Dorong Kemajuan Industri Asuransi Jiwa - AAJI Inisiasi Transformasi Brand dan Produk Pelayanan

Dalam rangka perluas penetrasi pasar asuransi jiwa di Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meluncurkan transformasi brand dari asosiasi yang beranggotakan 65 perusahaan asuransi jiwa  agar mampu melampaui berbagai kinerja yang sudah dicapai saat ini.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menjelaskan bahwa saat ini adalah momentum emas bagi industrinya untuk menciptakan produk asuransi yang menjawab berbagai kebutuhan dan melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia. “Transformasi yang kami deklarasikan hari ini adalah wujud penguatan komitmen jangka panjang AAJI dalam memberikan sumbangsih industri asuransi jiwa ke masyarakat. Meski dalam beberapa tahun terakhir, industri kami telah memberikan berbagai manfaat penting bagi Indonesia, namun hari ini AAJI bersama seluruh anggota bersepakat untuk lebih melampaui lagi catatan positif tersebut,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/9).

Menurut Budi, AAJI belum cukup puas dengan capaian Industri asuransi jiwa yang saat ini telah melindungi sekitar 60 juta tertanggung dari berbagai kalangan. Dalam proses transformasinya, AAJI mendorong semua perusahaan dan para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan bisnis dan berbagai proses usaha industri asuransi jiwa Indonesia.

Disampaikannya pula, dalam tiga tahun terakhir, rata-rata klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa per tahunnya telah mencapai sekitar Rp. 148,52 triliun. Bahkan di masa pandemi ini, industri asuransi jiwa tetap mampu mencatatkan kinerja positif dalam pembayaran klaim Covid-19. Sampai dengan Juni tahun ini, industri asuransi jiwa telah membayarkan sekitar Rp. 3,74 triliun untuk jenis klaim ini.

Nilai triliunan tersebut menggambarkan biaya perawatan pasien Covid-19 di luar rumah sakit rujukan wajib pemerintah yang berhasil ditutup oleh asuransi. Dan tentunya bagi masyarakat, pembayaran klaim dan santunan kesehatan tersebut sangat melindungi dirinya dari risiko gangguan pendapatan yang dialami saat menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Saat perekonomian belum pulih sepenuhnya, tentunya partisipasi sektor swasta dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah. Kinerja moncer di soal pembayaran klaim kesehatan akibat Covid-19 tersebut tentu dapat meringankan beban pemerintah saat pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Capaian positif lain juga ditunjukkan industri ini dengan besarnya total Uang Pertanggungan (UP) yang sedang dikelola. AAJI mencatat dalam tiga tahun sejak 2018 hingga 2020 lalu, UP telah mencapai nilai sekitar Rp. 4.326,22 triliun. Dana UP ribuan triliun tersebut tentunya sangat berguna dalam menjaga kualitas hidup para keluarga dan ahli waris, saat kematian, kecelakaan atau risiko lain terjadi.

Di periode yang sama, industri asuransi jiwa juga telah berupaya mendukung stabilitas perekonomian Indonesia dengan upaya investasi dana kelola anggotanya ke berbagai instrumen. Penempatan investasi industri di obligasi, SBN, dan Sukuk, secara rata-rata telah mencapai sekitar Rp. 112 triliun. Industri asuransi jiwa juga turut membantu menjaga stabilitas pasar modal dengan penempatan investasi di pasar modal rata2 3 tahun sebesar Rp. 319 triliun.“Inisiasi ini kami maknai sebagai langkah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mentransformasi industri asuransi jiwa Indonesia. AAJI berkeinginan untuk selalu berusaha melampaui berbagai aspirasi masyarakat. Di masa depan, industri asuransi jiwa akan tetap terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dan berkontribusi lebih tinggi lagi ke perekonomian,”kata Budi.

Budi mengakui bahwa proses transformasi yang sedang berjalan tidaklah mudah. Transformasi membutuhkan dukungan penuh semua pemangku kepentingan dalam proses mencapai tujuan berskala besar ini. Sementara Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu menambahkan bahwa transformasi ini didasari oleh keinginan industri untuk senantiasa memberikan manfaat terbesarnya dalam melindungi lebih banyak masyarakat di masa depan.“Hingga saat ini, Industri asuransi jiwa sudah cukup banyak berkontribusi ke perekonomian. Dalam kondisi pandemi dan momentum economic rebound saat ini, kami ingin membuka lembaran baru. Kami optimis, inklusi dan perlindungan asuransi yang lebih masif bagi semua lapisan masyarakat dapat kita capai bersama dengan lebih cepat dan efektif,” kata Togar.

Kata Kepala Departemen Marketing AAJI, Jos Chandra Irawan, momentum positif saat ini akan dimanfaatkan maksimal oleh AAJI dengan meluncurkan berbagai inovasi di industrinya. “Transformasi yang diinisiasi bersama ini memunculkan berbagai potensi inovasi di industri. Salah satunya di soal penggunaan teknologi. IT dalam pemasaran produk asuransi jiwa yang selama ini sudah didukung regulator akan makin kami genjot. Di masa depan, industri asuransi jiwa akan memberikan lebih banyak lagi kemudahan kepada masyarakat,” jelas Jos.

Kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan akan lebih diintensifkan di masa depan. Cakupannya meliputi proses knowledge sharing dalam digitalisasi bisnis asuransi. Kolaborasi digital di dunia asuransi dijadikan AAJI sebagai instrumen baru dalam melayani nasabah.

 

BERITA TERKAIT

Rebranding Layanan Prioritas - Kini BJB Prioritas Miliki 17 Fasilitas Layanan

Dalam rangka mengoptimalkan layanan kepada nasabah, PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJB) atau bjb secara resmi rebranding…

BTN Bidik Pembiayaan Perumahan MBR di Sumatera Utara

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat potensi pembiayaan rumah atau kredit pemilikan rumah (KPR) di wilayah Sumatera Utara…

Coverage Ratio di Atas 120% - BTN Optimis Target Akhir Tahun Bakal Tercapai

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis bakal mencapai target kinerja bisnis hingga akhir 2021, disumbang berbagai transformasi yang dilakukan…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Rebranding Layanan Prioritas - Kini BJB Prioritas Miliki 17 Fasilitas Layanan

Dalam rangka mengoptimalkan layanan kepada nasabah, PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJB) atau bjb secara resmi rebranding…

BTN Bidik Pembiayaan Perumahan MBR di Sumatera Utara

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat potensi pembiayaan rumah atau kredit pemilikan rumah (KPR) di wilayah Sumatera Utara…

Dorong Kemajuan Industri Asuransi Jiwa - AAJI Inisiasi Transformasi Brand dan Produk Pelayanan

Dalam rangka perluas penetrasi pasar asuransi jiwa di Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meluncurkan transformasi brand dari asosiasi yang…