Kimia Farma Bagikan Dividen Rp 90,6 Miliar

NERACA

Jakarta- Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memutuskan membagikan dividen senilai Rp 90,6 miliar atau setara 30% dari total laba bersih 2021 yang tercatat senilai Rp 302 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan di Jakarta, kemarin.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, PT Kimia Farma Tbk, Lina Sari mengatakan, keputusan pembagian dividen telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.”Hasil RUPST telah disetujui penetapan penggunaan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dalam bentuk dividen sebesar 30% dari total laba, angkanya kurang lebih Rp 90,6 miliar,”ujarnya.

Sedangkan sisa laba senilai Rp 211,5 miliar atau setara 70% akan ditetapkan sebagai dana cadangan. Menurut Lina, jumlah dividen tersebut meningkat, dibandingkan dengan jumlah dividen yang dibagikan tahun 2020.

Pada tahun 2020, pembagian dividen memang terbilang lebih besar yaitu 40% dari laba bersih. Namun, dari nilai rupiah per sahamnya hanya sekitar satu koma sekian. Sedangkan penggunaan laba bersih di tahun 2021, meski jumlah persentasenya 30%, namun nilainya setara dengan Rp 19 per saham.“Kami ingin membuktikan kepada para pemegang saham bahwa kami mampu beroperasi dan berkinerja dengan lebih baik sehingga bisa memberikan kontribusi positif tentunya bagi para pemegang saham dan stakeholder KAEF,”kata Lina.

Selain dividen, RUPST tersebut menetapkan David Utama sebagai direktur utama menggantikan Verdi Budidarmo. Kemudian merestui perubahan nomenklatur dan perampingan jajaran dewan direksi dari semula beranggotakan 6 orang, menjadi 5 orang.“Perubahan di struktur nomenklatur terjadi di Direktorat Marketing dan Product Development serta Direktorat Human Capital,” imbuh Lina.

Selain itu, RUPST Kimia Farma juga menyetujui persetujuan laporan tahunan perseroan termasuk laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2021, dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan yang di dalamnya mencakup laporan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

Selain itu, sekaligus pemberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas tindakan pengurusan Perseroan dan Dewan Komisaris atas tindakan Pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama tahun buku 2021.

 

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…