Pengembangan Kendaraan Listrik Terus Didorong

Jakarta - Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik di tanah air. Sederet upaya dilakukan,antara lain melalui penyusunan peta jalan pengembangan EV, pemberian berbagai insentif, hinggapengembangan ekosistem EV di Indonesia.

NERACA

Industri alat transportasi menjadi prioritas dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. “Indonesia telah menetapkan roadmap atau peta jalan pengembangan EV melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV, dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan,  sebagai upaya mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri EV, pemerintah menciptakan ekosistem EV dengan melibatkan para pemangku kepentingan yang terdiri dari produsen, produsen baterai, pilot project, konsumen, dan infrastruktur seperti charging station, dan pilot project.

Pemerintah telah menetapkan roadmap pengembangan EV hingga 2030. Targetnya, produksi EV pada 2030 dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih, dan untuk roda dua dapat mencapai hingga 2,45 juta unit.

“Dengan diproduksinya kendaraan listrik, diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua,” ungkap Agus.

Dalam roadmap tersebut, diperkirakan pembelian kendaraan listrik untuk roda empat akan mencapai 132.983 unit, sedangkan untuk kendaraan listrik roda dua akan mencapai 398.530 unit.

Selanjutnya untuk mempercepat popularisasi penggunaan EV, pemerintah akan menetapkan peraturan tentang roadmap pembelian EV di instansi pemerintahan. Selain itu, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal bagi konsumen EV, seperti pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah PPnBM sebesar 0% melalui Peraturan Pemerintah No 74/2021, pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor (BBN-KB) sebesar 0% untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Peraturan Gubernur No. 3/2020.

Kemudian BBN-KB sebesar 10% Mobil Listrik dan 2,5% Sepeda Motor Listrik di Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dituangkan dalam Peraturan Daerah No. 9/2019, uang muka minimum sebesar 0% dan suku bunga rendah untuk kendaraan listrik melalui Peraturan Bank Indonesia No. 22/13/PBI/2020, diskon penyambungan dan penambahan daya listrik, dan lainnya.

“Produsen EV juga dapat memanfaatkan berbagai keuntungan seperti Tax Holiday, Mini Tax Holiday melalui Undang-undang 25/2007, Peraturan Menteri Keuangan (PMK 130/2020), Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal 7/2020, tax allowance (PP 18/2015 Jo PP 9/2016, Permenperin 1/2018), Pembebasan Bea Masuk (PMK 188/2015), Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, dan Super Tax Deduction untuk kegiatan R&D (PP 45/2019, dan PMK No.153/2020),” jelas Agus. 

Sementara itu Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier pun mengakui, “Indonesia menargetkan untuk mengembangkan industri komponen utama EV berupa baterai, motor listrik dan inverter.”

Selama ini, menurut Taufiek, industri otomotif mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Potensi Indonesia saat ini didukung dengan 21 produsen otomotif, yang secara keseluruhan telah merealisasikan investasi senilai Rp71,35 triliun.

Total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri otomotif tersebut.

Disisi lain, Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Industri, Kementerian Perindustrian, Heru Kustanto mengungkapkan, guna mendukung sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik, Kementerian Perindustrian telah melakukan beberapa penelitian terkait pengembangan baterai dan inftrastruktur pengisian listrik, sesuai yang ditetapkan dalam Prioritas Riset Nasional (PRN).

BERITA TERKAIT

Yamaha Mio M3 125 Luncurkan Warna Baru

Jakarta – Konsisten menjadi motor pilihan tanpa kompromi, baik untuk pria maupun wanita yang bergaya sporty, Yamaha Mio M3 125…

Servis Berkala Jaga Peforma Kendaraan

NERACA Jakarta - Kondisi kendaraan yang prima menjadi salah satu kunci performa kendaraan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh…

Suzuki Lakukan Product Quality Update untuk Jimny

NERACA Jakarta - Tanggung jawab PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terhadap konsumen adalah komitmen yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen tersebut salah…

BERITA LAINNYA DI Otomotif

Yamaha Mio M3 125 Luncurkan Warna Baru

Jakarta – Konsisten menjadi motor pilihan tanpa kompromi, baik untuk pria maupun wanita yang bergaya sporty, Yamaha Mio M3 125…

Servis Berkala Jaga Peforma Kendaraan

NERACA Jakarta - Kondisi kendaraan yang prima menjadi salah satu kunci performa kendaraan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh…

Suzuki Lakukan Product Quality Update untuk Jimny

NERACA Jakarta - Tanggung jawab PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terhadap konsumen adalah komitmen yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen tersebut salah…