Cara Maskapai Internasional Usir Corona Masuk Pesawat

Industri perjalanan ikut merasakan dampak mewabahnya virus corona di penjuru dunia. Perlu diketahui bahwa selain ke negara yang terdampak virus corona, seperti China dan Hong Kong, maskapai penerbangan masih beroperasi dengan normal. Ketika naik pesawat dan duduk di kursi, penumpang mungkin ragu dengan kebersihan kabin pesawat, sekaligus bertanya-tanya seberapa teliti pesawat itu dibersihkan sebelumnya.

Dikutip dari CNN Travel pada Rabu (4/3), berikut sejumlah langkah antisipasi penyebaran virus corona yang dilakukan oleh maskapai penerbangan internasional:

1. Prosedur pembersihan normal

Christian Rooney adalah manajer JetWash Aero, perusahaan spesialis pembersih pesawat yang berbasis di Inggris. Ia mengatakan bahwa proses pembersihan bervariasi tergantung jadwal pesawat berhenti di bandara.

Ketika waktu berhenti pesawat sangat terbatas, apa yang oleh Rooney disebut sebagai pembersihan sederhana - seperti menghilangkan koran bekas dan sampah lainnya, akan dilakukan oleh awak kabin penerbangan sebelumnya. "Pembersihan kabin dasar yang menyeluruh biasanya dilakukan pada malam hari - atau ketika ada lebih banyak waktu di bandara.

"Ini termasuk pembersihan toilet, menyeka dan mendisinfeksi meja, membersihkan ruang penyimpanan, kursi, dan lainnya. Hal tersebut mungkin memakan waktu hingga satu jam atau lebih. "Maskapai penerbangan juga akan selalu menjadwalkan pembersihan interior menyeluruh setiap bulan atau enam minggu. Pembersihan ini memakan waktu lebih lama," kata Rooney.

Produk pembersih dan disinfektan yang digunakan juga telah ditentukan oleh produsen pesawat, tambahnya."Beberapa disinfektan yang kami gunakan efektif melawan berbagai patogen dan diketahui menonaktifkan virus kompleks dengan sifat yang mirip dengan SARS, E. coli, flu burung, MRSA dll," ujar Rooney.

Pembersih semacam itu menawarkan perlindungan antimikroba hingga 10 hari, katanya. Stephanie Biron, seorang pramugari yang baru saja pensiun dari American Airlines, mengatakan kepada CNN Travel bahwa dari pengalamannya, standar pembersihan pesawat sangat bervariasi.

"Maskapai mempercayakan urusan kebersihan dengan unit yang telah ditugaskan. Unit ini telah melakukan tugasnya semaksimal mungkin," katanya."Mereka bisa dipanggil untuk melakukan pembersihan, namun ada juga yang telah memiliki jadwal untuk pembersihan," lanjutnya.

2. Kebersihan penumpang

"Kami telah melihat peningkatan permintaan untuk pembersihan, seperti desinfeksi kabin, karena perusahaan penerbangan berupaya mengatasi masalah terkait virus corona," kata Rooney. Tetapi Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran di divisi penyakit menular Universitas Vanderbilt, mengatakan bahwa dia ragu pembersihan semacam itu dapat mencegah penyebaran virus penyakit.

Pasalnya penularan paling mungkin dan sering terjadi ialah antara manusia ke manusia, sehingga benda mati di dalam pesawat sebenarnya bukan masalah, kata Schaffner. Membersihkan permukaan benda yang disentuh boleh saja, tetapi pada akhirnya mencuci tangan adalah langkah preventif yang paling penting.

"Bahkan jika ada virus di benda mati, virus virus itu tidak akan melompat dari kursi dan menggigit Anda di pergelangan kaki. Anda harus menyentuhnya, lalu menyentuh hidung atau mulut Anda," jelas Schaffner. "Jadi tangan adalah perantara utama. Gunakan tisu untuk membersihkan tangan. Itulah yang penting."

Dr Paulo Alves - yang sempat menghadiri lokakarya Kesehatan Ketahanan Penerbangan IATA di Singapura sebagai upaya mengatasi dampak keseluruhan COVID-19, setuju dengan Schaffner. "Yang paling efektif, yang perlu diterapkan oleh turis yang berlibur adalah sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Jika sabun dan air tidak tersedia, hand sanitizer harus digunakan," kata Alves.

"Masuk akal untuk menyeka permukaan meja baki, di mana tetesan lebih mungkin mendarat setelah seseorang batuk atau bersin. Turis harus menjaga kebersihan pribadi di penerbangan, sebelum penerbangan dan setelah penerbangan dan menghindari menyentuh wajah mereka."

Dokter dan pengamat perjalanan Richard Dawood ikut setuju, dan mengatakan saran ini juga berlaku selama berada di dalam bandara. Mantan pramugari Biron juga menyatakan keprihatinan tidak hanya untuk penumpang - tetapi untuk awak penerbangan. Mereka seringkali sakit namun memaksakan terbang.

Airlines for America, grup penerbangan yang mewakili perusahaan penerbangan Amerika Utara, mengatakan maskapai penerbangan bekerja erat dengan otoritas federal - dan memberi tahu CNN Travel bahwa keselamatan dan keamanan penumpang dan awak "akan selalu menjadi prioritas utama maskapai AS." "Saya rasa [maskapai penerbangan] tak melakukan antisipasi berlebihan. Mereka mungkin memberikan tisu lebih untuk penumpang," kata Schaffner

BERITA TERKAIT

Spot Menyelam di Raja Ampat Kembali Didatangi Wisatawan

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mulai mengunjungi sejumlah objek wisata di Raja…

Pemkab Bangka Mulai Buka Objek Wisata untuk Turis Asing

Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sudah kembali membuka objek wisata untuk wisatawan mancanegara dalam tatanan normal baru terhitung…

Pertimbangan Sebelum Work From Hotel di Masa Pandemi Corona

Semakin banyak jaringan hotel yang menawarkan paket wfh alias work from hotel selama masa pandemi virus corona. Tarif bermalamnya mulai…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Spot Menyelam di Raja Ampat Kembali Didatangi Wisatawan

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mulai mengunjungi sejumlah objek wisata di Raja…

Pemkab Bangka Mulai Buka Objek Wisata untuk Turis Asing

Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sudah kembali membuka objek wisata untuk wisatawan mancanegara dalam tatanan normal baru terhitung…

Pertimbangan Sebelum Work From Hotel di Masa Pandemi Corona

Semakin banyak jaringan hotel yang menawarkan paket wfh alias work from hotel selama masa pandemi virus corona. Tarif bermalamnya mulai…