Jangan Abai Protokol Kesehatan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Oleh: Lisa, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

 

Masyarakat diingatkan untuk terus menaati protokol kesehatan. Pelonggaran pembatasan yang dilakukan di sejumlah daerah bukan berarti ancaman Covid-19 telah mereda. Sebaliknya, kurva kasus positif baru berada dalam tren meningkat dan beberapa kali mencatatkan angka tertinggi.

Kesadaran bersama masyarakat untuk mencegah Covid-19 perlu ditingkatkan. Bukan rahasia lagi bahwa masih cukup banyak masyarakat yang abai terhadap risiko penularan. Di beberapa daerah, para pedagang pasar banyak yang menolak ikut tes cepat. Ada juga pengendara yang justru memarahi petugas ketika diimbau menggunakan masker. Bahkan, ada kejadian warga yang menolak pemakaman jenazah dengan menggunakan prosedur tetap penyakit menular.

Untuk itu, perlahan tapi pasti, pemerintah telah melakukan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Dengan ini pemerintah mengambil langkah-langkah yang menguatkan tatanan negara agar masyarakat tetap dapat melanjutkan kehidupan di tengah pandemi dengan aman dan selamat. Konsep ini akan membuat masyarakat menjadi lebih aman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Kenali Tiga Protokol Kesehatan AKB

1. Menggunakan Masker                                                 

Masker sangat penting digunakan untuk mencegah risiko terpapar Virus Corona dalam kegiatan sehari-hari di masa pandemi ini. Selain itu, dengan menggunakan masker kita dapat terhidar dari berbagai macam bakteri dan jenis virus lainnya sehingga tubuh tetap fit tanpa gangguan penyakit dari luar.

2. Jaga Jarak

Menjaga jarak sangat penting dilakukan untuk menghindari tertularnya virus melalui udara ketika ada seseorang yang sakit batuk atau bersin sehingga kita berada dalam jarak aman. Juga sebaliknya, apabila kita yang sakit, maka dengan menjaga jarak, kita tidak akan menularkan penyakit yang kita derita.

3. Cuci Tangan

Masyarakat diharapkan mencuci tangan sesering mungkin, sebab salah satu penularan virus atau bakteri adalah melalui tangan. Ketika tangan kita memegang gagang pintu, berjabat tangan, menutup mulut dengan tangan ketika batuk ataupun bersin, maka hal tersebut bisa menjadi media penularan penyakit. Oleh karena itu, dengan rajin mencuci tangan kita tidak akan tertular maupun menularkan penyakit.

Contoh-contoh di atas merupakan sedikit upaya yang gampang kita lakukan, namun sangat besar pengaruhnya dalam menjaga ambang normal kondisi sehingga mampu mencegah penularan virus dan bakteri. Dalam kondisi pandemi ini, hal yang gampang biasanya mudah terlupakan dan disepelekan. Oleh karenanya, kita sebagai warga negara yang baik perlu saling mengingatkan agar masyarakat tertib menerapkan protokol kesehatan dalam AKB.

 

Dengan semangat kemerdekaan, mari kita tingkatan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk suksesnya pelaksanaan AKB serta bersama tolak dan lawan berita hoaks terlebih yang mengandung unsur provokatif seputar era AKB demi suksesnya percepatan penanganan pandemi Covid19.

BERITA TERKAIT

Suku Bunga Tinggi Hambat Pemulihan Ekonomi Nasional

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Indonesia panik menghadapi pandemi Corona. Ekonomi terkontraksi tajam. PDB…

Omnibus Law Ciptaker Tidak Hilangkan Mekanisme Pesangon

  Oleh : Raavi Ramadhan, Pemerhati Ketenagakerjaan Pemerintah telah menginisiasi  Omnibus Law Ciptaker sebagai terobosan di bidang regulasi. Peraturan tersebut…

Kalangan Media dan Milenial Harus Aktif Dukung Penanganan Covid-19

  Oleh : Rahmat Soleh, Pemerhati Media Massa Pemerintah saat ini sedang fokus menangani Covid-19 yang masih terus terjadi. Kendati…

BERITA LAINNYA DI Opini