GDI Dorong Sistem Perekonomian Baru

NERACA

Jakarta - Menteri   Perdagangan   Muhammad   Lutfi   menegaskan   ajang Anugerah  Good  Design  Indonesia  (GDI) 2021  harus  bisa  mendorong sistem  perekonomian  yang baru. Di tengah kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang terus membaik, penyelenggaraan GDI ini juga  menjadi  salah  satu  langkah  tepat  dalam  menjaga  kinerja  perdagangan  di  masa  yang  akan datang.

“Melalui lima kategori penting, yakni inovasi, nilai kebaruan, bernilai komersial, berorientasi ekspor,  serta  berdampak  positif  bagi  masyarakat  dan  lingkungan,  GDI  juga  diharapkan  mampu mendorong sistem perekonomian yang baru, yakni ekonomi hijau dan ekonomi berkelanjutan,” kata Lutfi.

Seperti diketahui, GDI  adalah  sebuah  ajang  penganugerahan  yang diberikan  kepada desainer  atau  pelaku usaha di Indonesia  yang  mampu  menghasilkan  produk  atau  karya  desain  kreatif,  inovatif,  serta  memiliki nilai  komersial  tinggi  di  pasar  internasional. 

Tidak  hanya  itu,  GDI  juga  terkoneksi  dengan  salah satu ajang desain tertua di dunia yaitu Good Design Award (GDA) atau G-Mark di Jepang.GDI  2021  terlaksana  melalui kerja  sama  antara  Kemendag  dengan  berbagai  pihak,  diantaranya Japan  Institute  of  Design  Promotion  (JDP),  Japan  External  Trade  Organization  (JETRO),  Dewan Pengarah  dan  Tim  Juri. 

Proses  pelaksanaan  GDI  2021  telah  dilaksanakan  sejak  7  Januari  2020 secara daring dan luring. Tercatat 427 peserta telah mendaftarkan produknya dalam 18 kategori produk  yang  mencakup  banyak  sektor,  termasuk  kerajinan, home  décor,  arsitektur,  hingga business model.

Penjurian  Tahap  I  telah  dilaksanakan  secara  hibrida  pada  5—6  Mei  2021untuk  menilai  427 produk  yang  mendaftar.  Sedangkan,  penjurian  Tahap  II  dilakukan  pada  7,  8  dan  10  Juni  2021 secara hibrida di Auditorium Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia untuk menilai 296 produk.

Lutfi pun mengungkapkan,  dengan  terkoneksinya  GDI  dengan  ajang  Good  Design  Award  atau  G-Mark  memberikan  peluang  dan  akses  pasar  yang  lebih  luas  bagi  pelaku  bisnis,  tidak  hanya menuju  pasar  Jepang  tetapi  juga  pasar  global.

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita atas keberhasilan  beberapa  produk  Indonesia  yang  berhasil  meraih  penghargaan  G-Mark  2021.  Ini menjadi bukti bahwa produk Indonesia dapat bersaing dengan produk luar negeri,” ujar Lutfi.

Sebagai  puncak  acara,  diumumkan  peraih  penghargaan  GDI  of  The  Year  yang  dipilih  dari  20 peraih GDI Best 2021, yaitu produk Rekajalin dari BYO Living (PT Berkat Kriya Tritunggal).  Produk ini  memenuhi  kriteria  penilaian  terbaik  dari  segi  bentuk,  fungsi,  kualitas,  komersialitas  dan inovasi.   Produk   interior   berbahan   rotan   berkualitas   dan   berbasis   budaya   yang   terinspirasi ornamen  relief  candi  serta  corak  anyaman  suku  Dayak  ini,  melahirkan  teknik  anyam  Holografis Byoliving dengan teknologi komputerisasi.

Sementaraitu, Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  Didi  Sumedi  menyampaikan  apresiasi  dan terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GDI 2021 ini.

“Semoga GDI  dapat  memberikan  manfaat  bagi  banyak  pihak,  terutama  dalam  upaya  peningkatan  ekspor nonmigas   dan   pada   akhirnya   mampu   memperbaiki   serta   menjaga   neraca   perdagangan Indonesia,”  jelas Didi.

Lebih lanjut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga semakin gencar menginisiasi program untuk mendorong pelaku usaha agar memperhatikan design produk agar produk yang diproduksi bisa diterima mayarakat.

Hal ini, design merupakan salah satu aspek penting dalam memacu daya saing produk industri. Oleh karena itu, para desainer produk industri berperan sangat penting untuk mampu menerjemahkan kebutuhan konsumen saat ini.

“Mengutip ungkapan dari Robert L. Peters, desainer ternama asal Kanada, design creates culture, culture shapes values, and values determine the future. Ungkapan tersebut merangkum gambaran tidak saja mengenai betapa pentingnya posisi desain bagi perkembangan suatu produk, tetapi juga pengaruhnya dalam kehidupan manusia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam realitasnya, contoh sederhana dari kebenaran ungkapan tersebut, dapat dilihat pada perkembangan komputer. “Di awal kelahirannya, wujud komputer sangat besar dan tidak praktis. Tetapi seiring dengan kemajuan teknologi dan penerapan desain produk yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan manusia, komputer kini menjadi sangat portable dalam bentuk laptop dan smartphone serta menjadi kebutuhan primer bahkan menjadi budaya yang sangat dominan,” jelas Agus.

 

BERITA TERKAIT

KKP Dorong Peningkatan Industri Ikan Hias Endemik - Tingkatkan Daya Saing Perikanan

NERACA Bogor – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan bisnis ikan hias di Tanah Air.…

Indonesia-UNIDO Fokus Program Industri 4.0

NERACA Jakarta - Indonesia memandang kolaborasi multi-stakeholder dapat mempercepat penerapan industri 4.0 yang inklusif. Salah satunya melalui kerja sama dengan United Nations…

Kemitraan Solusi Meningkakan Produksi Kakao

Pola kemitraan dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya penyelamatan kakao Indonesia dari kelangkaan. Jalinan kemitraan antara industri maupun…

BERITA LAINNYA DI Industri

KKP Dorong Peningkatan Industri Ikan Hias Endemik - Tingkatkan Daya Saing Perikanan

NERACA Bogor – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan bisnis ikan hias di Tanah Air.…

Indonesia-UNIDO Fokus Program Industri 4.0

NERACA Jakarta - Indonesia memandang kolaborasi multi-stakeholder dapat mempercepat penerapan industri 4.0 yang inklusif. Salah satunya melalui kerja sama dengan United Nations…

Kemitraan Solusi Meningkakan Produksi Kakao

Pola kemitraan dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya penyelamatan kakao Indonesia dari kelangkaan. Jalinan kemitraan antara industri maupun…