Pemerintah Siap Cipatakan SDM PerIndustrian

NERACA

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan vokasi industri. Hal tersebut sejalan dengan sasaran untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang dapat mengisi kebutuhan dunia kerja saat ini, khususnya di sektor manufaktur.

“Kualitas SDM industri tentunya mempengaruhi produktivitas dan kemampuan inovasi di sebuah perusahaan. Sehingga akan bisa lebih berdaya saing, baik di kancah nasional maupun global. Guna mewujudkannya, pendidikan vokasi industri menjadi sebuah kunci,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto di Jakarta.

Pentingnya pelaksanaan pendidikan vokasi industri, menurut Eko, tidak terlepas dari peran dari tenaga pengajar. Karenanya, BPSDMI Kemenperin memberikan apresiasi tinggi kepada guru vokasi yang telah berdedikasi tinggi di unit pendidikan binaannya.

“Apresiasi diberikan agar para pengajar tersebut semakin giat dalam mencetak SDM industri yang unggul. Penghargaan dan peningkatan kesejahteraan bagi guru vokasi ini diberikan bukan hanya bersifat material, tetapi mendukung kenaikan pangkat hingga pangkat tertinggi bagi pegawai negeri sipil, yaitu IVe,” ungkap Eko.

Eko menjelaskan, langkah yang dilakukan BPSDMI Kemenperin tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 13 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Seorang guru dimungkinkan memiliki jabatan fungsional dari guru pertama, muda, madya sampai dengan yang tertinggi, yaitu guru utama,” tutur Eko.

Menurut Eko, salah satu tenaga pengajar di unit pendidikan milik Kemenperin telah mencapai pangkat tertinggi untuk PNS fungsional guru vokasi, yaitu sebagai guru utama vokasi. Yakni Sih Parmawati, yang juga merupakan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Pontianak.

“Dengan pengangkatannya sebagai guru utama vokasi, kami mengharapkan Ibu Sih Parmawati terus memberikan dukungannya secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran vokasi industri yang link and match dengan kebutuhan industri,” papar Eko.

Lebih lanjut, Eko mengungkapkan pengangkatan guru utama vokasi dilakukan dengan mempertimbangkan dedikasi guru terhadap pendidikan bidang industri serta berbagai prestasi yang telah ditorehkan, baik untuk institusi maupun pribadi.

Pengembangan dan peningkatan kapasitas guru vokasi di lingkungan Kemenperin dilakukan untuk menunjang pendidikan vokasi yang sesuai kebutuhan industri. Secara kuantitas, jumlah guru SMK di lingkungan Kemenperin telah memenuhi rasio guru dan siswa.

Sedangkan untuk meningkatkan kualitas guru, Kemenperin memberikan pelatihan dan magang teknis bagi guru di lembaga pelatihan dan perusahaan industri, baik di level nasional maupun internasional. “Upaya ini dilakukan agar guru-guru SMK di lingkungan Kemenperin memiliki kompetensi sesuai bidang yang mereka ampu, untuk mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkap Eko.

Hingga saat ini, Eko menjelaskan, Kemenperin memiliki sembilan unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terdiri dari Sekolah Menengah Analisis Kimi dan Sekolah Menengah Teknologi Industri. SMK di lingkungan Kemenperin berbasis spesialisasi dengan kurikulum mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disusun bersama sektor industri.

Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah vokasi milik Kemenperin telah menggunakan modul berbasis kompetensi, dengan fasilitas workshop, laboratorium dan teaching factory yang juga dilengkapi mesin dan peralatan sesuai standar industri. “Kerja sama yang dilakukan sekolah dengan industri memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan praktik kerja di industri serta dapat bekerja di industri setelah lulus dengan tingkat penyerapan hingga 100%,” jelas jelas Eko.

Bahkan, Kemenperin tengah menyiapkan beberapa satelit industri 4.0 di berbagai unit pendidikan Kemenperin, antara lain di Politeknik STTT Bandung, Jawa Barat serta Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal, Jawa Tengah,” sebut Eko.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor manufaktur di tanah air untuk memanfaatkan peluang dari perkembangan industri 4.0. Pasalnya, penerapan teknologi digital diyakini bakal meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan lebih efisien.

“Dengan digitalisasi atau otomatisasi, juga akan terciptanya inovasi. Jadi, daya saing industri kita semakin kuat,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Guna mencapai sasaran tersebut, menurut Agus, salah satu strategi yang perlu disiapkan adalah menyediakan sumber daya manusia (SDM) kompeten berbasis teknologi industri 4.0. Oleh karena itu, selain peran dari lembaga pendidikan dan pelatihan milik pemerintah, Kemenperin juga mengajak pihak swasta menyediakan fasilitas untuk menciptakan ekosistem SDM terampil tersebut.

 

 

BERITA TERKAIT

Realisasi Program PEN Sektor UMKM Menanjak dan Diperluas

NERACA Bintan – Pemerintah terus mempercepat penyaluran dan memperluas sasaran UMKM yang mendapat bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Realisasi penyaluran…

Pertamina Gencarkan Pelatihan Online untuk UMKM

NERACA Jakarta - Masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19 membuat ruang gerak UMKM terhambat. Baik dalam segi pemasaran maupun produksi. Untuk…

Kemenperin Siap Evaluasi Kebijakan Saat Pandemi

NERACA Jakarta - Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang selama ini berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara…

BERITA LAINNYA DI Industri

Realisasi Program PEN Sektor UMKM Menanjak dan Diperluas

NERACA Bintan – Pemerintah terus mempercepat penyaluran dan memperluas sasaran UMKM yang mendapat bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Realisasi penyaluran…

Pertamina Gencarkan Pelatihan Online untuk UMKM

NERACA Jakarta - Masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19 membuat ruang gerak UMKM terhambat. Baik dalam segi pemasaran maupun produksi. Untuk…

Kemenperin Siap Evaluasi Kebijakan Saat Pandemi

NERACA Jakarta - Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang selama ini berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara…