Genjot Pertumbuhan Investor Ritel - Panin Sekuritas Bidik Pangsa Pasar Tumbuh 5%

NERACA

Jakarta -Pesatnya pertumbuhan investor pasar modal sehingga mendongkrak nilai transaksi harian di pasar, menjadi potensi bagi PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) untuk tumbuh lebih agresif lagi di tahun ini. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menargetkan pangsa pasar tahun ini tumbuh menjadi 5% dari sebelumnya pangsa pasar mencapai 3,5%.

Maka untuk mencapai target tersebut, perseroan secara aktif melakukan pendekatan kepada nasabah-nasabah baik yang baru maupung existing. Selain itu, PANS juga didukung dengan kantor cabang di 32 lokasi tang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan juga berencana membuka kantor cabang baru sehingga dapat meningkatkan akses investor di berbagai daerah.

Perseroan mengungkapkan, kontribusi nasabah retail menjadi 80% selama pandemi Covid-19. Sementara kontribusi institusi pihak ketiga sekitar 15% dan institusi berelasi 5%. Di semester pertama tahun ini, perusahaan sekuritas ini membukukan pendapatan dari kegiatan operasional sebesar Rp213,43 miliar. Jumlah itu naik dari posisi tahun sebelumnya Rp177,49 miliar. Selain itu, perseroan juga membukukan pendapatan usaha Rp182,81 miliar sedangkan tahun sebelumnya rugi Rp4,07 miliar.

Adapun untuk unit bisnis Asset Management tengah melakukan proses due diligence dengan 2 agen penjual reksa dana online. Manajemen berharap PANS dapat bekerjasama dengan kedua agen penjual reksa dana online tersebut. Pasalnya saat ini perseroan baru memiliki 1 saluran penjualan online. Sampai dengan 30 Juni 2021, unit bisnis Asset Management mengelola dana nasabah ritel sebesar Rp2,99 triliun dan nasabah institusi Rp10,03 triliun.

Direktur Panin Sekuritas, Prama Nugraha seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, nilai transaksi saham di perseroan mengalami trend kenaikan seiring dengan nilai transaksi BEI. Pada bulan Januari 2021 PANS mencatatkan nilai transaksi Rp 21,3 triliun kemudian turun hingga bulan mei sebesar Rp5,3 triliun. Prama mengatakan trend mulai naik kembali pada Juni sampai dengan Agustus berkisar antara Rp8,1 triliun hingga Rp9,8 triliun. Adapun RNTH berkisar antara Rp400 miliar sampai dengan Rp500 miliar. “Ke depannya juga nilai transaksi Panin Sekuritas diharapkan akan meningkat seiring dengan kenaikan nilai transaksi di BEI dan berbagai strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai transaksi,”ujarnya.

Sebagai informasi, tahun ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target nilai rata- rata transaksi harian bursa senilai Rp12 triliun. Pihak BEI sendiri menyampaikan terima kasih buat partisipasi investor retail yang kuat di 2021 dan menyumbang 60% dari nilai transaksi BEI di Jan-Aug 2021. Sementara itu, hingga tanggal 13 September 2021, nilai rata- rata transaksi harian bursa telah mencapai Rp13,065 triliun atau tumbuh 8,87% dibandingkan target tahun 2021. Untuk diketahui pendapatan terbesar BEI berasal dari biaya transaksi.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…