Dukung Kemajuan Ekonomi - Pluang Dorong Milenial Melek Investasi

NERACA

Jakarta–Bonus demografi yang didominasi kaum milenial menjadi potensi besar bagi perekonomian Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, Pluang sebagai aplikasi investasi terdepan menggelar webinar dengan tema Peran Generasi Milenial dalam mendukung Perekonomian Nasional.

Head of Financial Education Pluang, Christopher Andre Benas dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, generasi muda telah dan akan menjadi kekuatan besar dalam mengembangkan ukuran sektor finansial dan investasi di Indonesia. Hal itu tercermin dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2021 yang menunjukkan bahwa 40% dari 1,2 juta investor ritel Indonesia berusia 18 hingga 30 tahun.

Bahkan, jumlah investor di segmen tersebut mencatat pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir.”Berkaca dari hal tersebut, Pluang, yang memang memiliki target pasar dengan usia yang sesuai dengan data KSEI, selalu berupaya maksimal dalam memberikan materi edukasi finansial secara digital yang mudah diakses oleh kalangan luas termasuk investor ritel. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem ekonomi digital untuk dapat menyediakan materi yang relevan,” ujar Andre.

Kata Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, pihaknya mendukung penuh tujuan pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia melalui kegiatan edukasi finansial yang kami adakan secara rutin.“Kami berharap, kegiatan-kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru dan memotivasi generasi muda untuk lebih sadar akan pentingnya berinvestasi untuk masa depan. Ini akan menjadi langkah awal yang baik dalam mengaktualisasikan peran mereka sebagai penggerak perubahan untuk memajukan perekonomian nasional.”jelasnya.

Saat ini, Pluang menawarkan berbagai produk investasi kepada lebih dari 4 juta penggunanya, dengan bekerjasama dengan beberapa mitra perusahaan. Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan diversifikasi aset melalui satu aplikasi saja dengan biaya yang sangat terjangkau, khususnya untuk kalangan general milenial.

Sementara ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menambahkan, dalam konteks pemulihan ekonomi di tahun 2022, setelah konsumsi rumah tangga, driver ekonomi Indonesia adalah investasi. Investasi ini akan menjadi game-changer di tahun 2022, dengan efek terhadap konsumsi rumah tangga dalam bentuk lapangan kerja dan teknologi.

BERITA TERKAIT

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…