24% Peserta Prakerja Diklaim Langsung Dapat Pekerjaan Usai Pelatihan

24% Peserta Prakerja Diklaim Langsung Dapat Pekerjaan Usai Pelatihan 
NERACA
Jakarta - Direktur Eksekutif Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mencatat sebesar 24 persen dari peserta Kartu Prakerja yang menganggur segera mendapatkan pekerjaan satu setengah bulan setelah menyelesaikan program. "Itu satu bulan pasca mereka menerima insentif atau kurang lebih 1,5 bulan setelah mereka menyelesaikan pelatihan," kata Denni dalam konferensi pers, di Restoran Madame Delima, Jakarta, Rabu. 
 
Ia mengatakan peserta Prakerja yang menganggur dipermudah untuk mendapatkan dengan rekomendasi lowongan pekerjaan di dashboard akun Kartu Prakerja mereka. "Setelah selesai pelatihan, biasanya lowongan kerja yang berkaitan dengan pelatihan langsung muncul di dashboard, sehingga bisa diklik dilihat langsung untuk didaftarkan dengan sertifikat Prakerja," katanya.
 
Namun demikian, Program Kartu Prakerja tidak hanya diikuti oleh peserta yang belum memiliki pekerjaan, karena 91 persen peserta Prakerja skema normal di 2023 mengatakan ingin meningkatkan pekerjaan atau naik dari 84 persen pada skema semi bansos. Peserta pun semakin cermat membandingkan pelatihan yang akan diambil dengan pelatihan di situs pembelajaran lain, yakni dari 55 persen di skema semi bansos menjadi 66 persen.
 
Pelaksanaan Program Kartu Prakerja pada tahun 2023 berbeda dari pelaksanaan di tiga tahun sebelumnya, dimana Prakerja menjalankan misi menyalurkan bantuan sosial. Pada tahun ini Prakerja berfokus meningkatkan keahlian angkatan kerja dengan memberikan pelatihan-pelatihan untuk pekerjaan yang masih sangat dibutuhkan oleh dunia kerja.
 
Hal itu mengacu kepada laporan Critical Occupation List, Indonesia Occupation Task and Skills dan beberapa referensi lainnya terbitan Bappenas, Bank Dunia dan World Economic Forum. "Moda pelatihannya yang semula menggunakan moda self-paced learning atau video pembelajaran, kini berganti menjadi kelas webinar dan pertemuan tatap muka," katanya pula. Adapun jumlah peserta Program Kartu Prakerja mencapai 390 ribu pada skema normal atau pada Batch 48 dan 53 di 2023, sehingga pada tahun ini Prakerja masih memiliki sisa kuota untuk peserta sebanyak 610 ribu. 

 

NERACA

Jakarta - Direktur Eksekutif Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mencatat sebesar 24 persen dari peserta Kartu Prakerja yang menganggur segera mendapatkan pekerjaan satu setengah bulan setelah menyelesaikan program. "Itu satu bulan pasca mereka menerima insentif atau kurang lebih 1,5 bulan setelah mereka menyelesaikan pelatihan," kata Denni dalam konferensi pers, di Restoran Madame Delima, Jakarta, Rabu. 

Ia mengatakan peserta Prakerja yang menganggur dipermudah untuk mendapatkan dengan rekomendasi lowongan pekerjaan di dashboard akun Kartu Prakerja mereka. "Setelah selesai pelatihan, biasanya lowongan kerja yang berkaitan dengan pelatihan langsung muncul di dashboard, sehingga bisa diklik dilihat langsung untuk didaftarkan dengan sertifikat Prakerja," katanya.

Namun demikian, Program Kartu Prakerja tidak hanya diikuti oleh peserta yang belum memiliki pekerjaan, karena 91 persen peserta Prakerja skema normal di 2023 mengatakan ingin meningkatkan pekerjaan atau naik dari 84 persen pada skema semi bansos. Peserta pun semakin cermat membandingkan pelatihan yang akan diambil dengan pelatihan di situs pembelajaran lain, yakni dari 55 persen di skema semi bansos menjadi 66 persen.

Pelaksanaan Program Kartu Prakerja pada tahun 2023 berbeda dari pelaksanaan di tiga tahun sebelumnya, dimana Prakerja menjalankan misi menyalurkan bantuan sosial. Pada tahun ini Prakerja berfokus meningkatkan keahlian angkatan kerja dengan memberikan pelatihan-pelatihan untuk pekerjaan yang masih sangat dibutuhkan oleh dunia kerja.

Hal itu mengacu kepada laporan Critical Occupation List, Indonesia Occupation Task and Skills dan beberapa referensi lainnya terbitan Bappenas, Bank Dunia dan World Economic Forum. "Moda pelatihannya yang semula menggunakan moda self-paced learning atau video pembelajaran, kini berganti menjadi kelas webinar dan pertemuan tatap muka," katanya pula. Adapun jumlah peserta Program Kartu Prakerja mencapai 390 ribu pada skema normal atau pada Batch 48 dan 53 di 2023, sehingga pada tahun ini Prakerja masih memiliki sisa kuota untuk peserta sebanyak 610 ribu. 

BERITA TERKAIT

Pemerintah Ungkap Beberapa Pekerjaan yang Terancam Karena AI

Ada Beberapa Pekerjaan yang Terancam Karena AI NERACA Jakarta - Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja (PPTK) Kemenko Bidang Perekonomian…

KLHK Diminta Bikin Riset Soal Air Sungai Tercemar Akibat Tambang

  KLHK Diminta Bikin Riset Soal Air Sungai Tercemar Akibat Tambang  NERACA Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Ihsan…

Kota-Kota di Indonesia Dinilai Tidak Memiliki Bentuk yang Jelas

Kota-Kota di Indonesia Dinilai Tidak Memiliki Bentuk yang Jelas NERACA Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Pemerintah Ungkap Beberapa Pekerjaan yang Terancam Karena AI

Ada Beberapa Pekerjaan yang Terancam Karena AI NERACA Jakarta - Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja (PPTK) Kemenko Bidang Perekonomian…

KLHK Diminta Bikin Riset Soal Air Sungai Tercemar Akibat Tambang

  KLHK Diminta Bikin Riset Soal Air Sungai Tercemar Akibat Tambang  NERACA Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Ihsan…

Kota-Kota di Indonesia Dinilai Tidak Memiliki Bentuk yang Jelas

Kota-Kota di Indonesia Dinilai Tidak Memiliki Bentuk yang Jelas NERACA Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan…