BNNP Papua Barat Bekuk 4 Tersangka Narkoba

Jakarta-BNNP Papua Barat bekuk empat tersangka dan barang bukti penyalahgunaan narkotika golongan I yang akan diselundupkan ke Lapas Sorong dan Lapas Fakfak pada pekan ini.

Kepala BNNP Papua Barat Drs. Setija Junianta SH.,M.Hum didampingi Penyidik Pratama Bidang Pemberantasan Zulkarnaen SH mengungkapkan (23/5), ke-4 pelaku narkoba adalah:

-Sabri (S) dan Hasbi (H) ditangkap pada 15 Mei 2019 dengan BB Methapetamine sebanyak 21 Paket.; Hamka Muchtar (HM) ditangkap pada 16 Mei 2019 dengan BB Methapetamine sebanyak 29 Paket; ur Hasbi (NH) ditangkap pada 21 Mei 2019 dengan BB Methapetamine sebanyak 1 Paket berukuran sedang.

Keempat tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Jenis sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 Ayat (1) Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Pengungkapan peredaran shabu ini berawal dari penangkapan Tersangka H dan S dengan barang bukti shabu 21 paket kecil yang dikemas dalam plastik kecil. Direncanakan BB itu akan diselundupkan dijual ke dalam Lapas Klas II Sorong.

Setelah dilakukan pengembangan kembali, tanggal 16 Mei 2019 Team Berantas BNNP Papua Barat kembali menangkap HM dengan BB Shabu 29 paket kecil. Pada pengembangan selanjutnya pada tanggal 21 Mei 2019, team kembali mengamankan Tersangka NH dengan BB 1 Paket Shabu berukuran sedang seberat 25 gr.

Dari pengakuan HM dan NH, Shabu tersebut direncanakan akan diselundupkan ke Lapas Klas II Fakfak. Barang bukti tersebut didapat dari Makassar dengan Kapal Laut dan ada juga melalui pesawat. Modus yang dipakai adalah dengan menyelipkan paket shabu kedalam Karet ban Sepeda Motor, kemudian dikemas rapi dalam karton untuk mengelabui petugas.

Kepala BNNP Papua Barat mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari tahu apakah ada narkotika yang sudah berhasil diedarkan dalam Lapas Sorong dan Fakfak atau tidak. “Pengungkapan kasus ini merupakan keprihatinan BNN terhadap ancaman narkotika yang mulai gencar menyasar wilayah Papua secara keseluruhan, sehingga BNN akan terus melakukan upaya P4GN melalui peningkatan koordinasi dengan instansi terkait, salahsatunya KemenhumHam Provinsi Papua Barat guna mengatasi sasaran penyelundupan narkotika ke Lapas-lapas Papua Barat,” ujar Setija Junianta dalam keterangan tertulisnya, kemarin (24/5). mohar

 

BERITA TERKAIT

Sempat Mangkrak Satu Tahun, Akhirnya Pemkot Sukabumi Operasikan BRT

NERACA Sukabumi - Sempat sekitar satu tahun mati suri, akhirnya lima Bus Rapid Transit (BRT) pemberian pemerintah Provinsi Jabar tersebut…

Kepala DKP3: Kita Akan Minta Tambahan Pupuk Subsidi ke Provinsi Jabar - Akibat Pupuk Subsidi Habis, Kota Sukabumi Minta Tambahan Kuota

NERACA Sukabumi - Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi membenarkan jika pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di wilayahnya.…

Pemkab Lebak Minta Warga Gunakan BST untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta warga penerima dana bantuan sosial tunai (BST) yang digulirkan Kementerian Sosial,…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Sempat Mangkrak Satu Tahun, Akhirnya Pemkot Sukabumi Operasikan BRT

NERACA Sukabumi - Sempat sekitar satu tahun mati suri, akhirnya lima Bus Rapid Transit (BRT) pemberian pemerintah Provinsi Jabar tersebut…

Kepala DKP3: Kita Akan Minta Tambahan Pupuk Subsidi ke Provinsi Jabar - Akibat Pupuk Subsidi Habis, Kota Sukabumi Minta Tambahan Kuota

NERACA Sukabumi - Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi membenarkan jika pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di wilayahnya.…

Pemkab Lebak Minta Warga Gunakan BST untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta warga penerima dana bantuan sosial tunai (BST) yang digulirkan Kementerian Sosial,…