'Cawe-Cawe' Presiden

 

Cawe-cawe yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tentunya sama sekali tidak bisa dikonotasikan atau ditafsirkan sebagai hal yang buruk. Justru seluruh hal tersebut dilakukannya demi berupaya untuk terus menjaga agar pelaksanaan Pemilu bisa berlangsung dengan jujur dan adil (Jurdil).

Presiden menegaskan bahwa dirinya akan turut serta (cawe-cawe) dalam pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024 mendatang. Tentunya bukan tanpa alasan hal tersebut dilakukan, hanya semata-mata bertujuan demi kepentingan negara.

Bagaimana tidak, pasalnya Presiden sendiri sangatlah berkeinginan dan juga bisa memastikan agar pelaksanaan Pemilu serentak 2024 bisa dilangsungkan dengan terus menjaga dan menjunjung tinggi azas demokrasi, dengan penuh kejujuran dan keadilan.

Adapun makna cawe-cawe yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tersebut, menurut penjelasan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, bahwa urusan cawe-cawe itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan endorsement calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) yang berkontestasi dalam Pemilu 2024 dari pihak manapun.

Tentunya upaya demi terus menjaga agar berlangsungnya Pemilu 2024 bisa jauh lebih demokratis, jujur dan juga adil terus dilakukan oleh Presiden selaku Kepala Negara saat ini, namun dengan tetap netral dan tidak berpihak kepada peserta kontestasi politik manapun. Pasalnya, hal tersebut juga sesuai dengan kehendak seluruh masyarakat di Indonesia.

Patut diketahui, hasil survei Litbang Kompas pada periode awal Mei 2023 menunjukkan, bahwa memang secara mayoritas tentunya para responden menilai bahwa hendaknya Presiden harus tetap bersikap netral pada pesta demokrasi tersebut. Data menunjukkan bahwa sebanyak 90,35% dari responden menilai bahwa memang menjadi sangat penting bagi seorang Kepala Negara untuk terus menjaga netralitasnya dalam Pemilu mendatang.

Artinya, sudah barang tentu seluruh perjalanan proses Pemilu 2024 itu juga akan terus dijaga dan juga dipantau oleh seluruh elemen masyarakat di Indonesia, sehingga memastikan bagaimana sikap netral yang dimiliki oleh Presiden Jokowi, termasuk juga masyarakat sendiri akan senantiasa terus memastikan supaya pelaksanaan pesta demokrasi setiap 5 (lima) tahunan di Indonesia itu bisa berlangsung dengan menegakkan berbagai azas seperti demokrasi, jujur dan adil.

Sehingga dapat dikatakan, cawe-cawe yang dilakukan oleh Kepala Negara tersebut, memang selama ini terus terjaga dalam koridornya dan sama sekali tidak melenceng dari apa yang hendaknya harus dilakukan, yang mana seluruhnya demi kepastian kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024.

Tidak ada satu pun pihak yang boleh untuk turut mengintervensi adanya pilihan rakyat, entah siapapun calon pemimpin yang mereka pilih, karena memang itu adalah nyawa dari penegakkan demokrasi di Tanah Air. Semua pihak, termasuk Presiden sendiri terus menghormati dan menerima pilihan dari rakyat, serta terus membantu bagaimana agar transisis kepemimpinan yang terjadi di Indonesia bisa terlaksana sebaik mungkin.

Bahkan Mantan Wapres Jusuf Kalla juga mengatakan, cawe-cawe yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dalam pelaksanaan Pemilu 2024 justru merupakan hal yang bagus untuk dilakukan, karena memang seluruhnya demi kedaulatan dan juga kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.

Adalah kurang pas apabila istilah cawe-cawe yang dilakukan oleh Kepala Negara dalam pesta demokrasi ini ditafsirkan atau dikonotasikan menjadi bahasa Jawa yang sangatlah multitafsir. Karena sejatinya juga tidak semua masyarakat Indonesia yang sangat multikultur ini mengerti akan istilah tersebut, apalagi dalam konotasi bahasa Jawanya. Sehingga akan lebih tepat apabila hal yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tersebut sebagai campur tangan pemerintah.

Justru semua yang dilakukan ini adalah dalam suatu momen yang baik, karena justru pemimpin Indonesia saat ini sendiri juga telah menegaskan di hadapan publik kalau dirinya terus berupaya untuk menjaga demokrasi agar proses pemilihan umum berlangsung dengan jujur dan adil serta berjalan dengan baik.

BERITA TERKAIT

Inovasi dan Pendidikan

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan tantangan yang kompleks dalam membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas…

Aspirasi Banyak Pihak

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diluncurkan sebagai bagian dari upaya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat. UU Cipta Kerja bertujuan…

Hormati Putusan PHPU

    Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini sedang menggelar sidang pembacaan putusan sengketa Pileg 2024. Masyarakat diimbau untuk selalu menghormati keputusan…

BERITA LAINNYA DI Editorial

Inovasi dan Pendidikan

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan tantangan yang kompleks dalam membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas…

Aspirasi Banyak Pihak

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diluncurkan sebagai bagian dari upaya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat. UU Cipta Kerja bertujuan…

Hormati Putusan PHPU

    Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini sedang menggelar sidang pembacaan putusan sengketa Pileg 2024. Masyarakat diimbau untuk selalu menghormati keputusan…