Bantu Warga Palestina, Rumah Zakat Telah Salurkan Bantuan Senilai Rp12 Miliar

 

Bantu Warga Palestina, Rumah Zakat Telah Salurkan Bantuan Senilai Rp12 Miliar
NERACA
Jakarta - Memasuki masa gencatan senjata, Rumah Zakat memaksimalkan untuk pengiriman bantuan kepada warga Palestina. Hingga 24 November 2023, Rumah Zakat telah menyalurkan sejumlah bantuan dari masyarakat Indonesia berupa 23.421 paket Makanan Siap Saji, 1.157 paket obatan – obatan ke RS Gaza, 1.982 paket Food Basket, 180 paket Pakaian Musim dingin, dan juga 3.640 Paket Superqurban.
Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Didi Sabir menyampaikan jika dinilai maka bantuan sudah menyentuh angka Rp12 miliar. "Bantuan terus akan kita berikan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bantuan juga tidak di satu titik saja tetapi kita berusaha untuk memperluas bantuan dengan menggandeng warga lokal " jelasnya saat pemberian penghargaan kepada donatur Rumah Zakat, di Jakarta, Sabtu (25/11). 
Sementara itu, dalam masa gencatan senjata ini Rumah Zakat menyiapkan pendistribusian bantuan berupa pakaian hangat untuk 180 jiwa, 4.000 paket Hot meals, 600 paket food basket dan 200 paket obat obatan. "Alhamdulillah, kami bisa terus menyampaikan bantuan untuk warga palestina bekat masyarakat Indonesia, bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga untuk menghadapi musim dingin "ujar Andri Murdianto, Humanitarian Dept Head Rumah Zakat.
Agar bantuan bisa sampai ke Palestina, Rumah Zakat pun menitipkan bantuan melalui pemerintah Indonesia, dan juga Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) untuk didistribusikan kepada masyarakat di Gaza. "Mari terus doakan terus Palestina, semoga gencatan senjata ini dapat menguragi dampak krisis kemanusiaan yang dialami warga Palestina" tambah Andri. 
Sesuai dengan Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina, sejak November 2023, Rumah Zakat membuat Gerakan zakat untuk Palestina. Sehingga para muzakki yang berkeinginan menunaikan zakat sekaligus membantu Palestina, dapat menyalurkan dana zakatnya melalui Rumah Zakat.
Selain mendistribusikan bantuan darurat bagi masyarakat di Gaza Palestina, Rumah Zakat pun sudah membuat perencanaan untuk masa recovery nanti. Adapun program di masa recovery nanti antara lain sumur bor, perahu nelayan, kursi roda, ambulans, dan winter aid. “Dana zakat yang terkumpul nanti akan didistribusikan untuk program pembangunan pembali Palestina paska agresi militer Israel. Semoga kita dapat membantu meringankan duka masyarakat di Gaza palestina,” tambah Didi. 
Dalam kesempatan yang sama, Aktivis Kemanusiaan Gaza Palestina, Bang Onim menyampaikan bahwa masyarakat Palestina membutuhkan segala macam bantuan karena keadaan di Gaza Palestina yakni darurat. "Jadi warga disana membutuhkan bantuan baik itu bantuan makanan minuman, obat-obatan hingga uang tunai," kata Bang Onim. 
Sebagai warga negara Indonesia yang telah menetap sejak 2018 di Palestina, Bang Onim menjelaskan bahwa warga disana juga membutuhkan pabrik air minum dan pabrik roti. "Untuk pabrik air minum dengan kapasitas 350-400 ribu liter per hari, dibutuhkan dana hingga Rp13 miliar. Selain itu, untuk pabrik roti dibutuhkan dana hingga Rp4 miliar. Roti itu merupakan makanan pokok warga disana, jadi sangat dibutuhkan oleh warga Palestina," tukasnya. 

 

 

NERACA

Jakarta - Memasuki masa gencatan senjata, Rumah Zakat memaksimalkan untuk pengiriman bantuan kepada warga Palestina. Hingga 24 November 2023, Rumah Zakat telah menyalurkan sejumlah bantuan dari masyarakat Indonesia berupa 23.421 paket Makanan Siap Saji, 1.157 paket obatan – obatan ke RS Gaza, 1.982 paket Food Basket, 180 paket Pakaian Musim dingin, dan juga 3.640 Paket Superqurban.

Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Didi Sabir menyampaikan jika dinilai maka bantuan sudah menyentuh angka Rp12 miliar. "Bantuan terus akan kita berikan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bantuan juga tidak di satu titik saja tetapi kita berusaha untuk memperluas bantuan dengan menggandeng warga lokal " jelasnya saat pemberian penghargaan kepada donatur Rumah Zakat, di Jakarta, Sabtu (25/11). 

Sementara itu, dalam masa gencatan senjata ini Rumah Zakat menyiapkan pendistribusian bantuan berupa pakaian hangat untuk 180 jiwa, 4.000 paket Hot meals, 600 paket food basket dan 200 paket obat obatan. "Alhamdulillah, kami bisa terus menyampaikan bantuan untuk warga palestina bekat masyarakat Indonesia, bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga untuk menghadapi musim dingin "ujar Andri Murdianto, Humanitarian Dept Head Rumah Zakat.

Agar bantuan bisa sampai ke Palestina, Rumah Zakat pun menitipkan bantuan melalui pemerintah Indonesia, dan juga Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) untuk didistribusikan kepada masyarakat di Gaza. "Mari terus doakan terus Palestina, semoga gencatan senjata ini dapat menguragi dampak krisis kemanusiaan yang dialami warga Palestina" tambah Andri. 

Sesuai dengan Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina, sejak November 2023, Rumah Zakat membuat Gerakan zakat untuk Palestina. Sehingga para muzakki yang berkeinginan menunaikan zakat sekaligus membantu Palestina, dapat menyalurkan dana zakatnya melalui Rumah Zakat.

Selain mendistribusikan bantuan darurat bagi masyarakat di Gaza Palestina, Rumah Zakat pun sudah membuat perencanaan untuk masa recovery nanti. Adapun program di masa recovery nanti antara lain sumur bor, perahu nelayan, kursi roda, ambulans, dan winter aid. “Dana zakat yang terkumpul nanti akan didistribusikan untuk program pembangunan pembali Palestina paska agresi militer Israel. Semoga kita dapat membantu meringankan duka masyarakat di Gaza palestina,” tambah Didi. 

Dalam kesempatan yang sama, Aktivis Kemanusiaan Gaza Palestina, Bang Onim menyampaikan bahwa masyarakat Palestina membutuhkan segala macam bantuan karena keadaan di Gaza Palestina yakni darurat. "Jadi warga disana membutuhkan bantuan baik itu bantuan makanan minuman, obat-obatan hingga uang tunai," kata Bang Onim. 

Sebagai warga negara Indonesia yang telah menetap sejak 2018 di Palestina, Bang Onim menjelaskan bahwa warga disana juga membutuhkan pabrik air minum dan pabrik roti. "Untuk pabrik air minum dengan kapasitas 350-400 ribu liter per hari, dibutuhkan dana hingga Rp13 miliar. Selain itu, untuk pabrik roti dibutuhkan dana hingga Rp4 miliar. Roti itu merupakan makanan pokok warga disana, jadi sangat dibutuhkan oleh warga Palestina," tukasnya. 

BERITA TERKAIT

LG Berkomitmen Turut Mengatasi Persoalan Food Waste and Insecurity

  NERACA Jakarta - Indonesia menghadapi peningkatan jumlah food waste atau makanan yang terbuang dan menjadi sampah, yang mengkhawatirkan. Laporan…

Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil

  Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil NERACA Bekasi - Beberapa saat lagi umat muslim…

Kominfo Cap 'Hoaks' Isu Kandungan Bromat Le Minerale

Kementerian Komunikasi dan Informasi menerakan cap 'HOAKS' pada sejumlah unggahan di media sosial TikTok yang berisi isu kadar bromat pada…

BERITA LAINNYA DI CSR

LG Berkomitmen Turut Mengatasi Persoalan Food Waste and Insecurity

  NERACA Jakarta - Indonesia menghadapi peningkatan jumlah food waste atau makanan yang terbuang dan menjadi sampah, yang mengkhawatirkan. Laporan…

Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil

  Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil NERACA Bekasi - Beberapa saat lagi umat muslim…

Kominfo Cap 'Hoaks' Isu Kandungan Bromat Le Minerale

Kementerian Komunikasi dan Informasi menerakan cap 'HOAKS' pada sejumlah unggahan di media sosial TikTok yang berisi isu kadar bromat pada…