Pacu Program Hilirisasi

Pemerintah melalui Kementerian Investasi/BKPM terus mendapat target menaikkan investasi nasional setiap tahun. Untuk mencapai target tersebut pemerintah telah meluncurkan Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) yang mencakup delapan sektor prioritas. Selain itu, pemerintah menetapkan sebanyak 98 Proyek Peta Peluang Investasi 2020-2022.

Melalui kementerian dan lembaga, Kementerian Investasi/BKPM berkoordinasi dengan Kementerian BUMN berupaya terus untuk mendorong realisasi investasi.  Pasalnya, peran BUMN sangat strategis dalam mendorong realisasi investasi nasional.

Apalagi melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat perekonomian Indonesia pada tahun 2022 berhasil tumbuh 5,31% dibanding tahun sebelumnya (yoy).  Perekonomian domestik tahun 2022 berhasil tumbuh berkat tingginya pertumbuhan pada triwulan IV-2022 yang mencapai 5,01% (yoy).

Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari angka pre-Covid-19, yang rata-rata sebesar 5% sebelum pandemi. Meski sempat mencatat pertumbuhan negatif saat diterpa badai pandemi Covid-19 pada 2020, perekonomian nasional terus menunjukkan resiliensi dan beranjak pulih lebih cepat satu tahun kemudian.

Jika melihat dari sisi permintaan (demand), mayoritas komponen pengeluaran pada kuartal IV-2022 tumbuh cukup kuat. Didukung windfall komoditas unggulan, ekspor mampu tumbuh double digit yakni mencapai 14,93% (yoy). Sementara itu, impor tumbuh 6,25% (yoy) dengan didorong oleh kenaikan impor barang modal dan bahan baku. Kontributor utama dari PDB adalah konsumsi. Sektor konsumsi ini tumbuh 4,48% (yoy).

Namun yang menarik perhatian, adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia berdiri, peran dari investasi atau PMTB (pembentukan modal tetap bruto) sangat signifikan dalam pembentukan PDB. Dimana investasi tumbuh sebesar 3,33%. Dari sisi supply, peran investasi sangat terlihat dalam pembentukan PDB tersebut. 

Artinya, semua sektor lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif di triwulan IV-2022. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi yakni 16,99% (yoy) diikuti oleh sektor akomodasi dan makanan, minuman yang tumbuh 13,81% (yoy) yang didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta peningkatan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan Nusantara.

Bila menyimak, capaian PDB 2022 di atas merupakan rebound yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Mengingat, sebelumnya, Indonesia sempat mengalami pertumbuhan PDB yang minus atau resesi akibat pandemi Covid-19. Pandemi telah meluluhlantakan sendi-sendi perekonomian Indonesia, utamanya dari sisi konsumsi. Padahal konsumsi merupakan tulang punggung (backbone) PDB nasional selama ini. Selama Covid-19, konsumsi tak bisa menjadi andalan utama pertumbuhan.

Nah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah mendorong sektor investasi. Sebab dengan iklim bisnis yang subur maka sisi demand dan supply perekonomian akan menjadi bergairah. Investasi sendiri merupakan akar dari segala upaya demi memulihkan dan menumbuhkan perekonomian di Indonesia, apalagi di tengah pandemi.

Pendapatan nasional atau PDB sangat erat kaitannya dengan investasi. Investasi berupa penanaman modal yang meningkat akan berdampak positif pada proses produksi dalam bisnis yang semakin giat, kemudian juga akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga. Bahkan, untuk menjadi negara maju, Indonesia sebaiknya tidak lagi hanya mengandalkan konsumsi dalam PDB-nya. Indonesia sudah harus mengandalkan investasi. Sebab, di negara-negara maju, investasi menjadi penopang utama PDB mereka.

Apalagi di era dunia semakin terbuka, tentunya semangat liberalisasi, deregulasi dalam situasi ideologi ekonomi internasional seperti itu, setidaknya menuntut peran BUMN mampu untuk mengamankan kepentingan ekonomi suatu negara agar tidak mengecil, apalagi terpinggirkan. Tetapi membuat semakin lama kian membesar dan strategis.

BERITA TERKAIT

Fragmentasi Ekonomi

Ekonomi global sekarang menghadapi ketidakpastian. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya fragmentasi ekonomi, perubahan cara pandang dalam memandang proses hubungan…

Investasi Makin Terbuka

Keberadaan UU Cipta Kerja dinilai cukup strategis dalam memajukan perekonomian Indonesia. UU Cipta Kerja akan menjadi salah satu regulasi yang…

Ekonomi Global Tak Menentu

Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dalam laporan Economic Outlook terbarunya memperkirakan perekonomian akan melambat sedikit pada 2024, namun risiko hard…

BERITA LAINNYA DI Editorial

Fragmentasi Ekonomi

Ekonomi global sekarang menghadapi ketidakpastian. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya fragmentasi ekonomi, perubahan cara pandang dalam memandang proses hubungan…

Investasi Makin Terbuka

Keberadaan UU Cipta Kerja dinilai cukup strategis dalam memajukan perekonomian Indonesia. UU Cipta Kerja akan menjadi salah satu regulasi yang…

Ekonomi Global Tak Menentu

Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dalam laporan Economic Outlook terbarunya memperkirakan perekonomian akan melambat sedikit pada 2024, namun risiko hard…