DKI Pertahankan Pengendalian Inflasi Terbaik Lewat Sembako Murah

 

NERACA

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan sembako murah di seluruh wilayah Ibu Kota sebagai upaya mempertahankan predikat pengendalian inflasi terbaik pada 2023. Untuk mempertahankan predikat tersebut, kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati di Jakarta, Sabtu (10/2), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus melakukan upaya pengendalian inflasi. "Salah satunya dengan menggelar kegiatan sembako murah di seluruh kota administrasi DKI Jakarta," katanya.

Sri menyebut, Pemprov DKI Jakarta selalu berkomitmen untuk mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bahan pangan pokok dengan harga yang murah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, tekanan inflasi bulanan untuk komponen bahan makanan didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti beras.

 

Bahkan, penyumbang utama inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta pada Desember 2023 tercatat beras menempati peringkat pertama sebesar 0,274 persen. Selain itu, BPS mencatat tren inflasi komponen bahan makanan menjelang akhir tahun mengalami kenaikan dari 1,39 persen pada November 2023 menjadi 1,79 persen pada Desember 2023. Kenaikan inflasi ini membuat daya beli masyarakat menurun.

 

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk meminimalkan dampak kenaikan harga inflasi, khususnya komoditas pangan dengan cara melaksanakan kegiatan sembako murah. Sri menyebutkan, beras menjadi komoditas utama yang dijual dalam kegiatan sembako murah, baik dalam bentuk paket maupun eceran. "Satu paket sembako yang di pasar seharga Rp130.000, masyarakat cukup membayar Rp100.000," katanya.

 

Adapun selisihnya dipenuhi dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pihak terkait. "Jadi, masyarakat tetap membeli sembako tersebut, bukan dalam bentuk bantuan sosial," kata Sri. Sembako murah yang pertama kali diluncurkan pada 15 Januari 2024 telah digelar di 59 lokasi dengan total mitra kerja sama sebanyak 34 perusahaan.

 

Kantong belanja ramah lingkungan yang digunakan untuk paket sembako pada kegiatan tersebut juga dipilih untuk memudahkan masyarakat membawa paket sembako, dengan warna kantong yang beragam. Masyarakat bisa membeli paket sembako yang terdiri dari 5 kilogram (kg) beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir dan 1 kg tepung terigu seharga Rp100.000.

 

Berbeda dengan bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan mekanisme tersendiri. Yaitu melalui pemerintah pusat berupa 10 kilogram beras dan terdata berdasarkan nama dan alamat.

 

BERITA TERKAIT

Telapak Beri Rekomendasi Terkait Konflik di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PTVI

Telapak Beri Rekomendasi Terkait Konflik di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PTVI NERACA Jakarta - Perkumpulan Telapak Indonesia (disebut Telapak), sebuah…

Bangun Ekosistem Berbasis Sinergi, SIG Ciptakan Peluang Pertumbuhan dan Perluasan Bisnis

Bangun Ekosistem Berbasis Sinergi, SIG Ciptakan Peluang Pertumbuhan dan Perluasan Bisnis NERACA  Jakarta – Kondisi oversupply yang menjadi tantangan industri…

Phapros Siapkan Enam Produk Baru Hasil Riset

Phapros Siapkan Enam Produk Baru Hasil Riset NERACA  Jakarta – Sepanjang 2024 ini, PT Phapros Tbk memiliki berbagai inisiatif strategis…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Telapak Beri Rekomendasi Terkait Konflik di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PTVI

Telapak Beri Rekomendasi Terkait Konflik di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PTVI NERACA Jakarta - Perkumpulan Telapak Indonesia (disebut Telapak), sebuah…

Bangun Ekosistem Berbasis Sinergi, SIG Ciptakan Peluang Pertumbuhan dan Perluasan Bisnis

Bangun Ekosistem Berbasis Sinergi, SIG Ciptakan Peluang Pertumbuhan dan Perluasan Bisnis NERACA  Jakarta – Kondisi oversupply yang menjadi tantangan industri…

Phapros Siapkan Enam Produk Baru Hasil Riset

Phapros Siapkan Enam Produk Baru Hasil Riset NERACA  Jakarta – Sepanjang 2024 ini, PT Phapros Tbk memiliki berbagai inisiatif strategis…