WIKA Bukakan Kontrak Baru Rp 13,8 Triliun

NERACA

Jakarta -Semester pertama 2022,PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih kontrak baru sebesar Rp 13,8 triliun atau naik 31,4% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini baru sekitar 32,41% dari target kontrak baru yang diincar perseroan hingga akhir tahun senilai Rp 42,57 triliun.”Sebagian besar kontrak baru semester I-2022 disumbangkan oleh sektor infrastruktur dan bangunan gedung. Disusul industri penunjang konstruksi, energi dan industrial plant, serta realty dan property,”kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, perseroan meyakini jumlah kontrak baru pada semester II-2022 akan lebih besar dibandingkan semester pertama. Pasalnya, siklus perolehan kontrak, penjualan, dan laba bagi perusahaan konstruksi realisasinya paling besar terjadi di akhir tahun. Sementara pada semester pertama, perusahaan konstruksi umumnya fokus pada penyiapan administrasi.

Dalam deretan kontrak baru yang diraih perseroan hingga Juni 2022, terdapat proyek preservasi jalan dan jembatan di Bali yang dipercayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung perhelatan G20 pada Oktober 2022 mendatang.

Menurut Agung, proyek preservasi jalan dan jembatan di Bali menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pada WIKA dalam mengerjakan infrastruktur yang akan dilewati para kepala negara pada pergelaran kelas dunia tersebut. Selain preservasi jalan dan jembatan di Bali, WIKA juga tengah mengerjakan sejumlah proyek pendukung G20. Di antaranya pembangunan jalan dan jembatan Labuan Bajo – Tana Mori, serta revitalisasi ruangan VVIP pada Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali.

Kata Agung, berbagai proyek yang telah diraih akan menjadi modal untuk keberlangsungan usaha perseroan ke depan. Sementara itu, selaras dengan model bisnis perseroan, WIKA berhasil divestasi dua entitas asosiasinya pada kuartal II-2022, yaitu PT Jasamarga Kunciran Cengkareng dan PT Prima Terminal Petikemas. Langkah tersebut, lanjutnya, sebagai bentuk capital recycling yang dapat membuat ruang lebih bagi perseroan dalam pemenuhan investasi mendatang sekaligus menambah kas perseroan sebagai modal kerja yang baru sehingga dapat lebih fokus pada bisnis inti.

Sementara hasil RUPSLB menyetujui pengangkatan Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Usaha Perseroan menggantikan direktur sebelumnya yang mendapat penugasan di BUMN lain. Dengan demikian, susunan direksi terdiri dari Direktur Utama Agung Budi Waskito, Direktur Operasi I Hananto Aji, dan Direktur Operasi II Harum Akhmad Zuhdi. Selanjutnya, ada Direktur Operasi III Rudy Hartono, Direktur Human Capital dan Pengembangan Hadjar Seti Adji, Direktur QHSE Ayu Widya Kiswari, serta Direktur Keuangan Adityo Kusumo.

BERITA TERKAIT

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…