Target Pelanggan Listrik Capai 3,18 Juta - Pada 2013

NERACA

Jakarta—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan jumlah pelanggan listrik pada 2013 ditargetkan bertambah sebanyak 3,18 juta. "Sebanyak 2,95 juta atau 93 % di antaranya berasal dari pelanggan rumah tangga (R)," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman di Jakarta, Selasa.

Jarman merinci, pelanggan rumah tangga itu terdiri atas R1 dengan kapasitas daya 450 VA yang bertambah sebanyak 1,3 juta. Lalu, golongan R1 900 VA bertambah sebesar 1,07 juta pelanggan, R1 1.300 VA 424 ribu, R1 2.200 VA 110 ribu, R2 35 ribu, dan R3 sebanyak 7.779.

Di luar itu, lanjutnya, adalah tambahan pelanggan dari golongan bisnis (B) sebesar 146 ribu, sosial (S) 64.717, pemerintah (P) 18.072, dan industri 2.994. “Tambahan pelanggan listrik terbesar berada di Provinsi Jabar dan Banten yakni 477 ribu,” paparnya.

Disusul, Provinsi Jateng dan Yogyakarta sebesar 296 ribu pelanggan, Jatim 270 ribu, Sumsel dan Jambi 234 ribu, Kalimantan Selatan dan Tengah 188 ribu, Papua dan Papua Barat 177 ribu, serta Jakarta dan Tangerang 169 ribu. "Prioritas kami juga untuk Indonesia bagian timur seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan NTT," ujarnya.

Pemerintah dan DPR telah menyepakati asumsi ketenagalistrikan RAPBN 2013. Asumsi itu adalah pertumbuhan penjualan listrik sembilan % atau 182,28 TWh, susut jaringan 8,5 %, dan biaya pokok penyediaan (BPP) Rp212,07 triliun atau Rp1.163 per kWh.

Marjin usaha ditetapkan sebesar tujuh %, BPP plus marjin Rp226,91 triliun dengan subsidi tahun berjalan Rp78,63 triliun dan total subsidi termasuk "carry over" Rp80,94 triliun.

BERITA TERKAIT

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…