Kejar Pertumbuhan Bisnis - Malindo Feedmill Buka Pasar Ekspor Ke Jepang

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan penjualan di tengah pandemi Covid-19, emiten unggas PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) terus membuka pasar ekspor. Teranyar, perseroan kembali melakukan ekspor ke Jepang. Melalui anak perusahaannya PT Malindo Food Delight, perusahaan yang memiliki produk Sunnygold, MAIN mengekspor 6 ton produk berupa nugget dan karage pada 28 September lalu.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, beberapa produk yang diekspor seperti Sunnygold Ciki Wiki dan Sobat. Perseroan sendiri menembus ekspor pertama kali ke Jepang pada September 2020. Melalui kerja sama dengan diaspora yang memiliki bisnis kuliner halal di Jepang, Malindo mengekspor produk SunnyGold berupa nuget, tempura dan karage.

Produk olahan Malindo berasal dari ayam peternakan sendiri yang dipelihara dengan memperhatikan budidaya ayam yang baik, sehat dan halal. Produk olahan Malindo juga telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan diproduksi dipabrik yang menggunakan teknologi tinggi dan mesin berstandar Eropa. Pabrik Malindo juga sudah memiliki ISO 22.000 Food Safety, ISO 9001:2015, sertifikat halal dari MUI serta izin BPOM. “Dengan demikian produk olahan Malindo sudah berstandar internasional, sehingga tidak kalah dengan produk sejenis lainnya di pasar global,” ujar Rewin Hanrahan, Direktur MAIN dan juga Direktur PT Malindo Food Delight.

Ekspor Malindo ke Jepang kemudian berlanjut pada pada Januari 2021 dan September 2021 kemarin. Adapun, MAIN juga berkomitmen untuk mendukung program GRATIEKS atau Gerakan Tiga Kali Ekspor dari Kementerian Pertanian RI. Menurut Rewin, pihaknya masih terus mengembangkan peluang ekspor ke negara lain. “Target kami selanjutnya adalah Uni Emirat Arab, Timor Leste dan Singapura. Semoga dapat terwujud dalam waktu dekat,”kata Rewin.

Di semester pertama 2021, MAIN membukukan laba bersih sebesar Rp128,6 miliar dalam enam bulan pertama tahun 2021 atau membaik dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp44,22 miliar. Sementara laba per saham dasar tercatat Rp57. Sedangkan di semester I 2021 justru rugi per saham dasar Rp20. Sementara penjualan bersih naik 43,45% menjadi Rp4,579 triliun. Rincinya, penjualan pakan ternak naik 39,02% menjadi Rp2,875 triliun. Kemudian, penjualan anak ayam naik 68,48% menjadi Rp866,81 miliar. Berikutnya, penjualan ayam pedaging naik 55,04% menjadi Rp645,71 miliar.

Namun beban pokok penjualan membengkak 39,32% menjadi Rp4,124 triliun. Sehingga laba kotor naik 95,68% menjadi Rp454,165 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 10,86% menjadi Rp5,1 triliun. Hal itu dipicu membengkaknya pos kewajiban sebesar 16,13% menjadi Rp2,936 triliun. Kemudian arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sebesar Rp7,82 miliar, atau susut 95,42% dibandingkan semester I 2020 yang mencapai Rp153,79 miliar.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…