Dewan Kota Sukabumi Desak Pemkot Bangun Rumah Singgah

Dewan Kota Sukabumi Desak Pemkot Bangun Rumah Singgah 

NERACA

Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi didesak segera membangun rumah singgah bagi anak jalanan. Pasalnya, hampir disudut ruas jalan banyak anak-jalanan yang menghiasai wajah kota moci tersebut."Ya, saya usulkan agar Pemda bisa membangun rumah singgah bagi anak jalanan atau terlantar," ujar Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lukmansyah kepada Neraca usai Hearing dengan Dinas Sosial di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Selasa (10/12).

Padahal menurut Lukman, mereka (anak jalanan) berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lainya."Disini pemda harus hadir ditengah-tengah mereka, salah satunya dengan mendirikan rumah singgah. Apalagi, rumah singgah tersebut bukan hanya untuk anak jalanan saja, melainkan juga untuk anak yang terlantar," ujarnya.

Lukman berharap, usulan tersebut bisa menjadi skala prioritas bagi Dinas Sosial (Dinsos) kedepan, sebab keberadaan rumah singgah tersebut bisa memberikan kehidupan yang layak bagi mereka, berbeda ketika mereka ada dijalanan."Kalau mengenai anggaran untuk membangun rumah singgah tersebut, kita akan bantu," bebernya.

Disisi lain Lukman juga mengangap kalau razia yang dilakukan oleh dinas sosial dan dinas terkait, kesanya percuma. Sebab, ketika mereka terkena razia tidak dilakukan edukasi. Artinya, hanya di data saja kemudian dilepaskan lagi tanpa ada tindak lanjutnya."Kalau dirazia kan hanya didata saja, terus dilepaskan lagi. Tapi kalau di simpan di rumah singgah setidaknya ada edukasi yang akan didapatkan oleh mereka," tandasnya.

Sementara itu Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Sukabumi Rita Handayani mengatakan, program rumah singgah jauh-jauh hari sudah diinisiasi oleh pihaknya, bahkan semua dana untuk mewujudkan hal tersebut sudah dianggarkan dari Dana Insentif Daerah (DID), dengan memberdayakan Pustu Subangjaya sebagai rumah perlindungan sosial khusus lima SPM (Standar Pelayanan Minimal)."Untuk kewenangan Kota dan Kabupaten hanya non panti, jadi lebih ke rehabilitasi Lima SPM tersebut, seperti penyandang disabilitas, tuna sosial, usia lanjut terlantar, anak terlantar dan penanganan korban pasca bencana," tuturnya.

Rita menambahkan, sesuai dengan Permensos nomor 16 tahun 2019 tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial. Pihaknya hanya melayani diluar panti saja."Jadi menginisiasi membangun rumah perlindungan sosial itu salah satu untuk antispasi menangani lima SPM tersebut. Dan penangananya selama tujuh hari dengan bertanggungjawab memenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti sandang, pangan, sampai proses reunifikasi dan reintegrasi ke keluarganya. Dan dinsos sedang menata kesana," pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…