Bikin Konferensi Internasional, FEB UPNVJ Usung Konsep Ekonomi Berkelanjutan

NERACA

Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar konferensi internasional yaitu Jakarta Economic Sustainability International Conference Agenda (Jesica) dengan tema The Pandemic of Covid and the Great Transformation pada 2-4 Desember 2021.

Setidaknya ada delapan pembicara yang berasal dari berbagai negara seperti Prof. Robert Boyer dari Institut des Ameriques, Perancis; Prof Jayati Ghosh dari University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat; Prof Oscar Ugarteche dari Universidad Nacional Autonoma de Mexico, Mexico; Prof Olivier Favereau dari Economix, Paris Nanterre University, Perancis; Prof Jomo K.S dari Academy of Science, Malaysia, Dr Fadhil Hasan dari Indonesia, Prof Tulus Tambunan dari Center of Industry, SME and Business Competettion Studies Universitas Trisakti Indonesia dan Dr Dianwicaksih Arieftiara SE, Ak, M.Ak, CA, CSRS dari UPN Veteran Jakarta.

Dekan FEB UPNVJ Dianwicaksih Arieftiara mengatakan bahwa konferensi internasional ini merupakan konferensi pertama yang dibuat oleh FEB UPNVJ. “Ini kami yang pertama buat secara organic karena ide dan tema dari kami semuanya. Sebelumnya, kami hanya sebagai cohost,” katanya saat ditemui di Depok, Kamis (2/12).

Dian menyampaikan bahwa tema yang diangkat mengenai pandemic covid dan transformasi menjadi isu tak hanya nasional melainkan juga global. “Maka dari itu, kami ingin menjadi wadah bagi para pakar untuk mendiskusikan persoalan ini. Jadi tak hanya berbicara soal ketahanan ekonomi saja namun juga transformasi untuk menghadapi dampak dari pandemic,” katanya.

Harapannya, katanya, konferensi internasional ini bisa berbagi keilmuan dari sudut pandang negara-negara. “Kita berbagi informasi bagaimana menyelesaikan masalah pandemic ini, India seperti apa, Perancis seperti apa dan Indonesia juga seperti apa?. Sehingga kita bisa mengambil pelajaran dari negara-negara tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, konferensi internasional ini juga menerima 141 papers yang dibuat oleh para peneliti dan juga ada mahasiswa dari UPNVJ. Dian mengatakan calls for papers juga melatih critical thinking dari mahasiswa tentang isu yang sedang beredar.  Menurutnya, para mahasiswa baik dari program S2 dan S1 sangat menyambut baik agenda ini, bahkan para mahasiswa berbondong-bondong mensubmit papersnya.    

BERITA TERKAIT

Ewindo Mengenalkan Budidaya Pertanian Hortikultura Sejak Dini

  Mengenalkan Budidaya Pertanian Hortikultura Sejak Dini NERACA Jakarta - Produk pertanian hortikultura seperti sayur mayur selalu menjadi menu wajib…

KAO Indonesia Targetkan Edukasi 10 Ribu Anak untuk Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

NERACA Jakarta – KAO Indonesia secara resmi melanjutkan kampanye edukasi anak KAO (Kreatif, Aktif dan Optimis) 2022 yang akan menyasar…

3 Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

    Tak hanya merilis universitas terbaik di seluruh dunia, Quacquarelli Symonds (QS) juga merilis kota pelajar terbaik di dunia…

BERITA LAINNYA DI

Ewindo Mengenalkan Budidaya Pertanian Hortikultura Sejak Dini

  Mengenalkan Budidaya Pertanian Hortikultura Sejak Dini NERACA Jakarta - Produk pertanian hortikultura seperti sayur mayur selalu menjadi menu wajib…

KAO Indonesia Targetkan Edukasi 10 Ribu Anak untuk Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

NERACA Jakarta – KAO Indonesia secara resmi melanjutkan kampanye edukasi anak KAO (Kreatif, Aktif dan Optimis) 2022 yang akan menyasar…

3 Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

    Tak hanya merilis universitas terbaik di seluruh dunia, Quacquarelli Symonds (QS) juga merilis kota pelajar terbaik di dunia…