Tantangan Digitaliasi Ekonomi: Siapkah Kita?

 

Oleh: I Dewa Agung Gede Giri Krisna Putra, Mahasiswa Undiksha, Bali

 

 Digitalisasi ekonomi merupakan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin masifnya penggunaan layanan internet sebagai media untuk mengembangkan bisnis dan transaksi serta untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar perusahaan atau individu. Dalam menghadapi digitalisasi ekonomi yang semakin berkembang, tentunya kita mengetahui beberapa contoh dari digitalisasi ekonomi. Contohnya adalah bagaimana pasar bertransformasi dari pasar yang biasa dahulu kita persepektifkan adalah tempat nyata untuk melakukan transaksi pembayaran, maka pada era saat ini, dimanapun tempatnya baik itu di dunia maya kita sudah bisa menciptakan pasar.

Pasar tradisional yang bertransformasi menjadi pasar yang lebih modern dapat kita lihat bentuknya dari banyaknya e-commerce yang berdiri. E-commerce merupakan bentuk dari digitalisasi ekonomi yang dapat kita lihat secara nyata. Selain masifnya perkembangan e-commerce sebagai contoh dari digitalisasi eknomi, transaksi pembayaran pun ikut bertransformasi. Saat ini, Bank Indonesia sedang gencar untuk mensisoialisasikan pembayaran digital yang bernama QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dapat terintegrasi dengan beberapa e-wallet dan mobile banking yang ada di Indonesia.

Dari adanya digitalisasi ekonomi, Kemenkeu memandang akan ada peningkatan ekonomi digital hingga 8 kali lipat pada tahun 2030 mendatang. Selain dari sektor e-commerce, potensi pertumbuhan digitalisasi ekonomi di Indonesia masih terbuka lebar di beberapa bidang seperti perbankan, transportasi, agrikultur, dan lain-lain.

Digitalisasi ekonomi tentunya sudah kita rasakan, namun apakah kita siap untuk menerima digitalisasi tersebut terlebih lagi dengan tantangan yang timbul dengan adanya digitalisasi ekonomi. Tentunya, dimana terdapat digitalisasi disana pasti akan terjadi yang namanya tantangan dan bagaimana cara mengatasinya. Digitalisasi erat kaitannya dengan infrastruktur, sumber daya manusia, dan keamanan terlebih lagi untuk digitalisasi ekonomi. Meskipun bukan fenomena yang baru, ekonomi digital tentunya masih medapat tantangan yang perlu dihadapi khususnya di Indonesia.

Tantangan pertama dari digitalisasi ekonomi adalah cyber security atau keamanan siber. Cyber security merupakan faktor utama yang bisa menghambat digitalisasi ekonomi terutama saat melakukan transaksi dan pembelajaan secara online. Konsumen harus memperoleh jaminan dalam transaksi dari jaminan atas produk asli hingga keamanan membayar. Selanjutnya yang tak kalah penting yaitu kemampuan sumber daya manusia dalam menerima digitalisasi ekonomi khususnya di Indonesia. Yang ketiga yaitu infrastruktur yang kurang baik. Infrastruktur yang dimaksud baik infrastruktur jaringan internet maupun akomodasi yang mampu meningkatkan digitalisasi ekonomi.

Dari tiga tantangan yang dihadapi, tentunya kita harus menyiapkan cara untuk menghadapi tantangan dari digitalisasi ekonomi. Dimulai dari menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni dan melek akan dgitalisasi serta tingkat literasi digital yang cukup tinggi. Jika sumber daya manusia sudah memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang digitalisasi, maka kita dapat menghadapi pesatnya arus perkembangan digital khususnya digitalisasi ekonomi. Yang kedua melindungi akun kita sendiri dari hal-hal yang dianggap dapat mengancam keamanan siber.

Siap atau tidaknya kita menerima tantangan digitalisasi ekonomi tergantung dari diri kita sendiri apakah sudah membekali diri dengan literasi dan pengetahuan mengenai digitalisasi ekonomi. Indonesia masih membutuhkan peningkatan sumber daya manusia yang melek dengan digitalisasi yang dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang baik untuk dapat menjangkau daerah-daerah dan tidak terjadi ketimpangan antara kota dan daerah diluar kota. Niscaya dengan SDM yang memiliki tingkat literasi digital yang tinggi maka kita dapat menghadapi tantangan digitalisasi ekonomi yang semakin hari semakin pesat perkembangannya.

BERITA TERKAIT

Perkuat Akselerasi Ekosistem Pembayaran Digital Melalui BI-Fast

  Oleh: Kadek Desi Dhea Damayanthi,  Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Pandemi Covid-19 dinilai telah mendorong akselerasi ekosistem pembayaran digital di…

IKN Berpeluang Buka Lapangan Kerja Baru

Oleh : Vania Salsabila Pratama, Pemerhati Ketenagakerjaan   Pemerintah terus mempercepat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.…

Aspek Pajak Dividen Pasca Berlakunya UU Cipta Kerja

  Oleh: Mohammad Ishaq Ibrahim, Penyuluh Pajak Ahli Muda KPP Perusahaan Bursa *)   Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan…

BERITA LAINNYA DI Opini

Perkuat Akselerasi Ekosistem Pembayaran Digital Melalui BI-Fast

  Oleh: Kadek Desi Dhea Damayanthi,  Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Pandemi Covid-19 dinilai telah mendorong akselerasi ekosistem pembayaran digital di…

IKN Berpeluang Buka Lapangan Kerja Baru

Oleh : Vania Salsabila Pratama, Pemerhati Ketenagakerjaan   Pemerintah terus mempercepat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.…

Aspek Pajak Dividen Pasca Berlakunya UU Cipta Kerja

  Oleh: Mohammad Ishaq Ibrahim, Penyuluh Pajak Ahli Muda KPP Perusahaan Bursa *)   Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan…