Mustika Ratu Bukukan Rugi Rp 9,9 Miliar

Semester pertama 2022, emiten produsen kosmetik PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) bukkan rugi bersih sebesar Rp9,905 miliar atau memburuk dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat laba bersih Rp2,257 miliar. Akibatnya, saldo laba belum ditentukan penggunaanya berkurang 4,6% dibanding akhir tahun 2021 menjadi sebesar Rp183,09 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang diriis di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, penjualan bersih menyusut 5,6% menjadi Rp166,89 miliar karena penjualan produk kesehatan anjlok 81,3% sisa Rp8,5 miliar. Tapi penjualan produk perawatan diri tumbuh 11,3 persen menjadi Rp147,42 miliar. Senada, penjualan jamu dan minuman kesehatan tumbuh 11,05 persen menjadi Rp22,131 miliar. Demikian juga dengan penjualan kosmetik yang tumbuh 18,7 persen menjadi Rp29,892 miliar.

Walau beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 4,6% menjadi Rp76,77 miliar. Tapi laba kotor tetap melorot 5,9% menjadi Rp90,127 miliar. Sayangnya, beban penjualan membengkak 0,23% menjadi Rp67,303 miliar. Kemudian beban umum dan administrasi naik 14,1% menjadi Rp26,756 miliar. Dampaknya, emiten jamu ini mengalami rugi usaha sebesar Rp4,89 miliar.

Sementara itu, kewajiban tumbuh 12,3% menjadi Rp264,31 miliar. Sedangkan ekuitas terkikis 2,9%  menjadi Rp333,54 miliar. Sehingga aset perseroan tumbuh 3,2% menjadi Rp597,86 miliar. Lalu kas bersih digunakan untuk operasi mencapai Rp32,627 miliar karena penerimaan dari pelanggan hanya Rp190,26 miliar, tapi pembayaran kepada pemasok, karyawan dan beban operasional lainnya mencapai Rp215,43 miliar.

BERITA TERKAIT

Indo Kordsa Bagikan Dividen Rp 135 Miliar

PT Indo Kordsa Tbk. (BRAM) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp300 per saham dengan total mencapai Rp135 miliar. Dividen…

Hafid Hadeli Jabat Komisaris Adira Finance

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance yang…

Kimia Farma Targetkan Produksi 28 BBO

Dorong pertumbuhan bisnisnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melalui anak usahanya PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) menargetkan produksi bahan…

BERITA LAINNYA DI

Indo Kordsa Bagikan Dividen Rp 135 Miliar

PT Indo Kordsa Tbk. (BRAM) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp300 per saham dengan total mencapai Rp135 miliar. Dividen…

Hafid Hadeli Jabat Komisaris Adira Finance

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance yang…

Kimia Farma Targetkan Produksi 28 BBO

Dorong pertumbuhan bisnisnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melalui anak usahanya PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) menargetkan produksi bahan…