TBIG Catatkan Pendapatan Rp6,64 Triliun

NERACA

Jakarta -Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatat pendapatan sebesar Rp6,64 triliun. Sementara EBITDA tercatat Rp5,73 triliun dengan marjin EBITDA berada pada 86,3% untuk  2023. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sepanjang tahun lalu, perseroan memiliki 41.227 penyewaan serta 22.475 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 22.357 menara telekomunikasi dan 118 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.109, perseroan mencatat rasio kolokasi (tenancy ratio) menjadi 1,84.“Pada tahun 2023, kami menambahkan 2.760 penyewaan kotor yang terdiri dari 744 sites telekomunikasi dan 2.016 kolokasi ke portofolio kami,” kata CEO TBIG, Hardi Wijaya Liong.

Setelah merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison (IOH) di  2022, Hardi mengatakan pihaknya telah bekerja dengan IOH terkait dengan integrasi jaringan mereka.“Pada beberapa penyewaan dari IOH yang berakhir, kami melihat beberapa yang tidak diperpanjang, yang mengakibatkan penambahan penyewaan bersih yang lebih rendah untuk tahun 2023,” imbuh dia.

 Sementara total pinjaman perseroan per 31 Desember 2023 (jika pinjaman dalam mata uang dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya) tercatat sebesar Rp28.202 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp625 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp801 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) perseroan menjadi Rp27.401 miliar.

Menggunakan EBITDA triwulan keempat 2023 yang disetahunkan, perseroan mencatat total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x. CFO TBIG, Helmy Yusman Santoso mengatakan, perseroan terus memiliki profil likuiditas yang sangat kuat dengan sumber pendanaan yang terdiversifikasi.

 Hingga akhir  2023, catat Helmy, sebanyak 44% dari utang perseroan dalam bentuk obligasi dan pinjaman Rupiah.“Kami terus mengakses pasar obligasi Rupiah lokal, dengan penerbitan PUB VI Tahap III sebesar Rp2.700 miliar pada Februari 2024 dengan tingkat kompetitif 6,75% dan jangka waktu 1 tahun," kata Helmy.

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…