Ramadhan Momen Perkuat Silaturahmi dan Kebangsaan

NERACA

Jakarta - Dai milenial Habib Husein Ja'far Hadar mengatakan bulan Ramadhan yang identik dengan menyucikan jiwa, silaturahmi dan saling memaafkan, juga jadi momen untuk memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa.

Habib Husein, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/4), mengatakan seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia sedang berbahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1442 Hijriah yang merupakan bulan ampunan dari Allah SWT.

Dengan mempersiapkan diri (menyambut ramadhan) melalui perbaikan-perbaikan diri, akan dapat fokus beribadah dan menjadi orang yang pantas mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

“Setelah Ramadhan nanti kita akan terlahir kembali sebagai pribadi yang sudah dipenuhi oleh nilai cinta pada siapa pun,” tutur Habib Husein.

Mengaitkan pada era sosial media, dai muda yang berdakwah melalui media sosial ini menuturkan bahwa dalam Islam diajarkan untuk berbicara dengan cara yang baik, dengan kata yang baik, penyampaian yang baik dan bijaksana agar jangan sampai ilmu atau informasi yang benar tidak diterima karena disampaikan dengan cara yang tidak baik.

"Apapun isu yang ada di tengah kita hendaknya dikelola secara sehat, masyarakat dibiarkan berdiskusi tanpa harus diarahkan dan merasakan ketakutan di social media,” ujarnya.

Lebih lanjut Habib Husen Ja’far juga menyampaikan bahwa media sosial harusnya menjadi tempat diskusi secara sehat, sehingga dari sana bisa lahir gagasan dan ide konstruktif untuk kemajuan bangsa.

Ia juga menjelaskan, Ramadhan juga merupakan bulan cinta saat umat Islam diajarkan untuk menahan lapar dan haus untuk sesuatu yang lebih besar.

Pada bulan Ramadhan juga bisa belajar untuk merelakan hak kita untuk kemaslahatan yang lebih luas.

"Ada dua semangat Ramadan yang dapat kita ambil yaitu Ramadhan sebagai bulan cinta dan menjadi pribadi yang dermawan yang mampu merelakan sesuatu hilang dari diri (hak) kita untuk kemaslahatan yang lebih luas,” tukasnya.

Di momen Ramadhan ini, Habib Husein mengajak kaum milenial untuk belajar memahami Islam yang rahmatan lil alamin.

Hal ini terkait dengan serentetan aksi teror di Indonesia yang dilandasi pemahaman agama yang salah. Ia mengaku tidak habis pikir, seorang yang mengaku beragama Islam dan memiliki iman, melakukan aksi terorisme seperti bom bunuh diri.

“Siapa saja yang meledakkan rumah ibadah orang lain, maka yang hangus sejatinya iman mereka sendiri. Artinya dalam semua agama, apalagi dalam konteks Islam, teror bukan hanya tidak sesuai dengan nilai-nilai islam, tapi meneror nilai-nilai islam itu sendiri,” jelas Habib Husein.

Menurut dia, aksi terorisme itu sama saja meneror agamanya sendiri, apalagi kata Islam sendiri artinya keselamatan dan kedamaian, sehingga siapa yang tidak memberikan keselamatan dan kedamaian, dia tidak layak disebut seorang muslim. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Islam Agama Peduli Sosial

NERACA Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (Ketum PB MA) Kiai Haji Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa sesungguhnya Islam…

Zakat Fitrah Mengajarkan untuk Berbagi

NERACA Jakarta - Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi mengatakan perintah membayar zakat…

84,2 Persen Masyarakat Puas Program Kapolri

NERACA Jakarta - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) merilis 84,2 persen masyarakat di Indonesia merasa puas dengan program kerja…

BERITA LAINNYA DI

Islam Agama Peduli Sosial

NERACA Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (Ketum PB MA) Kiai Haji Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa sesungguhnya Islam…

Zakat Fitrah Mengajarkan untuk Berbagi

NERACA Jakarta - Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi mengatakan perintah membayar zakat…

84,2 Persen Masyarakat Puas Program Kapolri

NERACA Jakarta - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) merilis 84,2 persen masyarakat di Indonesia merasa puas dengan program kerja…