Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat seiring aksi beli investor asing. IHSG ditutup menguat 62,54 poin atau 0,89% ke posisi 7.072,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,27 poin atau 0,82% ke posisi 1.014,65.

Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, kemarin menjelaskan, indeks saham di Asia sore kemarin ditutup naik seiring dengan semakin kuatnya spekulasi bahwa gelombang pengetatan kebijakan moneter global akan segera berakhir. Spekulasi tersebut munculnya usai bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih kecil dari ekspektasi pasar.

RBA menaikkan suku bunga acuan cash rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,6%, lebih rendah dari estimasi kenaikan suku bunga 50 bps. Itu adalah kenaikan suku bunga ke enam kali secara beruntun oleh RBA dalam usahanya mengendalikan inflasi. Sebelumnya, RBA sudah empat kali menaikkan suku bunga sebesar 50 bps dan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps di bulan Mei. RBA memutuskan memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter karena suku bunga cash rate dinilai sudah naik terlalu tinggi dalam waktu yang singkat.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,18%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku masing-masing 2,17% dan 2%.

Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar minus 0,25% dan minus 0,17%. Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu IPPE, BRMS, HDIT, PCAR, dan BABP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BKDP, WIRG, KIOS, BAPA, dan COAL.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp604,9 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp447,57 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.314.129 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,76 miliar lembar saham senilai Rp13,42 triliun. Sebanyak 373 saham naik, 167 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya. Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei ditutup menguat 776,42 poin atau 2,96% ke 26.992,21 dan indeks Straits Times meningkat 31,81 poin atau 1,02% ke 3.138,9. Sedangkan bursa saham China dan Hong Kong libur.

BERITA TERKAIT

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

Kebijakan Vaksin Lansia Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

Kebijakan Vaksin Lansia Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…