Trisula International Buyback Saham Rp 40 Miliar

NERACA

Jakarta –Guna menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Trisula International Tbk (TRIS) bakal melakukan pembelian kembali atau buy back saham sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor atau maksimum sebanyak 314.144.380 lembar saham. Dimana aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Rencananya, emiten penyedia pakaian terintegrasi ini mulai melakukan buy back saham mulai Kamis (27/5) hingga 26 November 2022 mendatang. Direktur Utama TRIS, Santoso Widjojo menjelaskan, pemegang saham  telah menyetujui rencana TRIS untuk pembelian kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dengan biaya yang akan dikeluarkan sebanyak-banyaknya sekitar Rp40 miliar termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

Menurutnya, langkah ini diambil karena perseroan melihat harga saham TRIS saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, serta dapat memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang, di mana saham treasury dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perusahaan memerlukan penambahan modal.

Selain itu, dalam RUPS tahunan untuk tahun buku 2020 juga dibahas perubahan manajemen, di mana rapat menyetujui dan mengangkat Ricardo Suhendra Wirjawan sebagai Komisaris Independen menggantikan Lucas Sonny Sanjaya. Santoso melanjutkan, RUPS juga telah mendapatkan persetujuan untuk membagikan dividen tahun ini dengan total senilai Rp1 miliar. Langkah ini sebagai penghargaan kepada para pemegang saham yang selama ini telah mendukung dan dengan pertimbangan kinerja yang kian bertumbuh bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sepanjang tahun 2020, TRIS membukukan total penjualan sebesar Rp1,14 triliun atau terkoreksi sebesar 22,82% YoY dengan kontribusi pendapatan lokal sekitar 50% dan pendapatan ekspor sekitar 50%. Pandemi Covid-19 berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian global maupun domestik, namun TRIS dan entitas anaknya tetap mempertahankan eksistensi di pangsa pasarnya.

Tahun ini perseroan akan terus meninjau dan meningkatkan efisiensi biaya operasional serta fleksibilitas terhadap kapasitas produksi sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap laba perseroan. Selain itu, sinergi antara entitas anaknya akan terus dimaksimalkan agar dapat meningkatkan inovasi, fleksibilitas, efisiensi sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik, serta menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19 yang masih berjalan sampai dengan saat ini.

Perseroan berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada dan terus membuka peluang untuk pasar baru pada tahun yang penuh tantangan bagi setiap sektor ini, tidak terkecuali TRIS yang turut merasakan dampaknya. Perseroan sendiri optimis kinerja tahun 2021 akan lebih baik, dengan program vaksinasi yang cukup lancar dan pemerintah yang cukup tanggap dalam menyikapi pandemi ini.

 

BERITA TERKAIT

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…