Ketua FKDS Bunda Elly Farida - Potensi 100 Indikator Kota Sehat Jadi Program Prioritas Lurah

NERACA

Depok - Ketua Forum Kota Depok Sehat (FKDS) mengingatkan semua aparatur pemerintah minimal kepala Kelurahan Kota Depok, bisa mampu memanfaatkan potensi "100 Indikator Tatanan Kota Sehat" dalam target menyusun rencana kerjanya. Karena, Lurah dengan program dan kegiatannya yang sesuai tatanan Kota Sehat bisa jadi stimulator pemicu percepatan mengalirnya keberhasilan pembangunan dalam kemajuan kehidupan warga masyarakat Kota Depok yang yang sehat dalam berbagai bidang pembangunan termasuk sosial ekonomi dan budaya. Diantaranya, agar Kota Depok bisa 100 persen bebas dari ODF (‎Open Defecation Free) yang tidak lagi sembarangan Bebas Buang Air Besar (BAB). Demikian Rangkuman liputan dan wawancara NERACA dari wawancara dengan Ketua FKDS Bunda Elly Farida dan sumber lainya saat liputan monitoring (Raker) Kota Sehat 2021 yang diselenggarakan FKDS akhir pekan kemarin.

Menurutnya, berdasarkan paparan narasumber dalam Raker oleh Kemenkes RI, Bapplitda dan FKDS), diharapkan Lurah intensif  bersinergi terintegrasi dalam kemitraan‎ dengan Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan Sehat FKDS."Sehingga upaya mencapat target ODF dapat terwujud dengan mudah cepat efisien dan produktif memiliki tingkat produktifitasn yang tinggi," tutur Bunda Elly Farida.

Dikatakan, Lurah agar selalu pro aktif membangun komunikasi yang komunikatif dengan FKKS dan Pokja Kelurahan Sehat. Sehingga, komunikasi pembangunan di wilayahnya dapat mudah dipahami dalam membuat program dan kegiatan tatanan Kota Sehat sesuai Peraturan Walikota Depok tahun 2019."Bila perlu dalam kegiatan rutin forum mingguan bersama FKKS, Pokja Kelurahan Sehat dan fKDS‎. Atau dikaitkan dengan kegiatan Mingon Kelurahan yang selama ini sudah berjalan," imbau Bunda Elly.

Dijelaskannya, ‎pada tahun 2021 ini, Kota Depok tidak mengikuti verifikasi Kota Sehat Provinsi dan Nasional. Karena, masalah capaian Open Defecation Free (ODF) pada April 2021 baru 17 Kelurahan dari 63 kelurahan atau sekitar 26% dari 63 Kelurahan di 11 Kecamatan se Kota Depok. 

Sementara, lanjut Bunda Elly Farida,  syarat dari Kemenkes dan Kemendagri, untuk ikut verifikasi Kota Sehat minimal 60% wilayah sudah ODF. Namun diyakini, Kota Depok bisa ikut verifikasi kembali di tahun 2023. Tentunya,  jika ada upaya kegiatan program setiap kelurahan yang mendorong percepatan penanganan ODF oleh seluruh aparatur pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.‎"Selain itu, Juga harus didukung oleh stakeholder dan seluruh masyarakat bersama FKDS, FKKS dan Pokja Kelurahan Sehat," katanya.

Bunda Elly optimis meyakinkan, bahwa agar segera mencapai minimal 80 persen di tahun 2023, kita bisa jika upaya  diikhtiarkan target capaiannya hingga mencapai 100%."Hal ini tentu perlu melibatkan lintas sektor untuk penanganan ODF," ujarnya.

Dikemukakan pula, Pokja dan FKKS juga perlu ada  dibina oleh Camat dan Lurah bersama FKDS. Sehingga makin tumbuh harus kemampuan stakeholder masyarakat dalam menyusun program dan kegiatannya yang objektif sesuai potensiat masing-masing wilayah."Dan, optimis bukan mustahil hal tersebut dapat terwujud ODF di semua kelurahan kota depok.”

Dalam hal tersebut, pinta Bunda Elly, diharapkan pula ada sinergitas yang lebih intensif dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim), Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga harus menjadi motor penggerak utama kegiatan program penanganan ODF."Juga dengan dinas dan badan lainnya yang terkait dalam Tatanan Kota Sehat berdasarkan  sekitar 100 Indikator Kota Sehat," saran Ketua FKDS Bunda Elly Farida. 

Sementara Ketua FKKS Kecamatan Pancoran Mas didampingi dari Kecamatan tetangganya dari Cipayung, akan berupaya keras untuk menyusun dan merumuskan kegiatan programnya dengan maksimal optimal.‎"Kami akan bersinergi mengusulkannya sesuai rencana kerja pemerintah daerah; mulai dari level Musrembang Kelurahan, Kecamatan hingga di tingkat Kota Depok," ujar Syafril kepada NERACA disela kesibukannya mengikuti Raker Kota Sehat.

Hal senada juga disampaikan Ketua FKKS Dan Pokja dari Kecamatan Sawangan."Kami juga akan tingkatkan potensi sawangan yang ada dengan memasukkan kegiatan program berdasarkan indikator seluruh tatanan Kota Sehat menjadi program dan kegiatan yang juga bersinergi dan terintegrasi dengan melibatkan Pokja Kelurahan Sehat. Bahkan, kami juga akan bersinergi dengan tokoh masyarakat dan potensi investor swasta untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan wilayah termasuk ODF," kata Ketua FKKS Sawangan. 

Dan, menurut Iqbalur Ramadan pengurus FKDS yang warga Sawangan Juga Bojoingsari,  akan diupayakan FKDS serta potensi stakeholder yang ada juga akan menyusun kegiatan program sebanyak mungkin bersinergi dengn berbagai dinas dan badan terkait."Agar ODF di Sawangan menjadi zero alias nol," katanya.

Kemudian di kecamatan Bojong sari, Ketua FKKS Djoko Suyanto, mengusulkan agar para Kepala Perangkat Daerah, para Camat dan Lurah, Camat, FKKS dan Pokja dapat intensif bersama-sama menyusun kegiatan penanganan ODF serta profil yang cakupan tatanan sesuai Indikator Kota Sehat."Hal ini tanggung jawab sebagai bagian dari peran serta masyarakat dalam pembangunan Kota Sehat medorong percepatan wujudkan Kota Depok yang maju berbudaya dan sejahtera," ujar Ketua FKKS Bojongsari dan Kecamatan lainnya dari Cilodong, Cipayung, Cimanggis, Tapos, Beji dan Sukmajaya kepada NERACA‎. Dasmir

 

BERITA TERKAIT

Walikota Sukabumi Berharap Semua Usulan Masyarakat Bisa Terealisasi - Hadiri di Musrenbang Kecamatan Citamiang

NERACA Sukabumi - Berbagai Pembangunan di tahun 2023 ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat diberbagai sektor. Untuk itu, program yang…

Dewan Sarankan Pemda untuk Genjot PAD - Alokasi Dana Transfer Daerah Kota Sukabumi Menurun

NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi meminta, kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) setempat, untuk menggali semua…

Pembangunan Dua Jembatan dan Jalan di Banten Ditarget Selesai Februari

NERACA Serang - Pembangunan dua jembatan di Banten, yakni Jembatan Ciberang di Banten Selatan dan Jembatan Bogeg yang bersumber dari…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Walikota Sukabumi Berharap Semua Usulan Masyarakat Bisa Terealisasi - Hadiri di Musrenbang Kecamatan Citamiang

NERACA Sukabumi - Berbagai Pembangunan di tahun 2023 ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat diberbagai sektor. Untuk itu, program yang…

Dewan Sarankan Pemda untuk Genjot PAD - Alokasi Dana Transfer Daerah Kota Sukabumi Menurun

NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi meminta, kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) setempat, untuk menggali semua…

Pembangunan Dua Jembatan dan Jalan di Banten Ditarget Selesai Februari

NERACA Serang - Pembangunan dua jembatan di Banten, yakni Jembatan Ciberang di Banten Selatan dan Jembatan Bogeg yang bersumber dari…