahan dinamis dengan tren industri kembali…

Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024: One Stop Solution untuk Masa Depan NET ZERO

  NERACA Jakarta - Thailand kini siap menggelar Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024, pameran dagang terbesar di Asia…

Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru

  Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru NERACA Jakarta - PT Mitra Boga Ventura (MBV Group) telah…

BERITA LAINNYA DI Keuangan

Mampukah Industri Media Luar Griya untuk Bertumbuh?

  NERACA Jakarta - Saat ini industri Media Luar Griya (MLG/OOH) di Indonesia mengalami perubahan dinamis dengan tren industri kembali…

Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024: One Stop Solution untuk Masa Depan NET ZERO

  NERACA Jakarta - Thailand kini siap menggelar Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024, pameran dagang terbesar di Asia…

Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru

  Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru NERACA Jakarta - PT Mitra Boga Ventura (MBV Group) telah…