Adaro Energy Buyback Saham Rp4 Triliun

NERACA

Jakarta – Menjaga pertumbuhan dan likuiditas harga saham di pasar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan jumlah Rp4 triliun. Dimana aksi korporasi ini menggu persetujuan RUPST Mei mendatang. Informasi tersebut disampaikan perseroan dakam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan akan melakukan pembelian kembali saham dalam jangka waktu paling lama 12 bulan terhitung setelah tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dimana buyback sesuai ketentuan POJK 29/2023 di mana jumlah saham yang akan dibeli tidak melebihi 10% dari modal yang disetor perseroan. 

Manajemen ADRO mengklaim beberapa pertimbangan buyback di antaranya ADRO memiliki kesempatan dan fleksibilitas untuk melaksanakan buyback pada setiap saat berdasarkan kondisi pasar, dalam jangka waktu 12 bulan terhitung setelah persetujuan RUPST atas rencana buyback diperoleh. Selanjutnya rencana pembelian kembali saham diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham ADRO sehingga harga saham diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental.

Kemudian ADRO berharap dengan dilaksanakannya buyback akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya. Adapun RUPST rencananya akan dilakukan pada 15 Mei 2024. Alhasil periode buyback diperkirakan yaitu selama 12 bulan sejak 16 Mei 2024.

Tahun lalu, ADRO mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 34,16% akibat turunnya pendapatan bersih perseroan. Disebutkan, laba tahun berjalan sebesar US$1,64 miliar atau sekitar Rp25,34 triliun (kurs Jisdor Rp15.439 per 29 Desember 2023). Laba ini lebih rendah 34,16% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 yang menembus US$2,49 miliar. Turunnya laba bersih ADRO tidak terlepas dari koreksi pendapatan bersih yang mencapai 19,56% year-on-year (YoY) dari US$8,10 miliar atau sekitar Rp125,09 triliun menjadi US$6,51 miliar yang setara Rp100,62 triliun.

Sepanjang 2023 beban pokok pendapatan ADRO juga tercatat naik 15,39% menjadi US$3,98 miliar dari sebelumnya pada 2022 yang hanya sebesar US$3,44 miliar. Kenaikan beban pokok pendapatan terutama disebabkan oleh biaya royalti kepada pemerintah yang meningkat 19,18% menjadi US$1,46 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya US$1,23 miliar. Baban pengangkutan dan bongkar muat juga meningkat 17,99% menjadi US$1,32 miliar.

Alhasil, laba kotor ADRO turun 45,47% menjadi US$2,53 miliar dari sebelumnya pada 2022 sebesar US$4,65 miliar. Sementara itu, laba usaha terkoreksi 49,97% menjadi US$2,15 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 yang menembus US$4,30 miliar. Adapun total aset ADRO per akhir Desember 2023 turun 2,87% menjadi US$10,47 miliar dari US$10,78 miliar pada akhir tahun 2022.

BERITA TERKAIT

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…