Gandeng Mitra Strategis - HK Metals Berencana Gelar Rights Issue

Perkuat modal guna mengembangkan ekspansi bisnisnya, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) emiten yang bergerak pada industri manufaktur building material khususnya berbahan baku aluminium berencana untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue),”Aksi korporasi ini kami lakukan dalam rangka mendukung strategi-strategi usaha yang telah ditetapkan manajemen baru, yakni transformasi bisnis HKMU untuk lebih berfokus pada segmen manufaktur building material, khususnya pada segmen aluminium,”kata Jodi Pujiyono, Direktur HKMU pada keterangan persnya di Jakarta, kemarin.

Pada aksi korporasi tersebut, perseroan bakal menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya sebesar 5.150.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp. 100 per saham. Nantinya, dana yang dihimpun melalui rights issue tersebut akan alokasikan untuk pendanaan modal kerja perseroan, dan sisanya akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian utang perseroan dan setoran modal kepada anak usaha.

Selain itu, Jodi juga menambahkan, aksi korporasi dilakukan untuk mendukung salah satu rencana pengembangan usaha perseroan dengan menggandeng mitra strategis yang bergerak pada industri bahan bangunan dan industri digital, sejalan dengan program transformasi bisnis perusahaan yang sedang berjalan.“Saat ini, Perseroan sedang berada pada tahap pembicaraan awal dengan beberapa pihak, baik investor maupun mitra strategis. Beberapa nama lokal ataupun asing telah bertemu dengan kami dan kami berharap dapat bersinergi dengan kami melalui Right Issue untuk mengembangkan kegiatan usaha Perseroan,” pungkas Jodi.

Dirinya menyakini, rencana aksi korporasi ini dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan. “Setelahnya, sejalan dengan rencana masuknya mitra strategis & investor strategis serta prospek usaha yang menjanjikan dari unit usaha baru, hal ini akan memberikan harapan baru dan menjadi titik balik dalam merealisasikan tujuan dari transfromasi bisnis perusahaan”ujarnya.

Sementara Muhammad Kuncoro, Direktur Utama HKMU juga menyampaikan, saat ini perseroan sedang dalam tahap negosiasi dengan beberapa kontraktor untuk dapat berpartisipasi dalam proyek Ibu Kota Baru di Kalimantan. Selain itu, Muhammad Kuncoro juga menyampaikan untuk mendukung rencana pengembangan bisnis juga, HKMU juga sedang dalam menginisiasi unit usaha baru yang berfokus di Fabrikasi Aluminium dan Fascade Solution Centre dimana segmentasi pasarnya adalah langsung kepada pemilik & konsultan proyek, arsitek, kontraktor & subkon serta eksportir.

Disampaikannya, unit usaha ini akan melengkapi integrasi lini bisnis perseroan mulai dari pabrik aluminium ekstrusi sampai dengan ke aplikasi produk finished goods. “Dengan adanya inisiatif  baru tersebut kami proyeksikan hal ini akan dapat secara langsung memberikan dampak positif ke bisnis Perusahaan baik dari peningkatan pendapatan, marjin laba kotor hingga laba bersih perseroan,”kata  Muhammad.

BERITA TERKAIT

HERO Jual IKEA Sentul City Rp 280 Miliar

Beban rugi yang diderita PT Hero Supermarket Tbk (HERO), memaksa perusahaan ritel ini melakukan penjualan aset yakni gedung IKEA Sentul…

DMND Beri Modal Anak Usaha Rp 99,9 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha dan juga investasi menambah porsi kepemilikan saham, PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) telah menambah…

Humpuss Bukukan Rugi US$ 439,43 Ribu

Semester pertama 2021, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mencatatkan rugi bersih senilai US$ 439,43 ribu atau memburuk dibandingkan periode…

BERITA LAINNYA DI

HERO Jual IKEA Sentul City Rp 280 Miliar

Beban rugi yang diderita PT Hero Supermarket Tbk (HERO), memaksa perusahaan ritel ini melakukan penjualan aset yakni gedung IKEA Sentul…

DMND Beri Modal Anak Usaha Rp 99,9 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha dan juga investasi menambah porsi kepemilikan saham, PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) telah menambah…

Humpuss Bukukan Rugi US$ 439,43 Ribu

Semester pertama 2021, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mencatatkan rugi bersih senilai US$ 439,43 ribu atau memburuk dibandingkan periode…