Peduli Lingkungan di Kepulauan Seribu - Pelindo II Kelola Sampah Jadi Energi Terbarukan

Persoalan sampah akan menjadi bom waktu bila tidak dikelola dengan baik. Menyadari pengelolaan sampah yang belum optimal dan potensinya merusak lingkungan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membantu pengolahan sampah menjadi energi terbarukan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Bantuan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu senilai Rp499 juta. Menurut General Manager PT Pelindo II (Persero) Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa, Kurnia Jaya diserahkan dalam dua tahap, yaitu pertama sebesar Rp190.352.000 dan kedua sebesar Rp309.400.000.”Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Seribu dengan memanfaatkan program daur ulang (recycling) sampah plastik menjadi bahan bakar untuk keperluan nelayan dan masyarakat di sekitar Kepulauan Seribu,”kata Kurnia seperti dikutip antara di  Kepulauan Seribu, kemarin.
Bantuan PT Pelindo II digunakan untuk membangun rumah mesin beserta unit mesin pengolahan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dapat digunakan nelayan untuk melaut.

Kurnia mengatakan, Kepulauan Seribu merupakan wilayah CSR dari IPC Cabang Sunda Kelapa. Bantuan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kepulauan Seribu Endro M Prabowo disaksikan oleh Ketua Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Robin di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

Program CSR PT Pelindo II tersebut merupakan bantuan yang ketiga kalinya di Pulau Untung Jawa. Sebelumnya ada juga penyaluran bantuan acropora untuk kegiatan transplantasi terumbu karang serta pemasangan ikon Sakura dan tulisan "Selamat Datang" di Pulau Untung Jawa.

Asal tahu saja, volume sampah tiap tahunnya meningkat tajam. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, merilis bahwa saat ini Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Berdasarkan data tersebut, sekitar 60% sampah diangkut dan ditimbun ke TPA, 10% sampah didaur ulang, sedangkan 30% lainnya tidak dikelola dan mencemari lingkungan.

Maka menyikapi perseroalan sampah perlu dikelola dengan baik agar limbah sampah menjadi sumber potensi ekonomi baru dan juga energi terbarukan. Pemanfaatan sampah yang diolah jadi energi baru dan terbarukan (EBT) dinilai bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan sampah yang ada saat ini. Selain menyelesaikan sampah, energi yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan dan bermanfaat.

Kata Kepala B2TKE Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Mohammad Mustafa Sarinanto, persoalan sampah telah menjadi masalah bagi seluruh daerah di Indonesia, karena produksi sampah setiap harinya bertambah. "Hampir seluruh daerah menghadapi persoalan yang sama terhadap sampah,"ujarnya.

Dengan perkembangan daerah, maka produksi sampah setiap harinya bertambah. Sementara pembuangan sampah menjadi kendala yang dihadapi. Mustafa Sarinanto menuturkan, pemerintah daerah menghadapi kendala tentang pembuangan sampah. "Selama ini isu aktual yang muncul adalah tempat pembuangan sampah yang sulit. Kalaupun ada daya tampungnya, juga tetap menjadi persoalan," katanya.

Ya, persoalan mengolah sampah menjadi energi baru terbarukan dinilai merupakan solusi yang tepat saat ini. Sebab, sampah ternyata bisa diolah dan menghasilkan energi seperti listrik. Saat ini, BPPT sedang membuat pilot project di TPA Bantar gebang Bekasi untuk sampah diolah menjadi energi listrik. "pilot project nya sedang berjalan dan diharapkan tahun ini sudah bisa beroperasi," ujar Mustafa.

 

BERITA TERKAIT

Dukung Perubahan, KT&G Gelar Kompetisi Design Packaging

  KT&G Indonesia sebagai perusahaan sigaret terbesar ke-9 di dunia, dengan merek andalannya yaitu ESSE melakukan inovasi dengan menggelar ajang…

Tangkap Peluang Bisnis di Tengah Pandemi - Produksi Hand Sanitizer dari Sampah Limbah Kulit Buah

Di tengah kondisi kesusahan akibat dampak pandemi Covid-19, selalu ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dan bahkan bisa memberikan masyarakat…

HUT ke 23, Morula Indonesia Tanam 2.500 Bibit Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

  Sebagai pelopor klinik fertilitas di Indonesia, di usia ke 23 tahun Morula IVF Indonesia terus berkomitmen dalam membentuk generasi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Perubahan, KT&G Gelar Kompetisi Design Packaging

  KT&G Indonesia sebagai perusahaan sigaret terbesar ke-9 di dunia, dengan merek andalannya yaitu ESSE melakukan inovasi dengan menggelar ajang…

Tangkap Peluang Bisnis di Tengah Pandemi - Produksi Hand Sanitizer dari Sampah Limbah Kulit Buah

Di tengah kondisi kesusahan akibat dampak pandemi Covid-19, selalu ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dan bahkan bisa memberikan masyarakat…

HUT ke 23, Morula Indonesia Tanam 2.500 Bibit Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

  Sebagai pelopor klinik fertilitas di Indonesia, di usia ke 23 tahun Morula IVF Indonesia terus berkomitmen dalam membentuk generasi…